
Hari ini Elvan akan pergi menemani Virgo. Tadi malam saat pulang dari party Ella, Virgo mengajak Elvan untuk menemaninya ke suatu tempat. Saat Elvan bertanya mereka akan pergi kemana, Virgo selalu menjawab "nanti lo juga bakal tau".
"Elvan, jangan lupa nanti malam kita akan pergi." Bima mengingatkan Elvan saat mendengar putranya itu akan pergi ke suatu tempat.
Elvan menghembuskan nafas.
"Iya Dad." Pasrahnya.
Setelah mereka melanjutkan sarapan dengan mengobrol ringan. Hari ini, Bima dan Elvan memang libur sehingga Bima bisa menemani istrinya di rumah dan Elvan bisa pergi bersama Virgo.
"Om, Tante kami pergi dulu ya." Pamit Virgo dengan senyum manisnya.
"Kalian hati-hati, jangan ngebut, jangan sok kalau lagi naik kendaraan, jangan ugal-ugalan, jangan melamun, jangan bercanda kalau lagi nyetir, jangan-,"
"Mom.." tegur Elvan, memotong ocehan Mommynya.
"Kami berdua sampai hafal apa saja yang bakalan Mommy bilang." Ujar Elvan menatap Miranda.
Saat ini, mereka berempat sedang berdiri didepan pintu utama mansion. Miranda dan Bima mengantarkan kepergian Elvan dan Virgo sampai pintu utama.
"Itukan karna Mommy sayang ke kalian berdua." Balas Miranda sembari mengapit lengan suaminya. Ia tidak suka jika Elvan membantah perkataannya dan itu dapat membuat mood nya menurun.
__ADS_1
"Iya, Mommy ku sayang." Elvan tersenyum paksa saat tadi mendapat tatapan tajam dari Daddy nya.
"Sebenarnya kalian berdua ini mau kemana." Tanya Bima dengan sebelah tangannya berada di bahu Miranda.
"Ngepel, Om." Jawab Virgo seenaknya.
"Maksudnya, ngapelin pacar?" Tanya Bima memastikan.
"Enggak sih Om, cuma gebetan. Doain aja ya Om biar cepet jadi pacar, hehe.." Virgo terkekeh diakhir kalimatnya.
"Kamu bisa aja." Bima menggeleng-geleng kecil melihat Virgo yang bersemangat hendak menemui gebetannya.
"Ya udah Mom, Dad Elvan sama Virgo pergi dulu." Elvan menyalami kedua orang tuanya. Begitu pun dengan Virgo.
Elvan melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan mansion. Di perjalanan Virgo lah yang memberi instruksi kepada Elvan jalan mana yang akan mereka tempuh karena Elvan sama sekali tidak tau akan pergi kemana tujuan mereka saat ini.
"Maksud bokap lo yang tadi itu apaan sih." Tanya Virgo akhirnya setelah menahan rasa penasarannya beberapa saat.
"Yang mana?" Tanya Elvan balik.
"Yang itu loh, nanti malam jangan lupa, emangnya ada apaan?" Tanya Virgo penasaran.
__ADS_1
Elvan diam.
Pikirannya berkecamuk, entah jawaban apa yang harus ia berikan untuk Virgo. Sahabatnya itu pasti akan terus bertanya hingga keakar-akarnya jika sudah penasaran.
Virgo mengangguk-angguk kecil mengikuti alunan lagu yang ia dengar. Anggukannya berhenti saat menyadari Elvan tak kunjung menjawab pernyataannya.
"WOY." Teriak Virgo di telinga Elvan. Elvan tersentak mendengar teriakan Virgo yang mengejutkannya.
Matanya menatap Virgo tajam sembari mengelus telinganya.
"Ditanya malah melamun, gak ingat pesan nyokap lo tadi apa?" Ujar Virgo.
"Bukan urusan lo." Sentaknya.
Elvan kembali bungkam sembari menatap jalanan di depannya.
"Sensi banget lo, ya udah sih kalau lo gak mau cerita." Kesal Virgo mengakhiri obrolan mereka.
Elvan merasa tidak enak dengan Virgo. Dia tidak pernah ,seperti ini sebelumnya. Selama ini dia selalu membagi masalahnya dengan Virgo. Iya tau, Virgo adalah sahabat yang baik, yang selalu ada di sisinya saat suka maupun duka. Disaat ia jatuh terpuruk Virgo lah yang selalu berada di depannya sambil mengulurkan tangan menuntunnya untuk kembali menjadi pria yang tegar. Namun, apakah kini ia bisa membagi masalahnya dengan Virgo? Entahlah. Elvan merasa belum saatnya Virgo tau. Namun ia tetap akan menceritakan masalahnya kali ini pada Virgo, tapi tidak sekarang.
"Gue bakalan cerita, tapi gak sekarang." Elvan membuka suara. Virgo mangut-mangut mendengar ucapan Elvan.
__ADS_1
~BERSAMBUNG~