My Cold Husband Is A CEO

My Cold Husband Is A CEO
Part 77


__ADS_3

Happy Readingđź’–


Helen beranjak dari atas tubuh Elvan lalu duduk di tempatnya semula. Wajahnya memerah menahan malu yang amat sangat. Setelah ini, mungkin dirinya tidak akan selamat jika masih berada di dekat pria itu.


Lantas dengan cepat Helen turun dari atas ranjang dan berlari ke kamar mandi, meninggalkan Elvan yang masih terpaku memikirkan apa yang barusan terjadi. Sesaat kemudian, rahangnya mengeras disertai kilatan kemarahan sembari menatap pintu kamar mandi yang di dalamnya terdapat gadis yang sudah membuatnya pusing kemarin malam dengan emosi.


Secara perlahan Elvan mengangkat tangannya lalu menyentuh bibirnya yang beberapa menit lalu merasakan sesuatu yang lembut. Jauh di dalam lubuk hatinya, Elvan merasa berdebar saat merasakan Helen mengecup bibirnya.


“Maaf.” Lirih Helen sembari menunduk memilin jemarinya yang berada di bawah meja makan.


“Hmmm.” Deheman Elvan seketika membuat Helen langsung mengangkat kepalanya kembali.


“Kamu gak marah?” tanya Helen penasaran.

__ADS_1


“Hmmm.”


“Beneran gak marah? Kamu yakin?” Helen menatap lekat Elvan yang kini tengah menikmati sarapannya.


Pria itu tampak telah siap dengan setelan kantornya.


“Hmmm.” Lagi-lagi Elvan hanya berdehem menjawab pertanyaan Helen.


“Ya walaupun sejujurnya aku nyesel sih, ngasih kamu morning kiss.” Bulshit! Helen berekspresi seakan-akan dirinya menyesal telah mencium pria itu. Kebohongan yang nyata. Ck!


Helen kembali merasa tenang setelah beberapa puluh menit ia lewati hanya dengan ketegangan yang amat ketara. Bagaimana tidak, saat ia sedang memasak tadi, Elvan datang lalu duduk di kursi mini bar yang ada di pojok kiri dapur dan menatapnya dengan lekat. Tatapan Elvan yang menajam membuat Helen grogi menyelesaikan masakannya. Entah apa yang pria itu lakukan di tempatnya, yang jelas tidak biasanya Elvan duduk di tempat itu lalu memperhatikan dirinya yang tengah memasak sarapan hingga selesai. Dan Elvan juga baru beranjak dari duduknya setelah Helen menyuruhnya untuk pindah dan duduk di kursi makan.


Elvan hanya diam tak menanggapi perkataan Helen barusan. Walaupun ia tau jika gadis itu tengah berbohong padanya. Kenapa Elvan tau? Karena Helen berbicara sambil mengusap pelan pelipisnya. Terbukti dengan kebiasaan Helen yang kerap kali mengusap pelipisnya jika tengah berkata bohong atau pun sedang menyembunyikan sesuatu. Dan hal itu baru Elvan ketahui beberapa bulan lalu. Saat Helen mengusap pelipisnya ketika berkata dirinya tidak lapar padahal gadis itu sangat kelaparan, saat Helen mengatakan jika dirinya tidak ingin Elvan memeluknya padahal sejujurnya ia ingin dan saat itu Helen lagi-lagi mengusap pelipisnya. Dan masih banyak lagi hal-hal yang membuat Elvan mengetahui kebiasaan Helen itu termasuk pengakuan Mama mertuanya yang mengatakan kebiasaan Helen itu benar adanya saat Elvan bertanya seminggu yang lalu saat mereka sedang berkunjung.

__ADS_1


"Makan." Tekan Elvan dengan penuh penegasan.


Elvan berjalan dengan langkah yang cepat menyusuri lobby perusahaannya. Di sampingnya, Virgo berusaha menyamai langkah boss sekaligus sahabatnya itu dengan sebuah buku berukuran sedang yang berada digenggamnya.


Saat di depan meja resepsionist Elvan menoleh ketika mendengar suara seorang wanita menyapanya.


"Pagi Pak." Sapa wanita bertag nama Ayu dengan seutas senyum yang manis.


Namun, dengan gaya coolnya Elvan kembali menghadap ke depan dan mengabaikan wanita tersebut.


Bersambung..


Jangan lupa dukungannya ya teman-teman. Terima kasih🙏

__ADS_1


__ADS_2