My Cold Husband Is A CEO

My Cold Husband Is A CEO
Part 30


__ADS_3

Pesan terakhir Ella membuat Helen sedikit tersentak. Helen heran dengan pesan terakhir Ella. Mengapa sahabatnya itu mengirim pesan seperti itu. Apa sahabatnya itu tau kalau Elvan sekarang sudah jadi suaminya? Tidak, itu tidak mungkin. Ella tidak mungkin tau soal pernikahannya. Lagi pula siapa yang bisa memberitahu Ella soal itu selain dirinya. Elvan? Itu mustahil.


"Dia udah jadi milik gue La. Tapi cuma raganya, bukan hatinya." Lirih Helen pelan. Walaupun dirinya sendiri tidak mencintai Elvan saat ini, tapi Helen akan berusaha agar bisa membuka hatinya untuk Elvan. Namun, melihat sikap Elvan yang kasar membuatnya sedikit takut. Helen takut bila hatinya sudah jadi milik Elvan, ia akan di buat kecewa.


Helen mematikan TV lalu bergegas ke dapur hendak memasak makan siang. Ia ingin membuat masakan yang enak untuk pria itu. Ia ingin Elvan mencoba masakannya seperti yang dulu ia impikan. Saat sudah mencari seorang istri, Helen ingin selalu memasak makanan untuk suaminya. Itu adalah salah satu impian Helen ketika ia mada berstatus lajang.


Helen mulai mengeluarkan bahan-bahan yang ingin dimasaknya dari lemari es. Helen sudah memutuskan, siang ini ia akan memasak daging balado dan sayur cah kangkung. Helen dengan telaten menyiapkan semua bahan yang diperlukan.


Beberapa menit kemudian, ia sudah selesai masak nya lalu Helen langsung memindahkan makanan itu ke dalam piring. Helen menyusun rapi semua perlengkapan makan di atas meja. Helen tersenyum sumringah melihat hasil masakannya. Tidak sia-sia ia dulu belajar memasak dengan Mamanya. Sekarang ia sudah bisa menjadi istri yang baik dengan menyiapkan makanan untuk suaminya.


Helen mencuci tangannya di wastafel lalu bergegas memanggil Elvan.


"Elvan!" Panggil Helen saat tiba di kamar mereka.


"Elvan, lo dimana?" Tanya Helen lalu setelah tidak menemukan pria itu di kamar mereka.


Helen mencoba untuk mencari Elvan di kamar sebelah. Ia memang tidak tau kalau Elvan sudah menjadikan kamar itu sebagai ruang kerjanya.


Helen menekan handle pintu lalu mengintip ke dalam ruangan tersebut.


"Elvan." Panggil Helen saat melihat pria yang dicarinya berada di kamar itu.


"Elvan, lo mau kemana?" Tanya Helen saat Elvan melewatinya begitu saja.


"Bukan urusan lo." Balas Elvan acuh.


Helen langsung mengikuti langkah Elvan yang kembali ke kamar mereka.


"Elvan, gue udah masak. Kita makan siang bareng ya. Gue udah masak makanan yang enak buat lo." Ajak Helen antusias.


Elvan hanya diam sembari memakai jam tangan miliknya.


Helen melihat Elvan yang berjalan ke arahnya.


"Gue gak laper!" Tolak Elvan lalu kembali melewati Helen yang berdiri di dekat pintu kamar.


"Tapi gue udah masak. Seenggaknya cobain dulu masakan gue walaupun cuma sedikit." Helen berujar pelan.

__ADS_1


Ia berharap agar Elvan mau memakan masakannya.


Elvan yang hendak membuka pintu apartemen menghentikan gerakannya setelah mendengar penuturan Helen.


"Gue gak suruh lo masak dan lo gak perlu repot-repot masakin makanan buat gue." Ujarnya tajam lalu pergi meninggalkan Helen yang berdiri kaku di tempatnya.


Helen menatap nanar punggung Elvan yang menghilang di balik pintu. Helen menghela nafas lelah, Ia tidak menyangka Elvan akan pergi begitu saja tanpa mau memakan masakannya. Berbagai macam pertanyaan melintas di pikiran Helen. Bagaimana bisa Elvan pergi tanpa makan siang terlebih dahulu? Mengapa pria itu menolak ajakannya? Apa Elvan sangat benci hingga makan bersama pun ia ogah? Kemana pria itu akan pergi dengan kondisi wajah yang belum membaik? Entahlah. Helen tidak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.


Lagi-lagi Helen menghembuskan nafasnya. Untuk kedua kalinya ia makan seorang diri di meja makan tanpa ditemani siapa pun. Makanan yang awalnya terasa lezat di mulut Helen, kini terasa hambar. Helen merasa tidak enak dengan semua yang terjadi. Walaupun makanan tersebut terasa hambar di lidahnya, namun ia tetap harus makan. Ia butuh energi untuk menghilangkan semua kebencian Elvan kepadanya.


Helen menyelesaikan makannya beberapa menit kemudian. Makanan itu bersisa cukup banyak dan semuanya Helen simpan di lemari es.


Seorang diri di apartemen tak banyak yang dapat Helen lakukan. Menonton TV adalah pilihan yang pas baginya untuk menghilangkan suntuk. Ingin pergi ke luar, Helen juga terlalu malas. Mungkin berdiam diri di apartemen adalah pilihan yang pas baginya untuk memikirkan cara menempatkan hatinya dan memikirkan bagaimana caranya menarik perhatian Elvan, agar pria itu mau meliriknya walaupun hanya sekali.


Satu jam berada di depan TV membuat Helen jadi mengantuk. Beberapa kali matanya terpejam namun kembali terbuka. Suara deringan ponsel membuat Helen mengerjapkan matanya refleks. Helen mengucek matanya terlebih dulu sebelum meraih ponselnya yang masih berdering. Nama Mamanya tertera disana. Senyum ceria langsung terpancar dari wajahnya. Helen dengan antusias mengangkat panggilan Mamanya.


📱Me


"Halo Ma." Sapa Helen dengan suara yang ceria.


📱Sandra


📱Me


"Helen lagi nonton TV Ma."


📱Sandra


"Kamu udah makan?" Tanya Sandra lagi.


📱Me


"Udah dong Ma. Anak Mama yang cantik ini pasti udah makan kalau jam segini." Lagi-lagi Suara Helen terdengar ceria.


📱Sandra


"Bagus dong kalau gitu. Kamu itu jangan makan ya, nanti sakit. Kan kasihan suami kamu kalau harus ngurusin istrinya di saat-saat awal pernikahan." Ujar Sandra dengan kekehan kecil di akhir kalimatnya.

__ADS_1


📱Me


"Iiih.. Mama apaan sih. Suka banget deh godain Helen. Lagi pula Helen tau kok Ma, mana yang baik dan yang buruk buat kesehatan Helen. Mama jangan khawatir, Helen akan selalu jaga jantung ini agar berdetak dengan baik. Oh iya Papa mana, Ma?" Tanya Helen mengalihkan topik pembicaraan.


📱Sandra


"Papa lagi di kantor, palingan juga sore nanti baru pulang."


📱Me


"Jadi Mama sendirian dong di rumah?" Tanya Helen lagi.


📱Sandra


"Iya sayang." Jawab Sandra.


📱Me


"Sama dong kaya Helen." Helen menutup mulutnya saat sadar apa yang ia ucapkan barusan.


📱Sandra


"Lho, kamu sendirian? Elvan mana?" Tanya Sandra langsung.


📱Me


"Hmm. Itu Ma, Elvan lagi pergi ke tempat Virgo."


📱Sandra


"Oo.. Suami kamu udah makan kan? Kamu gak masak makanan ya buat Elvan makanya dia pergi. Jangan gitu sayang, kan Mama udah ajarin kamu gimana caranya ngurus suami."


📱Me


"Enggak kok Ma, tadi Helen masak buat Elvan, tadi kita juga makan bareng. Dia juga barusan pergi, katanya sih ada urusan penting makanya dia ninggalin Helen. Helen gak apa-apa ko Ma."


📱Sandra

__ADS_1


"Iya sayang. Mama percaya kok sama kamu. Mama yakin kamu juga pasti bisa ngurus suami kamu dengan baik." Terdengar jelas kalau Sandra sangat menyayangi putrinya.


***


__ADS_2