My Cold Husband Is A CEO

My Cold Husband Is A CEO
Part 47


__ADS_3

Happy Readingđź’–


Helen tau kalau suaminya itu tidak mungkin menyayanginya. Kalau pun begitu, ia tetap harus bertanya agar Elvan sadar bahwa ia juga butuh kepastian.


Elvan diam beberapa saat.


“Gimana mungkin gue bisa sayang sama orang yang gue kenal.” Ucap Elvan pelan membuat pernyataan.


Helen tersenyum miris.


“Lo bener, lo gak mungkin sayang sama gue.” Lirihnya.


Dugaannya benar, bahkan semua orang pun dapat menebak jika suaminya tidak menyayanginya.


“Tapi gue akan buat lo sayang sama gue, bahkan sampai lo cinta sama gue.” Kalimat itu keluar begitu saja dari bibir Helen dengan nada girangnya.


Kini ia telah menghadap Elvan yang masih memunggunginya.


Elvan kembali terdiam. Entah apa yang ia rasakan saat mendengar penuturan Helen.


Tidak ingin terlarut dalam pembahasan yang menyentuh hati, Helen kembali membuat Elvan berdecak sebal kepadanya.


“Masakan gue tadi enakkan?” Helen bertanya antusias.

__ADS_1


“Enggak.” Jawab Elvan cepat.


“Lo bohong, gue tau pasti tadi lo menikmati masakan gue.” Helen tercengir lebar menatap punggung Elvan. Ia yakin pria itu pasti sedang kesal kepadanya.


“Pede lo!” sarkas Elvan.


“Yee.. pede-pede gini istri lo juga kali.” Helen tersenyum kemenangan.


“Oh.”


Helen mendesis mendengar tanggapan singkat itu.


“Tadi Mommy bilang kalau lo itu suka banget sama ayam goreng makanya gue langsung buatin itu.” Ujar Helen lagi. Ia rasa ini adalah kesempatannya untuk mengenal Elvan lebih jauh lagi agar memudahkannya menarik perhatian dan membuat pria itu mencintainya.


“Selain itu lo suka apa lagi?” tanya Helen sambil menatap punggung Elvan.


“Cerewet lo.” Ucap Elvan.


“Jawab aja kali.” Ucap Helen.


“Lo gak perlu tau.” Jawab Elvan sinis.


“Yau dah, kalau gitu gue bakalan sering masak ayam goreng aja biar lo suka.” Elvan bisa menyadari suara Helen yang terdengar antusias.

__ADS_1


Ingin rasanya ia berbalik tapi itu semua ia urungkan. Ia tau kalau sekarang Helen sedang memperhatikannya.


“Kasih tau gue dong, emangnya lo mau gue masakin ayam goreng tiap hari? Emang gak bosen?” tanya Helen lagi.


“Terserah.” Elvan ingin segera mengakhiri perbincangan mereka. Ia juga tidak akan membiarkan Helen mengetahui lebih banyak hal mengenai dirinya. Tidak akan.


Helen terkekeh mendengar suara Elvan yang terdengar jengah menghadapinya. Setelah itu, ia menarik selimut yang sama dengan Elvan hingga ke atas bahunya, masih dengan posisi yang sama, menghadap Elvan.


Beberapa menit kemudian, Elvan mendengar deru nafas yang teratur menandakan kalau Helen sudah tertidur mendahului dirinya.


Elvan membalikkan badannya dengan hati-hati agar Helen tidak terbangun kemudian menatap mata Helen yang terpejam.


“Diam juga lo akhirnya.” Ujar Elvan pelan.


“Kalau mata lo kebuka, lo itu cerewet banget tau gak. Gue kesel denger lo ngoceh terus.” Jeda Elvan.


“Lakuin aja apa yang ingin lo lakuin, gue gak akan halangin dan gue juga gak akan respon karna gue akan tetap pada pendirian gue.” Sambungnya lagi.


Elvan tau kalau gadis di sampingnya itu memiliki hati yang tulus dan lembut, yang mampu menjaga perasaan Mommynya dan juga dirinya dengan baik, walaupun selama ini ia telah banyak berkata kasar, tapi hal itu tidak membuat Elvan merasa harus memberikan hatinya untuk Helen. Elvan membenarkan posisi tidurnya lebih dulu sebelum menarik selimut dan memejamkan matanya menuju alam mimpi.


Bersambung..


Jangan lupa dukungannya ya teman-teman. Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2