My Cold Husband Is A CEO

My Cold Husband Is A CEO
Part 18


__ADS_3

~Sesampainya di sebuah restaurant~


Helen dan Ella langsung keluar dari mobil yang mereka kendarai. Helen celingak-celinguk memperhatikan sekitar restaurant tersebut.


"Gue kayanya pernah deh ke tempat ini sebelumnya. Lo yakin Virgo disini?" Tanya Helen pada Ella yang masih berdiri di depan bumper mobil.


"Yakin lah, kan cuma restaurant ini yang ada di dekat kantornya dia. Kita langsung masuk aja yuk." Ajak Ella dan mulai memasuki pintu utama restaurant. Helen hanya mengikuti kemana langkah Ella berjalan. Sedari tadi ia hanya terus berdoa agar apa yang dilihatnya tadi tidaklah benar.


Tadi saat ia sedang asik memainkan ponselnya, dengan tidak sengaja ia melihat hot news bahwasanya CEO muda yang bernama Elvan Xavier Bramantyo baru saja memasuki restaurant yang tidak jauh dari perusahaan pria itu bersama seorang pria yang diketahui merupakan sekretarisnya.


"Virgo!" Seruan Ella membuyarkan lamunan Helen. Dari kejauhan Helen dapat melihat Virgo yang sedang melambaikan tangannya kepada mereka. Ketika melihat sosok pria yang duduk di samping Virgo yang membuat tubuh Helen menegang dibuatnya.


"Ayo.." Ella menarik pergelangan tangan Helen yang berdiri di belakangnya.


"Gak perlu gandengan juga kali, La." Protes Helen sembari melepaskan tangannya dari Ella.

__ADS_1


Ella melepaskan genggamannya dari tangan Helen dan melanjutkan langkahnya menuju kursi kosong didepan dua pria tampan yang sedang menunggu mereka. Helen berulang kali menghela nafasnya. Sepertinya nasib baik sedang tidak berpihak kepadanya saat ini. Ia berjalan lambat, menyeret kakinya dengan malas ke arah tiga orang yang sudah duduk manis di kursi mereka.


"Hai" sapa Helen pada dua orang di depannya, namun Helen hanya menatap mata Virgo lalu duduk di kursi yang tersisa untuknya, tepat di samping Ella.


"Lo tadi kenapa lama banget sih nelpon gue?" Tanya Ella membuka obrolan setelah mereka memesan makanan.


"Sorry ya La, tadi gue lagi maksa seseorang buat ikut sama gue. Ya, karena itu jadinya lama." Virgo menjelaskan.


"Maksudnya?" Tanya Ella yang tidak mengerti.


"Apaan sih lo." Protes Elvan sambil menyikut lengan Virgo kuat. Matanya menatap Virgo tajam. Sedangkan Virgo hanya menyengir lebar melihat Elvan yang menatapnya seperti itu.


"Udah-udah kalian jangan berantem disini, nanti aja kalau udah pulang." Ucap Ella memberi solusi.


"Ogah gue berantem sama dia." Tolak Virgo.

__ADS_1


Ella melihat ke arah Helen yang sedang duduk dengan kaku. Ia merasa ada yang aneh dengan sahabatnya itu.


Perasaan tadi dia baik-baik aja deh. Kenapa sekarang jadi tegang gitu? Kayak habis lihat hantu aja, batinnya.


"Lo kenapa?" Tanya Ella sambil menepuk pundak sahabatnya.


"Ah, nggak. Gue gak papa. Emangnya kenapa?" Tanya Helen balik setelah sadar dari lamunan nya.


"Dari tadi gue perhatiin lo kaya aneh gitu. Relax aja kali." Ella menatap Helen yang sedang mengusap tengkuknya yang tidak gatal.


"Gue ke toilet dulu ya. Kalian makan duluan aja." Ujar Helen kikuk sebelum beranjak dari kursinya. Ella dan Virgo mengangguk serentak dan mulai memakan hidangan yang sudah ada di hadapan mereka.


Helen melangkah cepat menuju toilet. Sesampainya di toilet, ia langsung membasuh wajahnya yang terasa panas. Entah mengapa sejak memasuki tempat itu, ia merasa atmosfer disekitarnya terasa panas.


"Kalian lanjut aja." Elvan yang belum menyentuh makanannya beranjak dari kursinya. Ia berjalan ke arah yang sama dengan Helen lalu berhenti dipersimpangan lorong yang berada di dekat toilet. Ia bersandar pada dinding sampai menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Sesekali ia melihat ke arah pintu toilet wanita.

__ADS_1


~BERSAMBUNG~


__ADS_2