
Helen akhirnya kembali melajukan mobilnya setelah menunggu kurang lebih 30 menit untuk memperbaiki ban mobilnya. Sesampainya di pelataran rumah, Helen melihat mobil asing yang terparkir di samping mobil Papanya.
Tidak butuh waktu lama bagi Helen untuk membersihkan diri. Sekarang ia sudah siap dengan pakaian santainya. Ia menuruni anak tangga dan melangkah menuju ruang makan sesuai dengan perintah Mamanya tadi. Helen berdiri di dekat guci keramik berukuran besar sambil memperhatikan tiga orang asing yang duduk membelakanginya.
"Eheeem." Helen berdehem, menarik perhatian orang-orang yang ada disana. Semua pasang mata mengarah kepada Helen, kecuali seorang pria yang tengah asik dengan ponselnya.
"Helen. Ayo sini nak, kenalan dulu sama om dan tante ini." Sandra menghampiri Helen sambil menyuruhnya untuk berkenalan dengan sahabatnya.
"Halo, Tante." Sapa Helen sambil mencium punggung tangan Miranda.
"Halo sayang. Kamu sudah jadi gadis yang cantik ya sekarang." Puji Miranda sambil mencium kedua belah pipi Helen. Helen yang dipuji hanya tersenyum malu.
"Halo, Om." Salam Helen pada pria yang duduk disamping tante yang baru saja disalamnya.
__ADS_1
"Karena semua sudah lengkap. Jadi, kita langsung makan aja ya. Selesai itu baru kuta bahas point pentingnya." Ujar Frans memberi solusi dan diangguki oleh istri dan kedua sahabatnya.
Helen yang tak tau menahu hanya diam dan duduk di kursi yang kosong. Helen tak sengaja melihat wajah pria yang duduk di kursi seberang mejanya. Ia menyipitkan mata mempertajam penglihatannya menatap pria yang juga sedang menatapnya tak kalah kaget.
Waduhh, ngapain cowok ini disini? Apa dia kemari sama Virgo? Tapi Virgonya dimana, dari tadi kenapa gak kelihatan?, Helen mencari keberadaan Virgo yang memang sudah pernah datang mengunjunginya.
Tapi kenapa ia bisa sama Om dan Tante ini? Memangnya dia siapa?, tanya Helen dalam dalam hati sambil melihat sekelilingnya.
"Kenapa sayang, kamu kayak orang bingung gitu?" Suara Miranda mengagetkan Helen.
Miranda tersenyum manis melihat calon menantunya. Dalam hati ia sangat bersyukur akan mendapatkan menantu secantik Helen. Hayalannya sudah jauh sampai ia membayangkannya sudah menggendong cucu-cucunya yang sangat menggemaskan.
Elvan yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya sebagai penghilang jengah, mengalihkan perhatiannya saat mendengar suara wanita yang sedang berkenalan dengan Mommynya. Dilihatnya gadis yang berdiri tidak jauh dari tempatnya duduk dengan tatapan bingung juga kaget.
__ADS_1
Ini cewek lusuh tadi bukan ya?, tanyanya dalam hati.
Cewek ini bukannya teman Virgo ya?, sambungnya.
Elvan memperhatikan Helen dari atas hingga bawah. Helen sedang mengenakan kaos oblong berwarna kuning yang ujung lengannya di lipat dan juga celana pendek di atas lutut yang memperlihatkan paha putihnya.
Dia mengenakan pakaian yang tidak pantas untuk dikenakan ketika bertemu calon mertuanya, dasar. Elvan menimpali.
Hah itu bukan urusan ku, mengapa juga aku berkata begitu? Si*lan. Kesalnya seakan perkataannya tadi sudah mengakui Helen sebagai calonnya. Ia kembali sibuk dengan ponselnya.
Elvan mendongakkan kepalanya yang menunduk saat mendengar suara kursi ditarik. Ditatapnya Helen dan pandangan mereka bertemu. Ia dapat melihat kebingungan dari wajah Helen. Tidak dapat dipungkiri hati kecil Elvan mengagumi ciptaan Tuhan di depannya. Mereka duduk hanya terpisahkan oleh meja makan. Dengan jarak yang lumayan dekat, Elvan dapat melihat wajah Elvan lebih jelas. Elvan memperhatikan Helen yang sedang mengunyah makanan, mulut Helen yang penuh dan sedikit menggembung juga bibirnya yang berwarna pink alami sedikit berminyak karena makanan membuat Elvan menarik sebelah ujung bibirnya membentuk sebuah senyuman tipis yang tidak terlihat.
~BERSAMBUNG~
__ADS_1
Jangan lupa di like dan komen ya guys.
Terima kasih.