My Cold Husband Is A CEO

My Cold Husband Is A CEO
Part 91


__ADS_3

Happy Readingđź’–


Elvan beserta para body guardnya berpencar untuk mencari informasi yang bersangkutan dengan Alexa. Kini pria itu telah berada di dalam mobil hitam yang dikemudi oleh salah satu anak buahnya. Elvan beserta rombongannya sampai sekitar dua jam yang lalu dan Elvan langsung membagi tugas kepada para bawahannya.


Berdasarkan informasi yang diberitahu oleh Ella, Elvan menyusuri kota Finland untuk mencari Alexa dan membawa wanita itu bersamanya.


“Tuan, dari informasi yang kita terima, nona Alexa ada disekitar sini.” Ujar pria bersetelan hitam yang kini mengemudi mobil.


“Hm, pelankan laju mobilnya, kita harus mengintainya dari sini.” Tegas Elvan. Tatapannya yang tajam menyusuri jalanan kota Finland. Tekatnya sangat besar agar bisa menemukan Alexa. Kali ini Elvan sangat yakin jika dirinya pasti dengan mudah dapat menemukan wanita itu.


Di daerah yang sama, Amora merasakan jantungnya mencelos saat melihat dua pria berpakaian hitam berdiri di hadapannya. Bagaimana bisa pria itu menemukannya? Ah, sial.


“Mau apa kalian?” Alexa menatap was-was kedua pria di depannya.


“Tuan ingin Nona pulang bersama kami.” Jelas salah seorang dari mereka.


“Cih, aku tidak mau. Aku tidak akan pernah mau menuruti perkataan tuanmu itu lagi. Tinggalkan aku sendiri dan kalian pergi lah dari sini.” Sinis Alexa sembari menatap tatapan penuh mengintimidasi dari dua orang tersebut.


“Maaf nona, kami tetap harus membawa Anda kalau pun nona tidak setuju. Ini juga demi kebaikan nona jika tidak ingin melihat amarah tuan.” Jelas bodyguard itu lagi.


“Aku tidak peduli. Aku tidak takut dengan tuan kalian itu.” Tukas Alexa tajam.

__ADS_1


“Lalu kenapa Anda melarikan diri?”


“Aku tidak ingin tinggal di rumah itu lagi. Pria kejam itu membuatku muak. Sekarang kalian pergi.” Alexa menatap datar pria yang lebih tinggi darinya itu.


“Sudah, paksa saja dia jika tidak ingin mengikuti kita.” Ujar seorang bodyguard yang sedari tadi tidak mengeluarkan sepatah kata dengan pelan, namun masih bisa Alexa dengar yang di balas anggukan oleh temannya itu.


Merasa dirinya sedang terancam, Alexa langsung melarikan diri dari hadapan kedua pria itu. Sekuat tenaga ia berlari menghindar dari kejaran keduanya. Sesekali Alexa menoleh ke belakang, memastikan apakah kedua pria itu bahkan berjarak lebih dekat dari sebelumnya.


Alexa melihat ada perempatan jalan di depan sana. Ia harus kesana agar bisa sedikit mengecoh bodyguard yang kini mengikutinya. Dengan mempercepat larinya, Alexa berlari ke arah keramaian orang-orang yang berkendra hingga akhirnya ia berhasil ke tempat tersebut. Namun, saat ia menyebrang jalan sebuah mobil mewah melaju dari sebelah kanannya lalu menghantam tubuhnya yang berdiri kaku di tengah jalan.


Alexa merasakan tubuhnya terbentur aspal. Kepalanya terasa pusing. Disisa kesadarannya, Alexa melihat bayangan orang-orang yang berlari menghampirinya dan mendengar suara pria yang sangat terasa taka sing dipendengarannya.


“A-alexa.”


“Bren*sek, lo bener-bener gak punya perasaan. Kemarin malam Helen nyariin keberadaan lo.”


“Dia nungguin lo sampai malam, Bro. Lo gak kasihan? Inget! Dia itu istri lo jangan buat dia berharap bahkan rela nungguin lo yang gak pasti ini. Lo itu suami, seharusnya lo bisa lebih tegas sama kehidupan lo sendiri.”


“Lo mau sampai kapan kayak gini. Kalau sekarang lo emang belum cinta sama dia, oke! Mungkin lo butuh waktu yang lebih la, tapi jangan bawa-bawa nama Alexa lagi dalam hidup lo, kita gak tau gimana kedepannya, bisa aja Helen bakalan ninggalin lo karna lo masih sama Alexa. Lo paham gak sih maksud gue?” cerocos Virgo tanpa membiarkan Elvan melakukan pembelaan.


"Udah bicaranya? Gue jelasin sampai lo ngerti posisi gue sekarang ini." Elvan memutar mata jengah mendengar semua perkataan Virgo yang sebenarnya sangat ia mengerti.

__ADS_1


"Gue minta maaf soal Helen yang nungguin gue sampai malam, tapi--"


"Be*o, lo kok minta maaf sama gue? Noh minta maaf sama istri lo, Elvan!" Bentak Virgo membuat Elvan sedikit menjauhkan ponsel genggamnya dari telinga.


"Iya iya, sewot banget lo. Nanti gue minta maaf deh."


Elvan kembali melanjutkan perkataannya.


"Bukannya gue gak kasihan sama dia. Enggak! Gue bahkan kadang gak tega kalau liat dia yang kadang murung setiap gue bilang nama Alexa dihadapan dia, tapi gue bisa apa Vir? Gue cinta sama Alexa sedangkan sama Helen, gue gak tau gimana perasaan gue yang sebenarnya." Elvan menarik nafas sesaat lalu kembali berujar.


"Kalau boleh jujur, sebenarnya gue sering gak fokus kalo ada Helen di deket gue. Gue juga kadang deg-degan gak jelas. Tapi itu bukan berarti gue cinta sama dia kan? Gue cintanya cuma sama Alexa dan soal Helen, gue juga lagi usaha biar gue bisa cinta sama dia. Dan gue juga berharap usaha gue itu berhasil. Dia istri gue, udah pasti gue akan berusaha biar cinta sama dia." Jelas Elvan pelan dengan pandangan yang menerawang jauh.


"Jadi Alexa? Lo berusaha biar cinta sama Helen, jadi kalau nanti lo beneran udah berhasil cinta sama Helen, gimana sama Alexa?" Tanya Virgo terdengar tajam dipendengaran Elvan.


Elvan menyerngit bingung. Hal itu tidak pernah terlintas dipikirannya.


"Gu-gue cuman milih satu wanita yang akan jadi pendamping gue." Ujarnya pelan, nyaris tak terdengar.


"Helen atau Alexa?" Tanya Virgo, ia yakin jawaban Elvan tidak akan salah dari prediksinya.


"Gue cuman mau nikah sekali seumur hidup." Lirih Elvan.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa dukungannya ya guysss.. Thank youđź’–


__ADS_2