
Bukan tanpa alasan Elvan ingin pindah ke rumah yang baru ia beli itu. Entah seperti apa reaksi Helen nantinya saat tau suaminya pulang membawa wanita lain. Wanita yang sejak dulu dicintai oleh suaminya. Wanita yang belum Helen kenal namun mampu mengusik pernikahannya.
“APA? LO UDAH GILA YA?! LO--” Pekik Virgo kuat membuat Elvan harus menjauhkan ponsel dari telingannya.
Virgo tidak habis pikir dengan jalan pemikiran Elvan sampai-sampai ia tidak mampu meneruskan kata-katanya.
“Lo becanda kan?” Tanya Virgo pelan.
“Gue serius, Vir. Tolong bilangin sama Helen. Bantu dia mindahin semua barang-barang keperluan dia.” Pinta Elvan.
“Enggak. Kali ini gue gak bisa bantuin. Lo udah keterlaluan banget mau biarin Alexa tinggal di rumah kalian. Gue gak akan mau bantuin lo.”
“Please, Vir. Bantuin gue kali ini aja.”
“Apa lo gak mikirin gimana perasaan Helen kalau tau lo bawa Alexa ke rumah kalian? Apa lo pernah mikir kalau sebenarnya dia itu--,” tidak-tidak! Virgo tidak perlu memberi tau apa yang telah terjadi disini sebenarnya.
“Kenapa gak lo aja yang bilang langsung sama Helen. Kenapa harus gue?”
__ADS_1
“Gue—gue gak berani ngomong langsung sama dia. Please, Vir bantuin gue. Lagi pula Alexa gak selamanya tinggal di rumah itu. Mungkin hanya untuk beberapa bulan ke depan. Tolong lo temuin Helen dan bantuin dia pindah ke rumah itu.” Elvan dengan serius menunggu jawaban Virgo. Keheningan menyelimuti mereka hingga beberapa detik sampai akhirnya Virgo kembali berujar.
“Oke, gue bakalan bantu. Tapi ingat! Ini bukan karna lo. Gue bantuin ini karna Helen. Lagi pula, tanpa gue lo juga bakalan cari orang lain buat bantuin Helen pindah.”
Bib… Bib… Bib…
Panggilan diputus sepihak oleh Virgo. Elvan tau kalau Virgo pasti kecewa dengan keputusannya. Tapi apa boleh buat, ini adalah keputusan yang baik menurutnya.
“Makasih, Vir.” Ujar Elvan walaupun ia tau Virgo tidak akan mendengar ucapannya.
"Pindah? Kenapa?" Helen mengernyit menatap Virgo yang duduk di depannya. Mereka kini berada di apartemen Helen.
Helen yang mendengar nama Elvan lagi-lagi merasakan sesuatu yang sudah biasa ia rasakan. Rasa sakit, suaminya itu telah berhasil menumpuk segala jenis rasa sakit di hatinya. Entah itu karena di sengaja maupun tidak.
Setelah mengetahui kemana menghilangnya Elvan beberapa hari ini, Helen tidak lagi sibuk menelpon atau pun mencari kabar pria itu. Biarlah suaminya itu melakukan apa yang ia suka dan ia inginkan. Dirinya hanya cukup bersabar dan terus bersabar.
Helen menghela nafas lelah. Setelah menangis histeris di depan restoran beberapa hari yang lalu, ia tidak lagi berani menumpahkan tangisannya. Sudah cukup banyak air mata yang ia tumpahkan waktu itu, kini Elvan tidak lagi berhak mendapatkan tangisannya.
__ADS_1
Helen bertekad untuk bisa mengembalikan hubungannya dengan Elvan seperti beberapa minggu yang lalu, sebelum pria itu berangkat ke Finland.
"Lo beneran gak tau kenapa Elvan mau pindah dari sini?" Helen menatap Virgo yang menunduk. Tidak mungkin Virgo tidak mengetahui alasannya, melihat ia dan Elvan merupakan teman dekat, pikir Helen.
"Gue gak tau." Jawab Virgo singkat.
"Lo yakin?"Helen menatap Virgo dengan tajam.
Virgo bungkam.
Melihat kebungkaman Virgo, Helen dapat menyimpulkan jika temannya itu pasti menyembunyikan sesuatu. Hal itu membuat Helen tertawa sumbang yang terdengar miris.
"Gue tau lo pasti nyembunyiin sesuatu, tapi gue gak bakalan maksa supaya lo kasih tau gue, itu keputusan lo. Gue heran aja, disini lo pasti tau kan siapa yang benar dan siapa yang salah? Tapi kenapa lo masih mau berada di pihak yang salah, Vir? Apa karena kalian sudah berteman lama? Mungkin itu kali ya alasannya sampai-sampai lo tetap biarin kelakuan mereka." Ujar Helen lirih.
Lagi-lagi Virgo hanya bisa bungkam tak menyahut. Ini tidak ada hubungannya dengan siapa yang telah berteman lama atau tidak. Dirinya sama sekali tidak bermaksud membiarkan hubungan terlarang antara Elvan dan Alexa. Tapi ia bisa apa? Semua itu ada di tangan Elvan.
"Ya udah lah, lo pasti gak bisa jawab. Percuma juga gue ngeluarin unek-unek gue, lo tunggu di bawah aja, gue nyusun baju-baju dulu, gak bakalan lama." Setelah berujar Helen langsung beranjak dari duduknya dan pergi ke kamar. Ia hanya perlu membawa kebutuhan dirinya, karna segala perabotan dan lainnya telah tersedia di rumah baru itu, seperti yang Virgo katakan beberapa menit yang lalu.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa dukungannya ya teman-teman. Terima kasih🙏