My Cold Husband Is A CEO

My Cold Husband Is A CEO
Part 49


__ADS_3

Tiga hari yang lalu


"Ngapain lo?" Suara berat yang berasal dari belakang tubuhnya membuat Helen mematung. Ia tau siapa pemilik suara itu.


"Gue bilang ngapain?!" Suara Elvan meninggi lalu ia melangkah mendekati Helen yang berdiri di depan pintu lemarinya.


Degup jantung Helen terpompa dengan cepat. Bibirnya bergetar bersamaan dengan matanya yang mulai memanas.


"Akkhh..!" Helen tersentak saat Elvan menarik bahunya kuat.


"Apa ini?! Berani-beraninya lo nyentuh barang-barang gue!" Bentak Elvan lalu merampas sebuah album foto yang lumayan tebal dari genggaman Helen.


Helen menggelengkan kuat.


"Enggak, ini nggak seperti yang lo liat. Gue gak--"


"Halah.. gak usah ngeles deh lo! Ngapain lo liat-liat ini kalau gak ada maksud tersendiri?!" Sinis Elvan sembari memperlihatkan album tersebut ke depan wajah Helen.


"G-gue ng-gak sengaja." Cicit Helen. Kepalanya menunduk menatap ujung kakinya, matanya kian memanas, tenggorokannya tercekat menahan isakan yang ingin keluar.


Kepalanya semakin dalam menunduk menatap ujung kakinya yang mungkin lebih menarik ketimbang menatap wajah Elvan yang sudah tersulut emosi.


"Akkhhh.." Helen meringis saat punggungnya menghantam pintu lemari dengan kuat. Elvan mendorongnya. Helen menatap dada bidang Elvan yang sangat dekat dengannya saat itu.

__ADS_1


"TATAP GUE!" Bentak Elvan sembari mencengkram kedua sisi wajah Helen dengan jari-jari kokohnya.


Secara perlahan air mata Helen mengalir dari ujung matanya.


"Apa mau lo sebenarnya?!" Tanya Elvan semakin memojokkan Helen dan menguatkan cengkraman jemarinya.


"Sumpah, gue ng-gak bermaksud ngeliat album itu, gue gak sengaja." Lirih Helen membela dirinya.


"Jangan bohong!!" Bentak Elvan lagi.


"Aaaa.." Helen menjerit saat Elvan meninju pintu lemari di belakangnya. Tinjuan itu nyaris mengenai wajahnya. Helen menahan deru nafasnya karena terkejut melihat tindakan Elvan. Matanya terpejam berusaha menetralkan rasa takut yang menghinggapinya.


"Gue gak suka liat lo ngusik privasi gue!" Sinis Elvan tajam. Jari telunjuknya ia angkat lalu ia tekankan di kening Helen.


Enggak, gue gak boleh takut, gue istrinya, gue lebih berhak tau soal kehidupan dia, Helen membatin. Matanya ia pejamkan kuat, tak tahan melihat kilatan emosi dan tatapan tajam Elvan.


"JAWAB?!" Bentak Elvan tepat di depan wajah Helen.


Helen menarik nafas dalam dan membuka matanya secara perlahan. Ia tidak boleh terlihat lemah.


"Menurut lo?" Tanya Helen balik. Ia menatap mata tajam Elvan dengan tidak kalah tajam.


Gue gak boleh lemah, Helen meyakinkan dirinya.

__ADS_1


Ia dapat melihat dengan jelas rahang Elvan yang semakin mengeras. Helen berusaha keras untuk tidak takut melihat wajah menyeramkan itu.


"Lo kaget?" Tanya Helen tak kalah sinis, bibirnya tersenyum miring.


Tangannya menggenggam erat pergelangan tangan Elvan yang berada di depan keningnya lalu menurunkan tangan itu secara paksa.


Helen mendorong kuat dada bidang Elvan sehingga pria itu mundur beberapa langkah.


Helen menghapus air matanya dengan kasar lalu menatap lekat manik mata Elvan yang menggelap. Ia seperti dapat melihat kobaran api yang membara pada diri pria itu. Helen tau, tak seharusnya ia melawan Elvan yang tak lain adalah suaminya sendiri. Ia telah menjadi istri yang durhaka. Namun, hal itu tidak terlalu ia ambil pusing, yang ingin ia lakukan adalah menunjukkan kepada Elvan bahwa ia bisa bersanding dengan Elvan, ia pantas menjadi istri Elvan dan ia tidak ingin dirinya direndahkan oleh suaminya sendiri.


"Foto ini kan yang jadi permasalahannya buat lo?" Tanya Helen setelah ia kembali merampas album tersebut dari genggaman Elvan lalu mengacungkannya di depan wajah pria itu.


Elvan menaikan sebelah alisnya menunggu apa yang akan dilakukan gadis di depannya itu selanjutnya. Elvan menatap intens wajah Helen yang sekarang juga sudah tersulut emosi. Dan bagi Elvan itu adalah suatu hal yang menarik.


"Hanya karna foto ini lo nyakitin gue! Karna foto ini lo berani dorong gue! Hanya karna gue lihat foto WANITA SI*LAN itu lo nekat dorong kepala gue! Si*lan Lo!" Teriak Helen kuat lalu mengoyak lembaran foto tersebut.


"Tega lo ya." Lirihnya sembari memukul tubuh bagian depan Elvan.


Air matanya kembali mengalir tanpa diminta, hatinya sakit. Ia sudah tidak dapat lagi berpura-pura kuat di hadapan Elvan. Sekarang ia membiarkan dirinya yang terisak pilu sembari terus memukul dada Elvan sebagai pelampiasan emosinya.


BERSAMBUNG..


Jangan lupa dukungannya ya teman-teman. Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2