My Cold Husband Is A CEO

My Cold Husband Is A CEO
Part 54


__ADS_3

Happy Readingđź’–


"Akkhh.. sakit be*o!" Bentaknya pada Virgo yang tidak sengaja memukul jemarinya dengan batu yang lumayan besar.


Virgo meringis melihat Elvan.


"Hehe gak sengaja, Bro." Ucap Virgo.


"Gampang banget lo ngomongnya!" Sarkas Elvan sambil meniup-niup jemarinya.


"Buang." Suruh Elvan.


Virgo tampak bingung.


"Apanya?" Tanya Virgo polos.


"Batu." Ujar Elvan pelan. Ia menghembuskan nafas lelah melihat tampang Virgo yang sangat menyebalkan.


Buk.


Suara batu tersebut terdengar jelas saat bertubrukan dengan tanah.


"Udah." Ucap Virgo sambil membersihkan telapak tangannya.


Elvan diam. Ia terus sibuk dengan ponsel di tangannya. Usaha mereka untuk menghidupkan mesin mobil tersebut hancur sia-sia saat tiba-tiba mesin itu meledak dan mengeluarkan asap.


Virgo bersenandung kecil sambil sesekali meliukkan tubuhnya mengikuti irama musik dari ponselnya. Ia tengah mendengarkan lagu india. Benar-benar tidak disangka. Pria semaco Virgo suka mendengarkan lagu-lagu dari negara yang mayoritas penduduknya berhidung mancung itu.


Ck!. Elvan berdecak saat melihat gambar Helen terpampang di layar ponsel yang tengah dilihatnya.


"Kenapa lagi lo?" Tanya Virgo lalu mendekati Elvan. Musik di ponselnya telah ia matikan.


"Lo hp baru?" Tanya Virgo saat melihat Elvan memegang ponsel yang berbeda dari biasa yang ia pakai.


Elvan menggeleng.

__ADS_1


"Wah, lo nyolong ya? Bener-bener lo, gak modal." Gurau Virgo sedikit ingin mencairkan suasana.


Elvan menatapnya tajam namun Virgo malah terkekeh melihatnya.


Elvan kembali fokus pada layar di tangannya, membuat rasa penasaran Virgo timbul begitu besar.


Virgo lebih mendekati Elvan dan melihat wajah Helen yang sedang tersenyum terlihat pada benda pipih tersebut. Virgo terperangah lalu tersenyum misterius.


Elvan cepat-cepat menyembunyikan ponsel tersebut saat tersadar Virgo sudah melihat semuanya.


"Apa lo?!" Tanya Elvan seakan tidak terima dengan senyum misterius Virgo.


"Bagus deh kalau lo udah move on." Ucap Virgo.


"Maksud lo?" Elvan tampak bingung.


"Lo udah mulai suka kan sama Helen? Ngaku aja." Ujar Virgo. Ia tau Elvan hanya pura-pura tidak mengerti maksud dari pertanyaannya tadi. Jelas-jelas sahabatnya itu masih terpuruk dikenangan masa lalunya.


"Impossible." Sarkas Elvan.


Virgo melirik Elvan yang tengah bersandar di pohon.


"Gue liat akhir-akhir ini lo lebih banyak bicara sama Helen." Ujar Virgo kembali membuka percakapan.


Elvan diam menerawang.


Virgo kembali bersuara.


"Gue rasa hubungan kalian udah ada sedikit kemajuan." Ucap Virgo.


Elvan masih diam. Dalam hati ia menyetujui perkataan Virgo dan hal itu membuatnya sedikit aneh. Ada apa dengan dirinya?.


"Udah saatnya lo buka hati buat cewek sebaik dan sesabar Helen." Ucap Virgo.


Lagi-lagi Elvan hanya bungkam. Virgo yang tidak mendapat respon juga ikut terdiam sembari mengecek ponselnya yang kehabisan daya.

__ADS_1


"Lo salah paham, gue cuma ngikutin keadaan. Gue bicara sama dia cuma kalau ada yang perlu dibicarain, selebihnya gue gak perduli asalkan dia gak terlalu masuk dalam kehidupan gue." Ujar Elvan yakin sambil menerawang jauh. Ia terlalu yakin dengan ucapannya.


Virgo yang mendengar jelas perkataan Elvan terperangah tidak yakin.


Lagi-lagi lo salah bro, batinnya.


Deru nafas keduanya terdengar saling memburu. Helen dan Ella sama-sama bertumpu pada tangan di atas lutut mereka. Mereka sangat lelah, benar-benar sangat lelah. Rasanya engsel kaki mereka benar-benar akan lepas dari tempatnya jika mereka kembali berlari menempuh jalanan yang cukup jauh. Untungnya mereka tak perlu lagi melakukan hal itu karena sekarang mereka telah sampai pada tujuan walaupun belum pasti mendapatkan hal yang diinginkan.


BERSAMBUNG...


Bonus foto :


Francine Chatarina Helen



Elvan Xavier Bramantyo



Rellah Baneska



Virgo Bramasta



Amora Alexandra



Daniel Mahendra


__ADS_1


__ADS_2