My Cold Husband Is A CEO

My Cold Husband Is A CEO
Part 88


__ADS_3

Sesampainya di rumah Ella yang baru, yang mungkin baru sekitar sebulan ini ditempati oleh gadis itu, Elvan langsung keluar dari mobilnya dan menghampiri Ella yang sudah menunggunya di depan pintu utama, gadis itu tampak gelisah.


“Gimana keadaan Alexa?” Elvan menatap Ella. Kini mereka telah berada di ruang tamu.


Ella menggeleng lalu menyerahkan ponsel miliknya kepada Elvan. Elvan yang melihat apa yang ada di layar benda pipih itu seketika mengeraskan rahangnya. Melihat foto Alexa yang tampak menangis dengan keadaan tidak baik membuat amarah Elvan mendidih. Perasaannya kini campur aduk antara sedih, senang, khawatir dan rindu yang membuncang membuat Elvan merasa tidak karuan.


Mengapa wanitanya menangis seperti itu? Apa yang telah terjadi padanya? Siapa yang membuatnya menangis? Pikiran Elvan berkecamuk memikirkan wanitanya yang tampak sangat menderita.


“Foto itu baru dikirim oleh orang yang mengawasi Alexa kemarin malam.” Jelas Ella. Orang yang dimaksud Ella adalah orang yang diutusnya untuk mencari tentang Alexa baru-baru ini. Orang itu juga bagian dari agen HELEN.


“Kemarin malam? Kenapa baru kasih tau gue sekarang?!” bentak Elvan tak terkontrol. Seharusnya Ella memberi taunya mengenai info sepenting ini secepat mungkin. Tapi ini? Akkhh… Elvan benar-benar kesal saat ini.


“Gue juga baru tau, semalam gue gak ada buka hp, gue liat foto yang ternya udah dikirim dari kemarin malam.” Ujar Ella menjelaskan.


“Dari sini ada yang buat gue curiga. Kenapa selama ini Alexa bisa sehebat itu nyembunyiin identitas dia? Kenapa selama ini dia sama sekali gak bisa kita lacak? Lo pernah mikir gak? Sejak kapan Alexa bisa sehebat itu. Karna selama yang kita tau dia bukan orang yang hebat dalam bidang seperti itu.” Ucap Ella dengan pandangan yang tampak serius.


Elvan terdiam sejenak. Ada benarnya juga perkataan Ella barusan. Pasti ada hal lain yang tidak mereka ketahui tentang kepergian Alexa. Apalagi selama ini gadisnya itu hanya sibuk dengan fashionnya, jadi tidak mungkin wanita itu bisa menghilang bak ditelan bumi seperti ini dan selama ini.


“Gue juga sempat mikir kayak gitu. Kita harus bergerak cepat, La. Gue harus lihat kondisi Alexa secepatnya. Dari yang gue liat barusan kayanya dia gak lagi baik-baik aja. Gue harus susul dia.” Tukas Elvan yakin.

__ADS_1


“Maksudnya, lo mau ke Findland?” Ella menatap Elvan penuh tanya.


“Iya. Gue harus nyusul dia kesana secepatnya. Gue udah gak bisa diem aja. Gue harus pergi hari ini juga.” Timpal Elvan sambal menatap Ella lekat.


“Lo yakin? Gimana kerjaan lo disini?”


“Gue yakin. Soal kerjaan Virgo bisa handle untuk sementara waktu.” Terang Elvan.


“Ok. Gue dukung kalau lo memang mau nyusul Lexa. Tapi masalahnya, gue gak jamin kalau lo bisa nemuin dia semudah itu. Lo harus bawa para anak buah lo untuk jaga-jaga.” Jelas Ella.


“Kalau itu gue juga tau. Kabari gue kalau lo dapat kabar terbaru tentang Alexa.” Pinta Elvan.


Elvan menatap kepergian Elvan dari rumahnya. Ia berharap semoga Elvan bisa bertemu dengan Alexa secepatnya.


Setelah menghubungi Virgo dan memberitahu mengenai keberangkatannya, Elvan segera pergi menuju bandara. Namun, perkataan Virgo tadi masih terngiang dipikiran Elvan.


“Lo beneran mau pergi jumpai Alexa?” tanya Virgo saat Elvan memberitahu rencananya.


“Hmm.”

__ADS_1


"Apa tujuan lo kesana? Lo yakin kalau Alexa mau nemuin lo?" Tanya Virgo lagi.


"Gue harus ketemu sama Alexa. Gue udah tau kalo ternyata kondisi dia gak baik-baik aja. Gimana mungkin gue masih tetap diam setelah tau kondisi dia yang sebenarnya, Vir. Please, kali ini jangan halangin gue. Gue gak bisa kalo gak pergi saat ini juga. Gue bisa gila Vir kalau sampai Alexa kenapa-kenapa disana." Lirih Elvan. Rasanya Elvan tidak akan sanggup bertahan hidup jika ia tidak menemui Alexa secepatnya.


"Gus gak masalah kalau lo mau nyelamatin Alexa dari bahaya. Tapi masalahnya, lo itu punya perasaan sama dia, sementara lo udah punya Helen, wanita yang seharusnya lo perjuangin. Gue gak mau karna lo nyusul Alexa kesana hubungan lo sama Helen hancur berantakan." Virgo menjelaskan.


"Enggak Vir. Helen gak akan biarin hubungan ini hancur. Dia buka cewek kaya gitu. Gue yakin dia pasti bisa ngerti."


"Harus berapa kali lagi Helen ngertiin lo, El? Lo udah terlalu sering nyakitin perasaan dia. Apalagi dia udah tau tentang hubungan lo sama Alexa. Lo masih berharap kalau Helen ngertiin lo kali ini? Kalau gue jadi dia, gue pasti udah ninggalin lo saat ini juga." Tekan Virgo tajam. Virgo tidak habis pikir jika Elvan akan segera itu pergi meninggalkan Helen hanya karena ingin menemui Alexa.


"Sayangnya lo bukan Helen, Vir. Dia itu beda. Dia gak kaya perempuan pada umumnya. Jika perempuan lagi akan memilih pergi saat tau suaminya punya wanita lain, maka Helen nggak, Vir. Dia gak kaya gitu. Dia pasti akan tetap milih tinggal sama gue, Vir. Gue tau dia udah cinta sama gue, Vir."


“Nah, itu lo tau kelebihan Helen dibandingkan perempuan lainnya. Dia itu nyaris sempurna, El. Apa lagi yang kurang? Dia udah cinta sama lo. Jadi, buat apalagi lo nyusul Alexa? Pertahanin apa yang udah ada, El. Jangan sampai lo nyesel.” Ucap Virgo penuh penekanan.


Elvan tidak yakin jika dirinya benar-benar telah mengatakan kelebihan Helen dihadapan Virgo. Dirinya juga merasa berat saat harus meninggalkan Helen yang entah sampai berapa lama. Tapi apa boleh buat, dia sangat membutuhkan Alexa kali ini. Ia harus berhasil menemui Alexa dan meminta penjelasan Wanita itu. Elvan yakin, jika Helen pasti bisa mengerti dirinya. Tapi, dia bahkan belum memberitahu kepergiannya pada Helen. Biarlah, Elvan akan menjelaskannya saat ia kembali nanti.


Lamunan Elvan buyar saat seorang pria bersetelan hitam memberitahunya jika semua perlengkapan mereka telah selesai dipersiapkan.


TBC

__ADS_1


__ADS_2