
Bramantyo Company
Helen dan Ella telah sampai di kantor Elvan beberapa menit yang lalu. Kini mereka tengah berada di lift yang akan membawa mereka ke lantai atas di mana meja Virgo berada.
Keluar dari lift mereka langsung melihat Virgo yang berjalan ke arah mereka, ternyata pria itu juga ingin menghampiri Ella dan Helen.
“Haii, Helen.” Sapa Virgo setelah memberi kecupan singkat di kepala Ella. Kini pria itu sedang merangkul gadisnya.
“Haii.” Helen tersenyum manis menatap Virgo.
“Emmm kita langsung jalan atau gimana nih?” Virgo menatap Ella dan Helen bergantian.
Helen diam tak menjawab. Namun, ia melirik Virgo dan pintu ruangan kerja Elvan bergantian. Virgo mengerti jika saat ini Helen sedang ingin bertemu dengan Elvan, tapi hal itu sangat mustahil mengingat Elvan yang kini pergi jauh dari mereka. Ia harus menjauhkan Helen dari ruangan itu jika tidak ingin ketahuan telah berbohong kepada wanita itu.
Helen gak boleh tau kalau Elvan gak ada disini, batin Elvan.
Ella juga jangan sampai curiga kalau Helen dan Elvan ternyata udah nikah, Virgo melirik Ella yang masih berada dalam rangkulannya.
Helen bertekad untuk mencari tau dimana Elvan sebenarnya. Karena itu, saat ini ia rela datang ke kantor suaminya untuk memastikan jika Elvan benar ada disana, sesuai perkataan Virgo tempo lalu atau malah perkataan Ella tadi lah yang benar adanya.
“Aku ngikut maunya kamu aja.” Ella menoleh menatap wajah Virgo.
__ADS_1
“Ya udah yuk, kita langsung jalan aja.” Ujar Virgo.
“Tapi…” Helen menatap Virgo penuh tanya. Posisinya saat ini benar-benar serba salah. Ingin bertanya tentang Elvan lebih banyak, tapi takut Ella akan curiga nantinya.
“Udah deh yang jomblo ngikut aja, ayo ah.” Ella melepaskan rangkulan Virgo lalu menarik Helen.
Beberapa menit kemudian, mereka bertiga telah sampai di salah satu restoran cepat saji.
Tidak banyak yang dapat Helen tanyakan tentang Elvan kepada Virgo karena Ella sedang ada di samping mereka.
Mereka bertiga sudah memesan makanan beberapa menit yang lalu. Sembari menunggu, Virgo permisi dari hadapan mereka untuk pergi ke kamar mandi.
Ella langsung meraih ponsel tersebut.
“Elvan.” Ujarnya memberi tau Helen.
Dengan excited Helen menatap Ella.
“Angkat, La.” Ujarnya semangat.
Ella segera menggeser layar hijau yang tertera di ponsel Virgo.
__ADS_1
“Halo Vir, gue gak bisa pulang hari ini. Gue ketemu sama Alexa. Gue akan jelasin kalau nanti gue udah pulang.” Ella tersenyum cerah mendengar perkataan Elvan. Tidak lama lagi ia akan bertemu dengan sahabat lamanya itu. Berbeda dengan Ella, Helen kini duduk kaku di kursinya. Alexa? Benarkah Elvan telah bertemu dengan Alexa? Jadi suaminya itu meninggalkannya karena… Helen tidak dapat menahan sakit di hatinya. Perasaannya terluka mendengar penuturan Elvan. Matanya mulai berkaca-kaca. Mengapa rasanya sangat sakit?.
“Bilangin sama Helen kalau gue bakalan pulang beberapa hari lagi.”
Bib… Bib… Bib…
Sambungan telpon terputus sepihak. Jika tadi Ella tersenyum cerah, kini ekspresi itu digantikan dengan kebingungnan yang tampak jelas.
Mengapa Elvan berkata demikian? Mengapa ia meminta Virgo untuk memberitahu Helen jika ia pulang beberapa hari lagi? Sebenarnya apa hubungan Elvan dengan Helen?.
Ella menatap Helen yang duduk di depannya. Dahinya langsung mengernyit saat melihat mata Helen yang tampak berair.
“Lo nangis? Helen lo kenapa? Hei lo kok…”
“Siapa yang telpon?” suara Virgo menghentikan pertanyaan Ella. Pria itu telah kembali dari kamar mandi.
“Elvan. Dia udah berhasil ketemu sama Alexa.” Jawab Ella.
Brak!
TBC
__ADS_1