
Happy Readingđź’–
Daniel Mahendra, pria keren yang tidak kalah tampan dari Elvan. Pria yang mempunyai daya Tarik tersendiri membuat dirinya banyak dijadikan incaran para wanita. Tentunya, wanita yang tidak baik-baik. Kebiasaannya yang suka tebar pesona jika melihat wanita sexy. Daniel juga tidak kalah kaya dari Elvan. Mereka sama-sama memegang perusahaan yang terkenal. Banyak persamaan diantara keduanya. Namun, perbedaan mereka juga tidak lah sedikit. Mereka saling kenal. Namun, satu hal yang membuat keduanya seakan-akan berada di zona yang berbeda. Satu hal, yang hanya keduanya dan Tuhan tau.
Beberapa minggu yang lalu, Daniel bertemu dengan Helen. Kejadian yang tak terduga membuat keduanya bertemu atau saling tatap untuk pertama kalinya. Dan beberapa waktu yang lalu, mereka kembali bertemu. Juga dengan tidak disengaja.
Daniel merasakan sesuatu yang berbeda saat melihat dan mengingat gadis itu. Sejak mereka bertemu pertama kalinya, Daniel merasa berbeda. Helen mengingatkannya pada seseorang. Seseorang yang ia sendiri juga tidak tau. Namun, gadis itu benar-benar membuat jantungnya berdetak tidak seperti biasanya.
Usai mengantarkan Helen dan rombongannya, Daniel Kembali memacu mobilnya menuju jalanan kota. Namun, sesuatu terbesit di hatinya membuat Daniel Kembali memutar mobilnya dan kembali mendatangi wisata alam tempat Helen dan teman-temannya berlibur.
Sepanjang perjalanan, Daniel memantapkan tekadnya bahwa mulai saat ini ia akan menjadikan gadis itu miliknya. Sesuatu telah merubah Daniel. Tidak biasanya pria itu seperti ini. Memang, telah banyak wanita yang ia kencani dua tahun belakangan, namun kali ini berbeda. Daniel merasa dejavu dengan semua yang ia alami dengan Helen. Mulai dari pertemuan mereka hingga membuatnya ingin memiliki gadis itu.
Malam harinya, Daniel menginap di penginapan yang sama dengan Helen. Sebisa mungkin ia menyembunyikan diri dari Helen. Menurut Daniel, ia harus mencari saat yang tepat untuk kembali menampakkan diri dihadapan gadis itu. Banyak pertanyaan yang terbesit di benak Daniel. Mengenai siapa Helen sebenarnya? Mengapa ia merasa hatinya sangat dekat dengan Helen? Apa hubungan gadis itu dengan Elvan? Mengapa mereka berlibur Bersama padahal keduanya tampak sangat tidak akur?.
__ADS_1
Pagi-pagi sekali, Daniel bangun dari tidurnya. Sebuah rencana telah ia susun rapi di otaknya. Daniel memperhatikan Helen dari kejauhan. Gadis itu benar-benar membuatnya gila. Baru dua kali bertemu, tapi gadis itu telah membuatnya kehilangan separuh akal sehatnya. Menjadi penguntit, bukanlah hal yang pernah ia lakukan.
Daniel duduk di sebuah pondok beratapkan nipah. Pondok yang posisinya tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh dari pondok yang Helen dan Elvan tempati. Dari tempatnya duduk, Daniel dapat melihat sebagian wajah Helen.
Merasa posisinya aman, Daniel membuka masker yang sedari tadi menutupi sebagian wajahnya. Masker berwarna putih itu ia lemparkan asal di atas meja.
Daniel memperhatikan Helen dan Elvan yang tampak serius. Entah apa yang sedang kedua orang itu bicarakan dan itu membuat Daniel penasaran. Mengapa Elvan tampak jengah saat melihat wajah Helen?
Daniel menyeruput air kelapa muda di depannya lalu mengeluarkan ponsel miliknya. Sambal mengamati Helen, pria itu memainkan ponselnya sebagai penghilang jengah. Larut dengan benda pipih di depannya membuat Daniel kehilangan beberapa moment mengenai Helen dan Elvan.
Sementara itu,
Elvan yang tadinya ingin membantu Helen langsung menghentikan pergerakannya saat melihat Daniel yang sudah lebih dulu menghampiri Helen. Rahangnya seketika mengeras. Mengapa harus pria laknat itu? Elvan kembali duduk di tempatnya sembari memperhatikan dua orang di depannya. Rasa kesal menjalar di benak Elvan melihat Daniel yang dengan sengaja menyentuh kaki Helen.
__ADS_1
Elvan bertambah kesal saat Daniel bertingkah seakan ia peduli pada Helen. Ia kalah satu langkah dari Daniel dan itu membuat rahangnya Kembali mengeras. Tidak hanya kesal pada Daniel, Elvan juga kesal saat Helen tersenyum manis kepada pria yang ia anggap laknat itu. Bisa-bisanya gadis itu tebar-tebar senyum pada pria yang baru ia kenal. Hal itu membuat Elvan mendengus sebal.
“Lo kenapa?” Daniel menatap kaki Helen yang sedikit ditekuk. Terbesit kekhawatiran dalam suaranya.
“Ha?” Helen membeo menatap Daniel yang berada di depannya. Wajahnya cengo melihat pria berkulit putih itu.
“Kaki lo kenapa? Sakit?” Daniel kembali bertanya. Wajah Helen yang masih tampak heran menatapnya membuat Daniel tersenyum tipis. Ekspresi gadis itu benar-benar lucu dan itu membuat Daniel ingin sering melihatnya.
“Oh iya. Eh, enggak kok. Kaki gue gak papa, sehat-sehat aja kok.” Helen menggeleng sambal menampakkan cengiran di wajahnya. Lagi-lagi hal itu membuat Daniel merasa lucu.
“Aaa..!” pekik Helen saat Daniel tiba-tiba menekat pelan pergelangan kakinya.
“Ini yang namanya sehat?” Daniel menatap Helen lekat. Ia hanya menyentuh sedikit kaki gadis itu tapi reaksi Helen membuat Daniel semakin yakin jika kaki gadis itu sedang tidak baik-baik saja.
__ADS_1
TBC
Jangan lupa dukungannya ya teman-teman. Terima kasih.