My Cold Husband Is A CEO

My Cold Husband Is A CEO
Part 24


__ADS_3

Happy Reading Guys❤


Di pagi hari yang cerah ini, orang-orang melakukan berbagai macam aktivitas. Biasanya, pagi yang cerah dapat menambah semangat bagi orang yang merasakannya. Hari ini, keluarga besar Bramantyo dan Ditya sedang bersuka cita. Hari dimana teriaknya tali pernikahan antara Helen dan Elvan. Terlihat rumah mewah yang menjadi kediaman keluarga Bramantyo itu sudah di hias sedemikian rupa, pertanda resepsi akan segera dimulai dan keluarga besar Ditya juga sudah tiba beberapa saat lalu.


Di kamar lantai atas, kamar yang selalu menjadi tempat seorang gadis terlelap setiap malam, Helen tampak duduk termenung di depan cermin hias. Ia menatap pantulan dirinya yang sudah berbalut kebaya putih dengan tatapan kosong. Beberapa saat yang lalu, ia mendapat kabar bahwa keluarga Elvan sudah tiba. Helen meremas tangannya yang berada di atas paha. Ia gugup. Tidak lama lagi ia akan sah menjadi istri Elvan. Helen paham, bahwa ia dan Elvan menikah bukan karena kemauan mereka, apalagi karena cinta, melainkan karena sebuah perjodohan yang sudah sejak lama, bahkan sebelum mereka ada di dunia ini. Walaupun pernikahan mereka bukan berlandaskan cinta, Helen tetap ingin pernikahan mereka seperti layaknya pernikahan pada umumnya. Lamunan Helen buyar saat Mamanya memasuki kamarnya.


"Sayang. Kamu sedih?" Sandra mengusap puncak kepala Helen lembut.


Helen menggeleng lemah seraya tersenyum paksa.


"Ayo, ikut Mama." Ajak Sandra sembari membantu Helen berdiri.

__ADS_1


Dari lantai atas, Helen dapat melihat keluarganya dan keluarga Elvan yang sudah berkumpul ketika ia dan Mamanya berdiri di dekat anak tangga. Helen menatap Elvan dari kejauhan, calon suaminya itu mengenakan setelan jas berwarna putih gading, sama dengan kebaya yang ia kenakan saat ini. Helen menoleh ke arah Sandra yang berdiri di sampingnya ketika Sandra mengusap pundaknya. Helen tersenyum lembut menatap Mamanya, lalu suara Elvan kembali menarik perhatian Helen untuk menatap pria itu.


"Saya terima nikahnya Francine Chatarina Helen binti Frans Ardiansyah Ditya dengan mas kawin berupa emas 350 gram dan seperangkat alat sholat dibayar tunai." Ucap Elvan.


Semua hadirin mengucap syukur atas sah nya Elvan dan Helen menjadi sepasang suami istri. Tanpa dikehendak air mata Helen mengalir di pipi mulusnya. Sandra mengucap syukur karena ijab qabul hari ini berjalan dengan lancar. Helen menghapus air matanya sebelum Sandra menyadari kalau ia sedang menangis dalam diam. Yang ada di benak Helen saat ini hanyalah tentang masa depan pernikahannya. Apakah ia sanggup bertahan hidup dengan Elvan yang memiliki sifat bertolak belakang dengan dirinya?.


"Ayo sayang." Sandra menuntun Helen ke bawah hingga duduk di samping Elvan.


****


__ADS_1


Malam ini mereka benar-benar seperti seorang pangeran dan ratu. Helen mengenakan gaun kembang berwarna putih yang kandas hingga menyentuh lantai. Rambutnya ditata rapi sedemikian rupa dengan tambahan sedikit hiasan. Sedangkan Elvan sangat tampan dengan setelan jas nya yang berwarna hitam.


Mereka menyalami satu persatu keluarganya. Helen tersenyum manis menatap keluarga Elvan. Sepanjang acara, Helen dan Elvan lebih banyak saling mengenalkan keluarga satu sama lain.




BERSAMBUNG..


Akhirnya Helen nikah juga ya sama Elvan.. Kira-kira gimana kehidupan mereka berdua selama menikah yaa??

__ADS_1


Jangan lupa di like dan komen ya teman-teman.


Terima kasih 💖


__ADS_2