My Cold Husband Is A CEO

My Cold Husband Is A CEO
Part 26


__ADS_3

*Di lain tempat*


Elvan duduk di dekat meja bar yang terdapat beberapa botol minuman beralkohol di atasnya. Ia meneguk minuman itu untuk kesekian kalinya. Elvan datang ke club itu bersama dengan sahabatnya, Virgo. Tadi, Elvan meminta Virgo untuk menemaninya ke tempat itu dengan perjanjian tidak ada minuman dan mereka hanya sebentar di tempat tersebut. Namun, ingkar sudah perjanjian itu. Elvan sudah tidak peduli lagi dengan Virgo yang melarangnya untuk tidak meminum minuman itu. Virgo juga minum, namun tidak sebanyak Elvan. Ia menatap malas Elvan yang duduk di sampingnya.


"Lo kenapa lagi sih? Cerita sama gue kalau lo lagi ada masalah bukan malah minum sampai mabuk kaya gini. Apa gunanya gue disini kalau lo dari tadi diam terus." Elvan meletakkan gelas di tangannya lalu menatap Virgo datar.


"Lo percaya gak?" Ucap Elvan.


Virgo menyerngit bingung.


"Percaya apaan?" Tanyanya.


"Percaya gak kalau gue udah nikah?" Elvan kembali meneguk segelas minuman.


"Nikah? Ya enggak lah, mana gue percaya kalau lo udah nikah." Ia tidak yakin Elvan benar-benar mengatakan itu.


"Gue serius!" Elvan menatap Virgo dengan tatapan membunuhnya.


"Gak mungkin, gue gak yakin kalau lo-"


"Gue nikah sama Helen!" Potong Elvan. Virgo menganga mendengar nama itu.


Gak mungkin, batinnya.

__ADS_1


"Mana mau Helen nikah sama lo, lo itu bukan tipenya." Virgo membantah.


"Gue serius. Hari ini resepsi kami, hari ini dia resmi jadi istri gue." Jelas Elvan serius lalu kembali meneguk minumannya.


"Oh, shitt..!!" Virgo refleks meninju meja di depannya. Entah kenapa ia merasa tidak terima dengan pengakuan Elvan. Mengapa ia merasa ada yang sakit?.


"Kalau memang lo udah nikah sama Helen, kenapa malam ini lo ada di tempat ini?!" Virgo masih tidak percaya dan ia ingin jawaban lebih.


"Ngapain juga gue harus di tempat itu dan berduaan sama dia? Lo pikir gua bakalan mau?" Elvan tersenyum miring setelah berujar demikian.


Virgo menatap Elvan, tak habis pikir dengan pikiran sahabatnya itu.


"Kenapa lo nikahin Helen kalau lo gak cinta sama dia? Lo mai mainin perasaannya dia? Lo mau jadiin Helen pengganti sementara gitu? Parah lo!" Virgo menarik merah baju Elvan lalu dilepaskannya kasar sehingga tubuh Elvan terhuyung ke belakang menyentuh punggung sofa. Ia sangat kesal kepada Elvan.


"Gue dijodohin sama dia dan asal lo tau, gue gak pernah punya pemikiran buat jadiin dia pengganti sementara. Gue gak sejahat itu bro. Lagian gue gak butuh pengganti, gue cuma butuh Alexa dan gue akan tetap tunggu dia!" Elvan mendelik menatap Virgo sembari kembali membenarkan posisi tubuhnya.


Elvan memejamkan mata saat menundukkan kepalanya di atas meja. Ia kembali memikirkan hal yang terjadi tadi pagi. Mungkin jika ia benar-benar jatuh cinta pada Helen, proses tadi pagi akan dilaluinya secara dramatis. Tapi, tidak ada perasaan khusus yang dirasakannya saat kata demi kata meluncur dari bibirnya. Elvan mengambil ponselnya yang terletak di atas meja. Di tatapnya senduh layar ponsel tersebut yang menampakkan wajah seorang wanita cantik. Diusapnya lembut layar ponsel itu, sesekali ia memberikan ciuman kecil disana.


Virgo menatap geram Elvan yang melakukan hal itu. Tidakkah sahabatnya itu berpikir bahwa apa yang dilakukannya saat ini salah?.


"Kenapa lo mau nikahin Helen?" Tanya Virgo lagi. Ia benar-benar ingin tau apa yang telah terjadi sebenarnya.


"Gue sebenarnya gak mau, tapi nyokap gue maksa dan lo tau sendiri kan kalau gue paling menjaga perasaan nyokap gue? Gue gak mau nyokap sedih terus jatuh sakit karena gue tolak keinginannya. Gue bakalan merasa bersalah kalau sampai hal itu terjadi." Ucap Elvan dengan suaranya yang tidak jelas.

__ADS_1


"Lo mikirin perasaan orang tua lo tapi lo gak mikirin perasaan Helen! Mau sampai kapan lo kayak gini terus? Sekarang Helen udah jadi tanggung jawab lo. Lo harus jalanin tanggung jawab itu dan caranya bukan kaya gini!" Bentak Virgo.


"Gue gak peduli! Gue gak peduli sama tanggung jawab atau apapun itu! Seharusnya dia udah tau apa resikonya nikah sama gue. Terserah dia mau mikir apa tentang gue, yang penting dia gak ganggu hidup gue dan gak ngusik ketenangan gue!" Elvan tak kalah emosi dengan Virgo.


Virgo menghela nafas lelahnya. Percuma berbicara dengan orang yang tidak waras. Sekeras apapun Virgo melarang, Elvan tetap saja akan merasa bahwa dirinya lah yang paling benar.


Elvan meraih sebotol vo*ka dan meneguknya. Setelah menghabiskan beberapa tegukan, Elvan menghempaskan botol tersebut ke lantai hingga pecah berkeping-keping. Tentu saja suara benturan botol tersebut tidak dapat mengalahkan suara dentuman musik di club itu. Tidak ada yang peduli dengan Elvan, termasuk Virgo.


Virgo membiarkan Elvan mengeluarkan suara emosi dan kerinduannya. Lagi pula ia terlalu syok mendengar cerita pernikahan Elvan. Hilang sudah harapannya selama ini. Helen gadis itu telah menjadi milik Elvan, sahabatnya.


Virgo menatap Elvan yang berjalan sempoyongan ke arah sekumpulan orang-orang yang sedang menggoyangkan tubuh mereka tidak beraturan. Elvan ikut bergabung ke tengah-tengah kerumunan itu. Para wanita sexy yang mengenakan pakaian keuangan bahan mendekat kepada Elvan yang sedang menari sempoyongan. Tangan-tangan nakal wanita itu berusaha menyentuh tubuh kekar Elvan yang berbalut kemeja.


Seorang wanita yang berpakaian merah berhasil berdiri tepat dihadapan Elvan. Ia menatap Elvan dengan senyuman menggodanya. Tangan nakalnya menyentuh dada bidang Elvan. Elvan tersenyum miring melihat wanita itu. Ia meraih tubuh wanita itu dan mendekatkannya pada tubuhnya. Salah satu tangan Elvan mengusap punggung wanita itu. Punggung yang tanpa ditutupi kain itu terasa lembut di telapak tangannya. Wanita itu menggoyangkan dan merapatkan tubuhnya pada Elvan. Elvan yang sudah terpancing langsung menarik kasar wanita itu ke sudut ruangan. Elvan langsung menyerang bi*ir wanita itu dengan kasar. Sesekali ia menarik rambut wanita itu agar lebih mendongak. Ciu*an kasar itu membuat wanita itu meringis, namun ia tidak keberatan sedikit pun.


Hal itu berlangsung selama tiga menit membuat nafas keduanya terengah-engah. Elvan kembali akan melu*at rakus bi*ir wanita itu, tapi tubuhnya sudah terjungkal ke belakang. Elvan tersungkur di lantai, ia menghapus kasar darah yang berada di sudut bibirnya lalu perlahan bangkit sambil menatap tajam Virgo yang berdiri di depannya.


Bukkk..


Elvan membalas pukulan di wajah Virgo.


Virgo meludahkan darah yang ada dimulutnya. Pukulan Elvan cukup keras mengenai pipinya. Virgo yang sudah terpancing emosi kembali memberikan pukulan pada wajah Elvan, hingga pergulatan yang hebat terjadi di club malam tersebut. Elvan dan Virgo sama-sama terkulai lemas saat beberapa pengurus club memindahkan mereka ke sofa sudut. Semuanya sudah usai. Tidak ada yang menang apalagi kalah.


"Lo bener-bener bren*sek!" Ujar Virgo sebelum kesadarannya hilang menyusul Elvan yang sudah tidak sadarkan diri.

__ADS_1


BERSAMBUNG..


Happy Reading Guyyss❤


__ADS_2