
Helen dan Daniel segera menyantap makanan yang mereka pesan. Jika Helen menyantap makanannya dengan khidmat, maka berbeda dengan dengan Daniel, pria itu memakan makanannya sambil menatap wajah Helen yang tampak sangat cantik malam ini.
"Kenapa?" Helen yang merasa risih ditatap begitu lekat oleh Daniel mengalihkan perhatiannya dari santapan lezat tersebut. Dahinya mengernyit sembari menatap manik mata Daniel yang tidak berkedip.
Bukannya menjawab, pria itu hanya mengulas senyum dengan tatapan yang masih fokus menyelami bola mata Helen. Seakan mencari kebenaran siapa sebenarnya gadis dihadapannya itu. Kenapa ia merasa tidak asing?.
“Sudah selesaikan? Jadi, kenapa lo ngajak gue ketemuan?” tanya Helen sesaat setelah menyelesaikan makannya.
Daniel hanya mengedikkan bahunya.
“Bosen gue makan malam di rumah terus, sekali-kali gue mau cari suasana baru.” Jawab Daniel enteng.
“Ma-maksudnya, lo ngajak gue ketemuan jauh-jauh kemari hanya karena lo bosen makan di rumah?!” pekik Helen tidak habis pikir. Bisa-bisanya pria berambut hitam pekat itu mengkelabuinya. Hilang sudah waktu berharganya bersama Elvan malam ini. Ck!
“Lo ngerjain gue?” tekan Helen sesaat setelah menegakkan duduknya.
“Ya enggak lah! Udah deh yang penting sekarang kita udah selesai makan. Sekalian kita jalan-jalan yuk.” Ujar Daniel lalu berdiri dari kursinya.
“Enggak! Gue mau pulang. Kalua lo mau jalan, jalan sendiri aja sana! Gak usah bawa-bawa gue.” Ketus Helen.
__ADS_1
“Heii.. hei.. slow baby. Kita udah sepakat sebelumnya. Sesuai yang sudah pernah gue bilang. Kalau lo wajib menuruti permintaan gue.” Jelas Daniel dan kembali menduduki kursinya.
“Tapi gak sekarang juga kali. Lo gak lihat ini udah jam berapa?!” ujar Helen dengan sedikit emosi.
Huffttt.. Helen menghela nafasnya bersabar. Jangan sampai sifat bar-barnya keluar dihadapan Daniel. Satu hal yang Helen takutkan saat ini. Bagaimana jika Elvan sudah pulang dari kantor? Bagaimana kalau pria itu tau jika dirinya sedang bersama Daniel saat ini? Gawat! Bisa-bisa si Kulkas Rusak itu mengadu yang tidak-tidak kepada orang tuanya. Bisa sajakan si Kulkas Rusak itu mengarang cerita jika Helen sedang selingkuh agar ia bisa lebih mudah menceraikan Helen? Jangan sampai. Ck!
"Masih setengah sepuluh juga." Balas Daniel sambil melirik jam tangan hitam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.
"Masih lo bilang? Udah deh, gue pulang aja. Waktu gue habis sia-sia karna lo." Ketus Helen sembari berdiri dan menyambar sling bag nya dari atas meja.
"Gue antar." Daniel ikut berdiri.
"Gak perlu. Makasih." Ujar Helen masih dengan nada ketusnya. Setelah itu ia berlalu meninggalkan Daniel begitu saja.
"HELEN!" Daniel menahan lengan Helen saat gadis itu akan membuka pintu mobil di hadapannya.
"Apalagi?"
"Gue antar ya? Gue gak bisa biarin lo pulang sendirian malam ini." Ujar Daniel lembut.
__ADS_1
"Kan gue udah bilang gak perlu. Lo gak lihat gue bawa mobil?"
"Iya gue tau. Tapi... Gue ngikutin lo dari belakang aja deh, biar nanti gue gak kepikiran. Gak ada penolakan!" Dengan cepat Daniel langsung mendorong tubuh Helen memasuki mobil.
"Apa sih maksudnya? Gak jelas!" Gerutu Helen setelah Daniel menutupkan pintu mobilnya. Selanjutnya, Helen segera melajukan mobilnya meninggalkan parkiran restaurant dengan Daniel yang mengikutinya dari belakang.
Setelah sekitar dua puluh menit melalui jalanan yang sudah lumayan sepi, Helen memelankan laju mobilnya lalu berbelok ke arah gedung apartement diikuti Daniel yang juga berbelok dan berhenti di dekat mobil Helen.
"Ngapain lagi? Udah sana pulang." Helen menatap Daniel yang saat ini sudah berdiri di hadapannya.
"Iya iya, masuk dulu sana."
"Ya udah sana pulang!"
"Lo masuk dulu." Daniel tertawa geli dalam hati. Di matanya Helen tampak lucu jika sedang kesal.
"Iihh.. ribet banget sih hidup lo." Kesal Helen lalu melangkah meninggalkan Daniel yang tengah mengulum senyum ke arahnya.
Bikin jengkel, gerutu Helen dalam hati.
__ADS_1
Bersambung..
Jangan lupa di like dan komen ya guys.. Terima kasih