My Cold Husband Is A CEO

My Cold Husband Is A CEO
Part 1


__ADS_3

Perjodohan?


“Helen, ini sudah hampir maghrib, kalian mau sampai kapan bermainnya!” suara Sandra, mama Helen, terdengar menggelegar dari dalam rumah. Sandra berdiri di depan pintu sambal berkacak pinggang menatap tajam suami dan anak semata wayangnya yang masih asik bermain basket. Frans dan Helen mengabaikan teriakan Sandra. Mereka terus melanjutkan permainan seolah tidak terganggu dengan tatapan tajam wanita itu.


“Mama hitung sampai tiga, kalua masih tidak berhenti, Papa tidur diluar malam ini!” Teriak Sandra mengancam suaminya, Frans. Mendengar ancaman istrinya, Frans langsung menghentikan permainan dan meninggalkan Helen yang masih dribble bola.


“Papa, jangan curang, Helen sudah menang, kenapa Papa pergi, sih?” omel Helen saat melihat papanya pergi meninggalkan lapangan. Mereka sedang bermain basket di halaman belakang rumah. Memang rumah tempat mereka tinggal memiliki halaman yang luas dan asri. Warna halaman rumah itu pun terasa hidup dengan banyaknya macam warna bunga. Rumah tersebut merupakan pilihan Sandra saat mereka akan pindah ke Indonesia. Mereka pindahan dari Amsterdam 5 tahun yang lalu. Di Indonesia mereka memiliki lebih banyak family dari pada di Amsterdam.


“Jangan begitu sayang. Aku tidak akan sanggup jika harus tidur diluar malam ini. Oh, god aku tidak ingin itu.” Frans mengabaikan celotehan putrinya yang masih berada di lapangan dan menghampiri istrinya yang masih berdiri di depan pintu. Dirangkunya Sandra menuju kamar mereka.

__ADS_1


“Papa itu seharusnya mengajarkan anak kita yang benar bukannya seperti ini, bermain hingga hampir malam!” omel Sandra saat berjalan menuju kamar mereka.


“Sudah Ma, jangan marah terus nanti cepat tua.” Frans menatap istrinya, namun setelah itu ia sadar apa yang baru ia ucapkan.


Selamatkan hamba ya Allah, batin Frans.


“Ooh.. jadi Papa bilang Mama tua, jadi Papa ingin mencari wanita lain, begitu?!” tanya Sandra marah sambal melepas rangkulan Frans dari bahunya dan menatap mata suaminya tajam.


“Sudah lah, Papa memang ingin mencari wanita lain.” Putus Sandra dan berlalu meninggalkan Frans yang berdiri dengan perasaan serba salah.

__ADS_1


“Salah lagi.. salah lagi.” Frans geleng-geleng kepala sembari memijat pelipisnya yang tidak sakit melihat istrinya yang super duper pencemburu. Disusulnya langkah Sandra yang menuju kamar mereka dengan senyum devilnya. Dia sangat tau bagaimana cara meluluhkan hati istrinya yang pemarah itu.


Di sisi lain Helen menyaksikan perdebatan orang tuanya dengan tatapan cuek. Hal seperti itu sudah sering ia lihat sehingga membuatnya tidak terlalu khawatir saat melihat orang tuanya berdebat seperti itu.


Pasti sebentar lagi juga baikan, batinnya.


Selalu saja, Frans dan Sandra berdebat panas, bahkan lebih panas dari yang tadi. Namun, baru saja bertengkar, setengah jam kemudian mereka sudah kembali baikan, saling menunjukkan kemesraan. Helen memutar bola matanya jengah melihat tingkah kedua orang tuanya yang menurut sedikit kekanakan.


Francine Chatarina Helen. Seorang gadis manja berumur 23 tahun yang merupakan putri tunggal di keluarganya. Memiliki seorang kembaran laki-laki bernama Francisko Bryan Ditya. Namun kini, kakaknya itu sudah tenang di alam sana. Bryan pergi meninggalkan mereka semua selama 10 tahun yang lalu. Peristiwa itu merupakan bencana yang meninggalkan kesedihan amat mendalam bagi keluarga.

__ADS_1


Helen tinggal di Indonesia masih satu tahun. Sebelumnya ia tinggal di Amsterdam bersama oma dan opanya. Disana ia melanjutkan kuliah sehingga orang tuannya pindah terlebih dahulu. Lalu ia menyusul saat masa kuliahnya telah berakhir dan di sinilah Helen sekarang, di tanah air Indonesia menjalani hari-hari barunya.


~BERSAMBUNG~


__ADS_2