My Cold Husband Is A CEO

My Cold Husband Is A CEO
Part 98


__ADS_3

Seorang pria berbalut jas hitam datang ke ruang inap Alexa dan menerobos masuk, memberontak para bodyguard yang menjaga di depan pintu. Rio ikut masuk menyusul pria itu. Elvan mengurai pelukannya lalu menatap pria asing yang kini berdiri di ambang pintu. Ia menatap datar pria itu yang kini balik menatapnya dengan tajam.


"Ma-af, Tuan. Kami sudah mencegahnya tapi dia-," Elvan mengacungkan telapak tangannya menghentikan ucapan bodyguardnya, Rio. Rio menunduk takut lalu undur diri dari hadapan Elvan yang kini tampak menahan amarah. Siapa pria yang telah lancang mengusik privasinya.


"Siapa kau?" Desis Elvan tajam menatap pria berambut pirang itu.


Pria itu mendengus kesal.


"Tidak perlu tau siapa aku. Aku kesini hanya ingin mengambil milikku." Desisnya tak kalah tajam.


Apa katanya? Miliknya? Ck! Yang benar saja.


Pria itu mengalihkan tatapannya dari Elvan lalu menatap Alexa dengan tajam. Ditatap seperti itu membuat Alexa merasa ketakutan. Tubuhnya diam kaku dan berusaha berlindung di balik punggung Elvan yang kini berdiri membelakanginya.


"Milikmu? Heh! Apa maksudmu sebenarnya? Aku tidak mengenalmu."


"Kau memang tidak mengenalku, tapi aku mengenalmu dan wanita yang bersamamu itu, Elvan Xavier Bramantyo." Jelas pria berambut pirang itu.


Elvan menyerngit bingung.


"Maksudmu Alexa?"

__ADS_1


"Ya, dia milikku."


Elvan tertawa sumbang lalu menoleh ke belakang, menatap Alexa yang kini menatapnya dengan takut. Wanita itu menggeleng kaku.


"Milikmu? Haha... yang benar saja. Dia sudah menjadi milikku sejak lama." Ujarnya dengan nada mengejek.


"Dia memang milikku, jadi kembalikan dia saat ini juga jika kau tidak ingin berurusan dengan ku." Ujar pria itu lalu maju beberapa langkah.


Elvan juga melangkah maju, tapi cekalan Alexa di pergelangan tangannya membuat Elvan berhenti lalu berbalik dan menatap wanita itu.


Alexa menggeleng kuat dengan air mata yang sudah berjatuhan. Entah apa yang membuat wanita itu hingga menangis seperti ini.


"Ja-jangan, jangan mencari masalah dengannya." Lirihnya pelan, nyaris tak terdengar.


"Ka-kamu gak akan ngerti." Alexa menarik pelan tangan Elvan agar pria itu kembali mundur.


"Aku mengerti. Kamu milikku dan gak akan ada seorang pun yang boleh ngerebut kamu dari aku."


Alexa kembali menggeleng lalu menatap tajam pria yang berdiri beberapa meter dari ranjangnya


"Apa mau mu, Harvey?" Dengan keberanian penuh Alexa menatap Harvey.

__ADS_1


Harvey terkekeh mengerikan.


"Tentu saja membawa mu pulang, Sayang." Harvey menatap Alexa dengan lekat.


"Tidak, aku tidak mau!" Pekik Alexa dengan tatapan yang tajam.


"Tempat mu bukan disini, Sayang. Kau harus ikut dengan ku." Ujar Harvey dengan pelan namun mengintimidasi.


"Sampai kapan pun aku tidak akan pernah mau ikut dengan mu baj*ngan! AKU TIDAK MAU DAN TIDAK AKAN PERNAH MAU!" Teriak Alexa kuat dengan tatapan yang berkilat marah.


Elvan yang berdiri di sampingnya langsung sigap membawa Alexa ke dalam pelukannya. Berbagai pertanyaan hinggap dipikirannya. Apa sebenarnya yang telah terjadi antara Alexa dan Harvey? Apa hubungan mereka sebenarnya?


Harvey menatap Elvan dan Alexa dengan tajam. Tangannya terkepal kuat menandakan amarah kini kembali merasukinya. Harvey sangat tidak suka melihat miliknya di sentuh oleh pria selain dirinya. Rahangnya mengeras hingga giginya bergeretak melihat Alexa. Wanita itu mulai berani melawannya.


"Jangan memancing amarah ku Alexa. Kau tidak akan bisa lepas dariku. Kau lupa siapa aku heh?" Sinis Harvey terdengar menakutkan.


Alexa menggeleng kuat. Sampai kapan pun ia tidak akan lupa dengan sih mafia kejam itu.


Atmosfer di sekitar mereka terasa lenyap. Alexa merasa takut melihat reaksi Harvey. Tidak, ia tidak boleh kembali masuk ke dalam kehidupan pria kejam itu, ia tidak ingin merasakan semua siksaan itu lagi. Alexa tidak akan sanggup tinggal di atap yang sama dengan pria itu lagi.


"Kalau begitu ayo pulang secara baik-baik sebelum aku bertindak kasar, Alexa." Harvey kembali berujar.

__ADS_1


"Tidak! Aku tidak mau! Jangan memaksaku lagi, Harvey!" Pekik Alexa kuat. Mana mungkin ia mau kembali bersama sih mafia kejam yang sudah merebut semua apa yang ia miliki. Merampas masa depannya.


Bersambung...


__ADS_2