My Cold Husband Is A CEO

My Cold Husband Is A CEO
Part 71


__ADS_3

Ia sangat dengan jelas dapat melihat semburat rasa lelah pada wajah tampan Elvan. Pria yang sudah sangat lama ia kenal ini sangat berbeda dengan dirinya yang dulu, Elvan yang sekarang sangat berbeda dengan Elvan di masa SMA. Elvan yang sekarang sangat tidak tersentuh sedikit pun, sangat jauh berbeda dengan Elvan yang dulu sangat friendly dan di kenal sebagai pria yang sangat baik. Dan Ella tau, sangat tau penyebab berubahnya Elvan. Karena itu, ia akan membantu Elvan agar pria itu Kembali pada sifat semulanya. Hanya ada satu orang yang dapat mewujudkan itu, Alexa, kekasih Elvan yang menghilang beberapa tahun yang lalu, yang pergi meninggalkan dirinya karena kesalahan pria itu sendiri, sehingga membuat Elvan berubah menjadi pria arrogant dan kasar. Alexa, sahabat Ella sedari kecil.


“Kita sudah berusaha mencari dimana keberadaan Lexa sejak dua tahun yang lalu dan sekarang kita berhasil. Gue gak mau karna kebodohan lo lagi, kita kehilangan jejak Lexa untuk yang kedua kalinya.” Jelas Ella dengan penuh penekanan.


“Gue tau, tapi lo jangan sampai kehilangan keberadaannya. Walaupun dia gak ada di deket gue, setidaknya gue tau keberadaan dia sekarang. Itu udah lebih dari cukup buat gue.” Elvan menghembuskan nafas lega sembari menatap gadis yang merupakan seorang anggota HELEN yang sekaligus merangkap sebagai pegawai kantoran di depannya. Satu beban terasa terangkat dari dalam diri Elvan karena sudah mengetahui keberadaan kekasihnya, satu-satunya Wanita yang sangat mengenal dirinya dan satu-satunya wanita yang mengisi hatinya, Alexa, sahabat sekaligus cinta pertamanya.


“Gue juga sama kayak lo, dia sahabat gue, gue juga gak mau kalau dia jauh apalagi hilang tanpa jejak kayak gini. Gue akan pastiin kalua dia baik-baik aja disana. Gue mau dia balik lagi kesini, ngumpul bareng kita kayak dulu lagi.” Ella menerawang jauh mengingat kenangan mereka. Matanya tampak berkaca-kaca.


“Gue rindu sama Lexa, gue hiks… hiks…” isakan Ella tumpah saat itu juga. Relung hatinya sangat sedih saat mengingat Alexa. Mereka telah melukis banyak kenangan yang membuat Ella tidak tahan untuk menahan tangisnya saat mengingat semua itu.


Elvan berpindah tempat mendekati Ella lalu menepuk pelan punggung gadis itu. Berusaha menenangkan Ella yang tengah bersedih, sama seperti dirinya.


“Huutts.. dia juga pasti rindu sama kita.” Elvan masih menenangkan Ella. Walaupun dia telah berubah menjadi pria yang dingin beberapa tahun belakangan ini, tapi Elvan juga mengerti seperti apa perasaan Ella saat ini. Bagaimana pun juga, Ella adalah sahabatnya. Jauh sebelum ia mengenal Virgo.


Fakta baru yang harus kalian ketahui. Bahwa Elvan, Ella, dan Alexa adalah tiga orang sahabat sejak masa-masa SMA. Dan Ella yang seorang agen rahasia selalu membantu Elvan untuk mencari tau keberadaan Alexa selama beberapa tahun belakangan ini.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


PT. Ditya Corp


Sudah dua bulan berlalu sejak Elvan, Virgo, Helen, dan Ella pulang dari berlibur. Helen yang baru saja selesai membereskan meja kerjanya berencana untuk mengunjungi ruangan Papanya yang berada di lantai paling atas gedung. Sudah lebih dari seminggu ia tidak melihat wajah Papanya tersebut sehingga Helen merasa rindu. Saat menuju lantai atas, banyak karyawan yang menyapanya atau sekedar memberi senyum tipis saat mereka berpapasan. Terutama karyawan pria, salah satunya Mas Rey, pria yang panggil Mas itu sangat sering memberikan perhatian lebih padanya.


“Mau ketemu Papa, Dek?” Rey yang berpapasan dengan Helen menghentikan langkahnya saat melihat gadis itu akan menuju jalur yang dikhususkan untuk para petinggi.


Sontak, Helen langsung berhenti sambal memperbaiki letak tali tas selempangnya.


“Perlu Mas antar?” dengan senang hati Rey akan mengantarkan Helen ke ruangan Frans jika gadis itu menyetujui tawarannya.


“Gak usah Mas, terima kasih.” Tolak Helen pelan. Ia cukup tau dan berani berjalan di Lorong yang sunyi itu, jadi Rey tidak perlu menemaninya.


“Hari ini kamu ada janji dek?” lagi, pertanyaan itu sangat sering Helen dengar dari mulut pria berambut hitam kepirangan itu. Dan Helen tau maksud tersendiri yang akan pria itu katakan jika ia mengatakan tidak ada janji dengan siapa pun.

__ADS_1


Helen dengan cepat mencari alasan lain agar pria itu tidak tersinggung dengan penolakan halusnya. Namun, alasan apalagi? Helen bingung mencari alasan yang tepat.


“Ayolah, dek. Kalau hari ini kamu gak ada janji, kamu mau ya dinner sama Mas?” kan! Prediksi Helen sangat tepat. Ck!


“Gimana ya Mas. Bukannya Helen gak mau, cuma malam ini Helen mau pergi ke rumah temen.” Ujarnya dengan alasan yang dibuat-buat.


“Maaf ya Mas, mungkin lain kali Helen ada waktu luang.” Dengan penuturan yang halus, Helen berusaha meyakinkan pria itu.


“Ini udah ajakan Mas yang ke 22 kalinya loh dek, masa kamu gak mau.” Rey menatap Helen dengan sendu. Perjuangannya belum juga membuahkan hasil.


“Sekali lagi maaf ya Mas.” Dengan tidak enak hati Helen menatap wajah Rey yang lesu. Apa ia sudah menyakiti hati pria itu? Helen jadi merasa sedikit bersalah karenanya.


“Gak ada yang mau diomongin lagi kan, Mas? Kalau gitu Helen duluan ya, mau ke ruangan Papa dulu.” Dengan senyum tipis, Rey mengangguk dan membiarkan Helen meninggalkan dirinya yang kembali mendapat penolakan dari gadis berambut panjang itu. Rey menatap punggung Helen yang semakin menjauh dengan tatapan sendunya. Walaupun hanya seorang karyawan biasa, tapi Rey memiliki keyakinan yang besar untuk bisa mendapatkan hati Helen yang merupakan anak dari pemilik perusahaan tempatnya bekerja saat ini.


TBC

__ADS_1


__ADS_2