
Happy Readingđź’–
Sesudah selesai makan malam bersama, kini mereka berkumpul di ruang utama. Helen duduk bersandar pada punggung sofa dengan Miranda yang duduk disampingnya.
"Mommy kok tumben datang kemari?" Tanya Elvan membuka percakapan.
"Daddy kenapa nggak ikut Mom?" Tanyanya lagi.
"Emang Mommy gak boleh ya datang kemari? Kan Mommy kangen sama menantu Mommy ini." Balas Miranda lalu mengapit lengan kanan Helen.
"Mommy kesepian di rumah sendirian, Daddy kamu lagi pergi ke luar kota jadi untuk beberapa hari ke depan Mommy nginap disini ya?" Tanya Miranda antusias.
“Beneran, Mom? Helen seneng kalau Mommy mau disini.” Helen nampak antusias mendengar perkataan Miranda.
“Iya, Mommy mau nginap disini.” Ucap Miranda.
“Yee.. bagus deh kalau Mommy disini, Helen jadi ada temen kalau pulang kerja.” Helen memeluk tubuh Miranda dari samping.
“Sebaiknya Mommy nginap di hotel aja, lebih nyaman juga.” Ujar Elvan mengusulkan.
__ADS_1
“Enggak lah, Mommy mau nya disini aja sama menantu Mommy.” Miranda dan Helen terkikik geli melihat Elvan yang tampak kesal.
“Gak mungkin lah Mommy nginap di hotel, orang disini juga ad akita. Buang-buang uang aja.” Sanggah Helen.
Elvan mendelik menatap Helen yang baru saja meleletkan lidah ke arahnya.
“Oiya, gimana rencana kalian? Kapan Mommy di kasih cucu?” tanya Miranda sambil menatap Elvan dan Helen bergantian.
Helen dan Elvan menjadi kikuk mendengar pertanyaan yang sangat sensitive di telinga mereka.
Helen menatap Elvan yang duduk di depannya dengan serius. Ia ingin mendengar jawaban pria itu.
Elvan diam, seakan menyerahkan semuanya pada Helen.
“Elvan, Helen.” Panggil Miranda menyadarkan keduanya.
“Emm.. Helen nggak tau Mom.” Jawab Helen spontan.
“Maksud kamu?” tanya Miranda tak mengerti.
__ADS_1
“Jangan bilang kalau kalian menunda dapat momongan. Mommy ingatkan sama kalian, jangan pernah sekali-kali menunda sesuatu yang berharga, apalagi anak. Semua pasangan yang baru menikah pasti ingin cepat-cepat mendapat momongan, kalian paham?” tekan Miranda.
Elvan dan Helen mengangguk bersamaan. Elvan merutuki mulut Helen yang mengalir bagaikan air. Untung Mommynya tidak bertanya lebih jauh.
“Mommy tau nih, pasti tadi kamu larang Mommy nginap di sini karena mau berduaan terus sama Helen kan?” Miranda menatap Elvan sambil tersenyum menggoda.
“Tenang aja, selesai ini Mommy gak akan ganggu kalian. Kalau emang kebelet, kalian langsung ke kamar aja sekarang.” Sambung Miranda membuat putra dan menantunya terbelak.
Helen menepuk keningnya pelan mendengar perkataan Mommy mertuanya yang ia rasa sangat tidak masuk akal. Yang benar saja ia dan Elvan ingin berduaan. Bahkan, berada di dekatnya saja suaminya itu ogah.
Elvan berdecak. Ini salah, Mommynya telah salah menafsirkan makna ke tidak inginannya Wanita itu berada disini. Jika Mommynya berada di sini, dia mana bisa membuat Helen menjauh darinya. Bisa-bisa yang ada Mommynya akan menyuruhnya untuk mengikuti semua kemauan Helen.
Sial, kali ini ia kalah karna Mommynya.
“Tuh kan bener, kalian jadi tatap-tatapan gitu, aduh ada yang lagi pakai bahasa mata nih.. ahh.. Mommy jadi malu.” Goda Miranda membuat Elvan dan Helen langsung melepaskan kontak mata mereka.
“Ya udah deh Mommy tidur aja, tiba-tiba Mommy jadi ngantuk. Mommy tidur di ruangan kamu aja ya, El?” tanya Miranda menatap Elvan lalu beranjak dari duduknya.
“Helen antar ya Mom?” tanya Helen menggantikan kebungkaman Elvan.
__ADS_1
***Bersambung..
Jangan lupa dukungannya ya teman-teman🙏***