My Cold Husband Is A CEO

My Cold Husband Is A CEO
Part 22


__ADS_3

Ita dari awal sudah mengetahui nama calon istri Elvan. Miranda, Mommy Elvan sendiri lah yang memberi taunya saat ia bertamu di kediaman Bramantyo. Helen berdiri di depan cermin besar. Ia tercengang melihat pantulan dirinya di cermin setelah selesai mengenakan gaun itu dengan baik.


"Ini beneran gue." Tanyanya refleks.


"Iya, itu diri mu sayang. Kamu sangat cantik mengenakan gaun itu. Elvan tidak salah sudah memilih mu. Bagaimana menurut mu? Kamu mau memakai ini di hari pernikahan mu?" Tanya Ita sembari tersenyum manis.


Helen mengangguk antusias.


"Iya Tante, Helen akan mengenakan gaun ini di acak puncak pernikahan." Helen menatap Ita dari cermin di depannya.


"Ayo, kita tanya pada Elvan apakah dia suka dengan gaun ini atau tidak." Ita membantu Helen mengangkat gaun yang panjangnya hingga menyentuh lantai agar tidak membuatnya kesulitan saat berjalan.


"Elvan, lihatlah, kamu suka kan?" Tanya Ita. Elvan menatap Helen yang berdiri tidak jauh darinya. Ia terpana melihat Helen, seakan ada sesuatu dari diri Helen yang selalu dapat membuatnya terpesona.


"Kamu suka?" Tanya Ita lagi.


Elvan berdehem.


"Iya, lumayan." Komentar Elvan.


Helen mendengus pelan mendengar jawaban itu.


Menyebalkan, batinnya.


Setelah Helen mencoba beberapa gaun yang akan dipakainya untuk resepsi pernikahan, selanjutnya giliran Elvan yang akan mencoba setelan jas-nya.


Helen menunggu di sofa tempat ia duduk tadi. Tidak berapa lama kemudian, Elvan keluar dari ruang ganti. Helen terpana melihat ke tampanan Elvan yang mengenakan setelan jas. Pria itu terlihat gagah mengenakan pakaian itu.

__ADS_1


"Bagaimana Helen, jas yang Elvan kenakan serasi dengan gaun mu kan?" Tanya Ita. Helen berdiri lalu mengangguk setuju, sementara Elvan berdiri di samping Ita yang sedang bersedekap dada.


"Dia bertambah tampan kan mengenakan setelan jas ini?" Tanya Ita pada Helen.


"Ya.. lumayan, Tante." Helen menirukan jawaban Elvan tadi.


Rasain lo, batin Helen.


Elvan hanya menampakkan wajah datarnya tidak bereaksi mendengar jawaban Helen. Tidak berapa lama kemudian, Elvan telah selesai mencoba beberapa setelan jas yang akan dikenakannya nanti.


****


Setelah itu mereka berpamitan lalu pergi meninggalkan butik. Mobil yang dikendarai oleh dua orang yang berbeda jenis itu terlihat memasuki pelataran rumah. Setelah ban mobil benar-benar berhenti, Helen langsung melepas sabuknya lalu turun. Elvan juga melakukan hal yang sama dengan Helen.


"Nanti malam, lo kemana?" Tanya Elvan sembari mengikuti langkah Helen.


"Gak kemana-mana". Jawab Helen seadanya.


"Emangnya kenapa?" Tanyanya balik.


Elvan menghentikan langkahnya.


"Nanti malam lo ikut sama gue". Ujar Elvan yang terdengar seperti perintah.


Helen berhenti lalu berbalik menatap Elvan yang berdiri di belakangnya.


"Gue gak mau." Tolak Helen langsung.

__ADS_1


Elvan mendelik tidak suka mendengar jawaban Helen. Asalkan gadis itu tau ia tidak butuh penolakan dan Helen harus mau menemaninya suka tidak suka.


"Emangnya nanti malam lo mau ngajakin gue kemana?" Tanya Helen cepat saat melihat tatapan mengintimidasi Elvan. Ditatapnya lekat wajah Elvan yang tidak bereaksi sedikit pun.


"Nanti lo juga bakalan tau." Elvan kembali berjalan melewati Helen.


Helen mendengus sebal melihat Elvan yang melewatinya begitu saja tanpa memberinya jawaban yang pasti.


"Eh, kalian udah pulang. Gimana tadi fitting gaunnya, baguskan? Kalian suka kan sama gaun dan jas nya? Semua itu khusus dibuat teman Mommy untuk kalian loh." Miranda menyambut Elvan dan Helen dengan ocehannya.


Elvan melihat Mommynya dan Tante Sandra yang sedang duduk di ruang tamu. Elvan menghampiri keduanya lalu menyalimi mereka.


"Mommy, kapan kesini?" Tanya Elvan setelah duduk disamping Miranda.


Helen juga melakukan hal yang sama dengan Elvan, lalu ikut duduk di samping Mamanya.


"Barusan aja." Jawab Miranda.


"Gimana tadi?" Tanya Sandra sembari melihat Elvan dan Helen bergantian.


"Semuanya lancar, Ma. Gaun-gaunnya cantik banget. Tante Ita pinter ya Ma milih gaunnya, Helen suka." Helen tersenyum manis melihat Mamanya.


"Jadi kalian berdua suka sama gaun dan jas nya?" Miranda menatap Helen dan Elvan bergantian. Elvan dan Helen mengangguk bersamaan.


"Helen suka kok Tante. Suka banget malah." Miranda tersenyum lembut mendengar jawaban Helen.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2