
Happy Readingđź’–
Setelah kepergian Elvan dari ambang pintu, Helen dan Miranda kembali melanjutkan acara masak-masak mereka. Diam-diam Helen tersenyum melihat sisi lain dari Elvan selain tampang datarnya. Ternyata di balik wajah angkuhnya, Elvan merupakan seorang anak yang perajuk dan manis.
Miranda dan Helen sudah selesai memasak dan menghidangkan makan malam di meja makan saat Elvan tiba di ruangan itu. Disana Elvan bisa melihat Helen dan Mommynya sudah duduk menunggu dirinya di meja makan yang hanya terdapat empat kursi.
Elvan menatap Helen yang kini juga menatapnya membuat pria itu lekas mengalihkan tatapannya ke arah lain.
"Sini Nak, duduk di samping Helen." Suruh Miranda menginstruksi Elvan yang sempat terdiam.
Melihat tatapan Miranda yang penuh harap, membuat Elvan tidak dapat menolak perintah Mommynya itu. Akhirnya dengan berat hati, Elvan pun duduk di samping kursi Helen yang berhadapan dengan Mommynya.
Penurut juga lo, Helen membatin ketika melihat Elvan yang duduk di sampingnya.
Elvan melihat Helen yang tersenyum tipis ke arahnya. Senyum itu tidak dapat Elvan artikan karena ia terlalu malas menatap gadis itu. Namun, entah mengapa sekuat apapun ia menahan diri untuk tidak melihat Helen, sebesar itu pula dalam dirinya menentang.
"Kita langsung makan aja ya, Mommy udah laper banget." Ujar Miranda lalu mengisi piring di depannya.
Helen menoleh ke samping melihat Elvan, merasa dirinya di tatap, Elvan balik menatap Helen yang duduk di sampingnya. Alisnya terangkat, seakan ia menanyakan kata 'apa?' pada Helen. Miranda yang melihat interaksi dua orang di depannya, mengerti situasi seperti itu. Ia tau kalau putranya tersebut belum sepenuhnya menerima Helen dalam kehidupannya.
"Helen, ambilin nasi gih buat suami mu." Elvan dan Helen sama-sama menoleh ke arah Miranda.
__ADS_1
"Iya Mom." Helen langsung melakukan perintah Miranda dengan senyum merekah.
Elvan yang tadinya ingin membantah kembali mengatupkan mulutnya saat melihat senyum Mommynya lalu memperhatikan Helen yang mulai mengisi piringnya dengan nasi.
Ayam goreng dan telor balado, dua menu makanan itu sangat sulit bagi Elvan untuk menolaknya.
"Yang masak siapa ini Mom?" Tanya Elvan pada Miranda sambil menunjuk kedua menu tersebut.
"Kalau itu Helen yang masak." Jawab Miranda sambil mendekatkan menu itu ke Helen.
Elvan diam sembari memperhatikan piring miliknya yang sudah siap untuk disantap.
"Ayo dimakan." Elvan menoleh pada Helen yang menyuruhnya. Ia juga melihat Helen yang sudah mulai memasukkan suapan demi suapan ke dalam mulutnya.
"Hahaha... uhuk-uhuk." Elvan dan Miranda langsung menatap Helen yang terbatuk sesudah tertawa.
Elvan dengan refleks menyodorkan segelas air untuk Helen yang langsung diambil dan diteguknya.
"Kamu gapapa kan?" Tanya Miranda yang sudah menghentikan makannya.
Helen hanya menggelengkan kepalanya sambil mengusap lehernya yang terasa perih.
__ADS_1
"Elvan." Panggil Miranda pelan.
Elvan menatap Mommynya yang kini menatapnya tajam sambil mengatakan 'tepuk punggung istrimu' tanpa suara.
Elvan mengerti maksud Mommynya. Ia pernah melihat hal seperti ini sebelumnya, di mama Daddy nya akan langsung mengelus punggung Mommynya jika tersedak seperti Helen.
Tak ingin mengecewakan Mommynya, dengan terpaksa Elvan mengulurkan tangannya menepuk pelan punggung Helen.
Helen yang tadinya menunduk langsung mengangkat kepalanya menoleh pada Elvan saat merasakan sentuhan pada punggungnya. Walau tampang datar lebih mendominasi wajah Elvan saat ini, tidak dapat di pungkiri kalau hati Helen jadi berbunga-bunga karena perlakuan manis itu.
Selang beberapa saat, setelah meneguk dua gelas air, Helen merasa tenggorokannya jauh lebih baik.
Aduh, gue jadi baper, gimana dong?, Helen membatin sembari senyum malu-malu.
"Makannya hati-hati dong sayang. Mommy tau kamu lagi seneng." Ucap Miranda sambil mengunyah makanannya.
Helen tersenyum kikuk sambil sesekali melirik Elvan yang kembali melanjutkan makannya. Ia pun kembali menikmati makanannya dengan hati yang berbunga-bunga sambil diam-diam tersenyum melirik Elvan.
Lo menang kali ini, kalau bukan karena Mommy gue gak akan mau satu meja makan sama lo, apalagi kasih perhatian kayak tadi, Elvan membatin kesal. Ia menikmati makan malamnya dengan ogah-ogahan.
Kalau Mommynya terus-terusan berada disini, bisa-bisa ia mati kutu hanyut dalam pesona Helen. Tidak, Elvan tidak ingin hal itu terjadi. Ia harus tetap menjaga hatinya sesuai dengan sumpahnya satu tahun yang lalu.
__ADS_1
Bersambung..