My Cold Husband Is A CEO

My Cold Husband Is A CEO
Part 87


__ADS_3

Finlandia, Eropa.


Seorang wanita berjalan tergesa-gesa menyusuri zebra cross kota Finlandia. Mantel tebal berwarna pink melapisi tubuhnya dari hujan salju yang kian semakin banyak berjatuhan semakin ia rapatkan menutupi tubuh dinginnya. Finlandia merupakan sebuah kota di Eropa. Kota ini terletak di bagian Eropa Utara. Tepatnya di negara bagian Eropa.


Wanita itu sesekali menoleh ke belakang, memastikan orang-orang itu tidak lagi mengikutinya. Semakin wanita itu melangkah, semakin ia tidak tau dimana ia berada kini. Kota ini benar-benar terasa asing baginya. Bermenit-menit melalui jalanan kota Finland membuat kaki wanita itu mati rasa, hingga rasanya ia sudah tidak sanggup lagi untuk melangkah. Wanita itu akhirnya berhenti di depan gedung pusat pembelanjaan.


Jika aku berada dikeramaian, pria kejam itu pasti tidak akan bisa menemukanku. Pikir wanita itu sembari menoleh ke belakang, kembali memastikan jika para bodyguard pria kejam itu tidak lagi mengikutinya.


Sedangkan di lain tempat, pria kejam yang dimaksud wanita bermantel pink tadi tampak marah dihadapan para bawahannya.


"BODOH! SATU WANITA SAJA KALIAN TIDAK BISA JAGA!" Marah pria itu lalu memukul bodyguard yang paling dekat dengannya.

__ADS_1


Para pria yang kena pukulan itu hanya bisa menunduk, tidak berani melihat kemarahan pemimpin mereka.


"CEPAT CARI WANITA ITU! JANGAN BIARKAN DIA PERGI DARI NEGARA INI, APALAGI KEMBALI KE NEGARANYA! CEPAT CARI! JANGAN KEMBALI JIKA KALIAN TIDAK MENEMUKANNYA!" Bentak pria kejam itu dengan mata yang berkilat marah. Nafasnya naik turun menahan amarahnya yang kian membuncang. Berani-beraninya wanita itu melarikan diri darinya.


Pria itu meremas selembar foto yang tadi ia temukan di kamar wanita itu. Foto seorang pria yang pasti akan menjadi saingannya untuk memiliki wanita itu.


"Ternyata kau masih berani melawanku, Sayang." Desis pria itu lalu melempar foto yang telah remuk dengan asal dan menginjaknya.


...****************...


Elvan terbangun dari tidurnya saat mendengar suara ponsel miliknya yang berbunyi di atas nakas. Benda pipih itu telah membangunkan mimpi indahnya. Elvan mendekati Helen lalu melayangkan satu kecupan di atas kening gadis itu. Elvan beranjak dari ranjang kemudian meraih ponselnya.

__ADS_1


✉ Ella


Alexa sedang dalam bahaya. Kita harus ketemu pagi ini, secepatnya.


Elvan kembali merasakan perasaan itu. Perasaan khawatir terhadap gadisnya. Alexanya dalam bahaya. Ia harus bertindak untuk menyelamatkan wanita itu. Elvan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang terasa lengket. Dua puluh menit kemudian, ia sudah rapi dengan kemeja biru dan celana bahan miliknya.


Elvan mengambil ponselnya yang terletak di atas nakas, terdapat dua panggilan tak terjawab dari Ella tertera di layar ponsel itu ketika ia membukanya. Ia harus cepat sebelum semua kembali berakhir dengan penyesalan. Elvan menoleh ke arah ranjang, istrinya itu masih berada di alam mimpinya. Jantung Elvan kembali merasakan berdetak tidak karuan. Melihat wajah polos Helen membuat dada Elvan terasa bergemuruh. Tapi... tidak! Ia tidak boleh membiarkan rasa ini kembali menyelimutinya. Elvan telah memilih Alexa dan tetap Alexa yang akan ia pilih.


"Maaf." Lirihnya sembari menatap wajah Helen lalu beranjak dari posisinya.


Elvan memasuki mobilnya yang terparkir di basement apartement. Kali ini ia akan mengemudi mobilnya sendiri. Tidak ada supir, juga tidak ada bodyguard yang selalu mengikutinya dari kejauhan. Pagi ini Elvan berangkat seorang diri tanpa di temani atau di pantau oleh siapa pun. Elvan melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Hari ini jalanan sedikit senggang, entah karena weekend atau karena ia yang pergi terlalu pagi.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa dukungannya ya teman-teman.


__ADS_2