
Sebuah organisasi yang menyediakan jasa pengawalan tingkat tinggi maupun standar, yaitu Surya Yudha, memiliki tiga tingkatan, yaitu Yudha Pratama , Wira Yudha dan Satya Yudha .
Biasanya yang menggunakan jasa Yudha Pratama adalah artis papan atas yang sedang ada acara dan membutuhkan pengawalan ringan. sementara pasukan Wira Yudha dipakai oleh para pejabat tinggi yang belum tercakup pengamanan pemerintah, itupun sesekali saat dinas jauh.
Dan untuk pasukan Satya Yudha adalah pasukan yang dibilang berani mati dan kemampuannya bisa seperti prajurit tentara. Pasukan Satya Yudha biasanya dipakai untuk melindungi orang orang penting yang nyawanya sedang terancam seperti saksi kunci dalam sebuah kasus besar.
Pasukan Satya Yudha juga berisi orang orang yang telah melalui ujian fisik, ujian mental, dan ujian penyiksaan.
Ujian penyiksaan harus dilewati karena tidak jarang pasukan Satya Yudha tertangkap dan disiksa oleh para musuh.
Disetiap tingkat pengawalan memiliki satu komandan. Dan pasukan Surya Yudha juga dipimpin oleh seseorang bernama Pak Perwira.
Pak Perwira bukanlah pemilik Surya Yudha namun orang ini berperan sangat besar dalam pembentukan Surya Yudha. Seiring berjalannya waktu satu demi satu teman Pak Perwira gugur dalam tugas, atau sekedar memilih pensiun. Sehingga kini Pak Perwira lah yang memegang kendali Surya Yudha.
Namun Pak Perwira terkadang hanya memantau pasukan Satya Yudha karena memang pasukan yang satu ini memiliki resiko yang sangat tinggi.
__ADS_1
Dalam setahun terakhir, Pak Perwira telah melihat bibit bibit unggul dalam pasukan Yudha pratama. namun ini sangat sulit karena pasukan satya Yudha hanya 200 orang, namun kini telah terisi 193 orang, dan posisi yang tersisa hanya 7 orang saja.
"Andaikan aku bisa mengubah jumlah maksimum pasukan Satya Yudha maka aku akan membuat 500 orang anggota satya Yudha. " gumam Pak Perwira dalam hati.
Namun dirinya sadar, pasukan Satya Yudha adalah pasukan elit, gajinya juga tidak main main. kalau sampai melebihi kapasitas juga keuangan perusahaan akan terganggu.
Pak Perwira lalu melihat kearah jam tangannya. tak terasa sudah jam enam sore, Pak Perwira sedang menunggu seseorang.
Terlihat seseorang dengan pakaian serba hitam berlari ke arah Pak Perwira.
Tanpa berkata apapun pak Perwira membalikkan badannya lalu pergi menuju ruangannya. Orang itu terus mengikutinya. Orang tersebut adalah Ahmad, komandan dari pasukan Satya Yudha. Namun dirinya lebih suka dipanggil komandan ucok oleh bawahannya. Bahkan tidak sedikit orang yang tidak mengetahui nama asli komandannya. Namanya adalah Ahmad Yani.
Kini keduanya telah berada diruangan pak Perwira dan membahas suatu masalah. Pak Perwira terlihat hanya mendengarkan saja dan komandan Ucoklah yang banyak menjelaskan. Terlihat sesekali Pak Perwira meng iyakan pendapak komandan Ucok namun tidak jarang juga pak Perwira mengerutkan dahinya dan membantah pernyataan komandan ucok.
Kini pak Perwira sedang menyeruput secangkir kopi hitam ditangannya. Aroma kopi tersebut sangat kuat dan menggugah selera sehingga membuat komandan ucok menghentikan penjelasannya. Pak Perwira hanya meliriknya dan melanjutkan menyeruput kopinya.
__ADS_1
"wahhhh,,, muantapppp." ucap pak Perwira
" Aku tidak mau berbagi cangkir denganmu, apalagi berbagi kopi. kalau kau mau, ambil cangkirmu dan buat kopimu sendiri." ucapan pak Perwira sedikit ketus namun diakhiri dengan senyum lebar menghiasi bibirnya.
**Hallo semuanya,, terima kasih udah mampir ke novel ini.
Ini adalah novel pertama author jadi mohon dimaklumi ya,,,
Cerita ini bisa menarik kalau ada kalian yang membantu author mengemas cerita ini. Dan sepanjang chapter masih sangat banyak typo dan cepat atau lambat Author harus betulin.
Jangan lupa tinggalkan jejak berupa komen dan like ya. Sebisa mungkin akan Author respon.
Kalian juga bisa kasih masukan lewat DM ke
@alia_alim_alfaroughi di IG ya
__ADS_1
Terima Kasih🤣🤣🤣🤣**