My Father Is A Guardian

My Father Is A Guardian
Waktu libur


__ADS_3

Burung burung berkicau, matahari menembus tirai kamar Jaya. Perlahan Jaya membuka matanya yang masih mengantuk.


"Ya tuhan,,,, huftt,, nggak subuhan lagi." ucap Jaya sambil bangkit dari posisi duduk.


Ditengoknya kanan kiri mencari keberadaan isterinya.


Pintu kamar lalu dibuka.


"Mama kok nggak bangunin Papa subuhan?" tanya Jaya ke istrinya.


"Papa yang nggak bangun bangun. Udah dibangunin malah ngorok terus." ucap Bu Mona.


"Gitu yah?" ucap Jaya tersipu malu.


"Sekarang Papa mandi dulu, habis itu sarapan." perintah Bu Mona


"Papa mau berenang heheheh " ucap Jaya.


Jaya lalu berdiri dan mengambil jubah mandinya serta celana renang. Jaya berganti pakaian dari pyama menjadi celana renang. Dari balkon kamarnya ada tangga yang langsung menuju ke kolam renang jadi Jaya tidak perlu muter muter.


Setelah melakukan pemanasan, Jaya langsung mencebur ke kolam.


"Byuuuurrr!!!" suara pertemuan air dan tubuh Jaya.


"Hurff,,, segar sekali!!!" teriak Jaya antusias.


Bu Mona datang dan membawa nampan yang berisi nasi goreng dan beberapa menu pendamping lainnya.


"Mau berapa lama papa berenang?" tanya Bu Mona.

__ADS_1


"15 menit lagi." jawab Jaya.


Jaya berenang mengitari kolamnya hingga lima kali sebelum berhenti dan naik ke permukaan.


Jaya lalu mengambil jubah mandinya.


" Get finish?" tanya Bu Mona.


"Yes." jawab Jaya.


Jaya duduk dihadapan isterinya, di gazebo yang letaknya tidak jauh dari kolam renang.


"Suapi,,," ucap Jaya manja.


Bu Mona hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum geli. Entah darimana sifat manja suaminya ini. Kenapa orang yang dulunya keras bisa jadi seperti ini.


"Aaaaaaaa" ucap Jaya sambil membuka mulutnya.


"Enakkkk,,, pasti masakan bibi." ucap Jaya.


" Iyalah. Masakan bibi paling enak, Mama mah nggak ada apa apanya." ucap Bu Mona kesal.


"Jangan ngambek dong,,, iya iya, masakan Mama yang terbaik." ucap Jaya.


Bu Mona hanya melirik kearah suaminya sebentar lalu kembali fokus menyuapinya.


Setelah sepiring nasi goreng telah tandas tak tersisa, Jaya mulai memasukkan potongan apel ke mulutnya.


Hari ini dia begitu menikmati liburnya karena nanti akhir pekan ada tugas pengawalan.

__ADS_1


Dan kasusnya juga cukup rumit dengan waktu pengawalan delapan jam. Mungkin Jaya akan terluka saat melakukan pengawalan ini.


"Ma, minggu besok Papa ada tugas lagi, kamu minta Ayah kirimin obat obatnya lagi ya, persediaan Papa sudah menipis." Ucap Jaya.


Bu Mona menatap suaminya lekat lekat.


"Papa niat banget luka." ucap Bu Mona


" Kan cuma buat jaga jaga." jawab Jaya.


"Ya udah, ntar mama telpon Ayah biar obat obat ya biasa kamu pake di stok lebih." ucap Bu Mona.


"Ma, jalan jalan yuk." ajak Jaya.


"Kemana?" tanya Bu Mona.


"kita kan lama nggak kuliner." ucap Jaya.


"Nanti malem Mama merja, kalau kuliner siang siang mana asik, Pa?" ucap Bu Mona.


"Asik aja lah. Kita makan di restoran kita. Lama kan Papa nggak main ke Sambel Naga." ucap Jaya.


"Itu namanya bukan kulineran Papa. Masa iya kulineran makan ditempat sendiri?"


"Nggak Papa. Papa mau makan nasi goreng merah sama ayam madu." ucap Jaya.


"Ya sudah, sekarang Papa mandi, tadi kepala sekolah Adel telpon minta kita dateng ke sekolah, ada yang mau di bahas katanya." ucap Bu Mona.


"ok, mungkin masalah kejuaraan Adel kali ya." ucap Jaya.

__ADS_1


Bu Mona hanya mengangkat bahunya


__ADS_2