My Father Is A Guardian

My Father Is A Guardian
Tujuan Tengkorak Iblis


__ADS_3

"Kita harus adakan evakuasi secepat mungkin, Gang Tengkorak Iblis sudah mulai bergerak." ucapnya serius.


"Kamu tau dari mana?" tanya Pak Surya tajam. Dirinya yakin sudah menempatkan penjaga terbaik yang mereka di rumah sakit tempat Jaya dirawat.


"Aku lihat sendiri. Ada beberapa anggota gang itu dan dekat dengan ruangan Papa. Aku sudah memerintahkan mereka untuk memperketat penjagaan dan lebih waspada." ucap Alia.


Pak Surya mulai mengotak atik ponselnya dan meminta untuk memindahkan Jaya agar dirawat dirumah saja. Sementara Alia diminta untuk menyiapkan tim medis yang profesional untuk menangani Papanya kalau dirumah.


Alia menyanggupi perintah Eyangnya dan menghibungi beberapa dokter yang ia kenal dun cukup akrab agar besok ke kediaman Wijaya. Untuk saat ini Mamanya dan Eyangnya cukup untuk menangani Jaya seorang.


Beberapa pelayan menyiapkan kamar yuang nantinya akan digunakan sebagai ruang perawatan. Jaya tidak bisa dirawat dikamarnya karena letak kamar tersebut dilantai dua dan cukup merepotkan banyak pihak, dan juga kamar tersebut digunakan untuk Mona istirahat.


Akhirnya malam itu juga Jaya dipindahkan ke kediaman Wijaya. Sebelum evakuasi Jaya terlebih dahulu dibius karena mereka pulang dengan menggunakan mobil pribadi. Ini lebih mirip kabur daripada evakuasi.

__ADS_1


Ternyata memang benar. Setelah Jaya dibawa keluar, ada beberapa orang yang menyelinap masuk ke kamar Jaya. Alia begitu geram ketika orang orangnya melaporkan kejadian tersebut.


Jaya mendapat pengawalan ketat dengan konvoi 5 mobil SUV yang menjaganya. Pak Surya juga cukup berdebar karena takut anaknya diserang saat masih dijalan.


"Bagaimana Pak? anak kita sudah ada kabar?" tanya Bu Santi cemas.


"Harusnya sudah dalam perjalanan." jawab Pak Surya. Walau dirinya terlihat tenang tapi jantungnya serasa hampir copot.


Berdasarkan info yang mereka dapat dari Jaya, jumlah anggota Gang Tengkorak Iblis sebanyak 1200 orang yang tersebar diseluruh indonesia, bahkan ada beberapa yang sampai negri tetangga, kalau mereka memakai 10 persen saja maka Gang Tornado maupun Punggawa Wijaya akan kesulitan, karena pada dasarnya Gang Tengkorak Iblis sudah disiapkan untuk bertempur.


Akhirnya Jaya dan rombongannya sampai di Kediaman Wijaya dengan selamat. Jaya langsung dipindahkan ke kamar rawat, sedangkan Alia langsung pergi ke kamarnya untuk istirahat. Besok dia harus kembali ke Jakarta dan sekarang sudah hampir pagi namun ia belum tidur sama sekali.


"Ayah, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Bu Mona. Dirinya masih tidak memahami situasinya sama sekali.

__ADS_1


"Suami kamu itu sudah menjadi buronan gang, sedangkan satuannya tidak mau ambil resiko untuk menolongnya karena mereka saat ini juga sedang jatuh." jelas Pak Surya membuat Bu Mona semakin bingung.


"Apa yang sudah suamiku lakukan, Ayah?" tanya Mona lagi.


"Kamu ingat tugas terakhir yang memakan waktu hingga berbulan bulan? dia menyelinap ke markas tengkorak iblis. Banyak informasi yang telah ia dapat dan mereka sedang memburunya." jelas Pak Surya lagi. Dirinya kini sedang sakit kepala karena memikirkan nasib putranya.


Mona lemas seketika dan terduduk disofa ruang keluarga setelah mendengar penjelasan mertuanya. Dirinya tidak menyangka bahwa keluarganya saat ini sedang dalam bahaya.


"Tuan, sudah dipastikan tujuan mereka ke rumah sakit adalah mencari tuan muda." lapor Dedi.


"Sekarang kalian istirahatlah," ucap Pak Surya.


"Apa perlu kami memperketat penjagaan?" tanya Dedi.

__ADS_1


"Tidak, simpan tenaga kalian untuk esok hari." ucap Pak Surya lagi


__ADS_2