
" kamu jangan bodoh!! Bertarung dalam kondisimu yang seperti ini adalah suatu ide gila. Ayah tidak setuju!!" teriak Ayah mertua pak Eko.
" Tidak ada cara lain, aku akan tetap masuk, ayah sama Mas Agus bergegas ya." ucap pak Eko santai.
"Kalau kamu memaksa, terserah. Ayah akan membawa beberapa orang ayah." balas mertua pak Eko.
Pak Eko memantapkan langkahnya menuju ke dalam kasino.
Seorang penjaga menghentikan Pak Eko dan meminta kartu identitasnya.
" Saya undangan Frederick Wiyatama, bilang saja, satu dari keluarga wijaya sudah datang." tegas pak Eko.
"Tunggu sebentar tuan." ucap penjaga tersebut.
Pak Eko mengangguk pelan dan berdiri menunggu penjaga itu kembali.
Pak Eko mengamati keadaan sekitar,
"kasino ini ramai juga, ada area bertarung juga. Ini bukan sekedar kasino" batin pak Eko.
Setelah menunggu selama beberapa menit, penjaga kembali datang bersama seorang penjaga lain.
" ini orang indangan tuan fred," ucap penjaga yang pertama, penjaga kedua mengangguk tanda mengerti lalu menuntun pak Eko agar mengikutinya untuk bertemu dengan tuan fred.
Pak Eko mulai memasuki lorong lorong mirip labirin. Dia harus menghafalkan jalan untuk keluar juga.
Setelah beberapa saat, tibalah Pak Eko di suatu ruangan.
***
"Kamu manis juga" ucap tuan fred sambil mengelus pipi Adel.
"Jangan sentuh aku!!" teriak adel.
__ADS_1
"ooooouu,, anak ini pintar juga. Nak, apa kamu yakin papa kamu bakal dateng?" tanya tuan fred.
"papa pasti datang, papa pasti bawa aku keluar dari sini!" jawab adel ketus
"Nanti kita akan lihat, apa papa kamu mampu membawamu keluar dari sini? Kondisinya saja sedang seperti itu." ucap tuan Fred sinis.
Tok Tok Tok,, pintu ruangan diketuk oleh seseorang. Bodyguard tuan Fred membukanya. Terlihat seorang penjaga pintu berdiri didepan kamar.
"maaf kapt, ada yang mencari Tuan Fred, Salah satu keluarga Wijaya." ucap penjaga itu.
Bodyguard Tuan Fred mendekati tuan Fred.
"Bawa dia kemari, dia tamu penting." ucap tuan fred datar.
"baik!!" jawab si penjaga.
Penjaga itu pergi ke loby, bodyguard tuan Fred kembali menutup pintu.
"huh,,, tentu saja! Papa pria sejati, bukan orang yang suka bertindak semena mena pada perempuan." jawab adel begitu ketus.
"apa aku bertindak semena mena?" tanya Tuan Fred.
" Aku tidak mengatakannya.
Tak lama pintu kembali di ketuk.
****
"Adel??" ucap pak Eko.
Pak Eko begitu marah ketika melihat putrinya dalam kondisi mata yang sembab dan terlihat acak acakan.
" Apa yang kalian inginkan?" tanya pak Eko.
__ADS_1
Tuan Fred tersenyum miring. Ternyata lawan mainnya ini benar benar to the point orangnya.
"Duduk dulu, kawan. Ada yang ingin aku bicarakan padamu." ucap Tuan Fred sembari menepuk sofa disampingnya dan meminta Pak Eko duduk.
"Tidak perlu, langsung saja." tegas pak Eko.
Tuan Fred hanya bisa menelan ludah.
Bodyguard tuan Fred gatal melihat tingkah pak Eko dan ingin sekali memukulnya, namun tuan Fred melarangnya.
" Baiklah, aku akan langsung ke intinya."
"Aku ditantang oleh beberapa orang teman, dan setelah beberapa waktu melihat kemampuan bertarungmu, aku ingin menjadikanmu petarung ku." Jelas tuan Fred.
" Aku tidak mau, aku akan pulang bersama putriku." Jawab pak Eko singkat.
"Kau tidak bisa pergi." ucap tuan Fred dengan memiringkan senyumnya.
"Untuk apa kau memiliki bodyguard yang garang seperti mereka? Aku tidak akan bisa memberikan pertunjukan yang menarik." ucap Pak Eko.
"Kau tidak akan pergi sebelum bertarung" ucap Tuan Fred lagi.
"Bawa Adel keluar dulu, aku ingin menunjukan sesuatu." perintah Pak Eko.
Bodyguard Tuan Fred membawa Adel ke ruangan lain.
"Tuan Fred, Kalau kau tetap memintaku bertarung, aku akan tetap menolak." tegas pak Eko
"Kamu harus bertarung." ucap Tuan Fred lagi, namun kali ini dengan nada yang lebih santai.
Pak Eko mulai membuka kancing bajunya, Perban yang membalut lukanya pun ia lepas.
"Tuan Fŕed, kalau kau memaksaku bertarung, sama saja kau ingin membunuhku secara tidak langsung. Dalam kondisi seperti ini tidaklah mudah untuk bisa bertahan. Aku akan menghancurkan harga dirimu, jangan gegabah." jelas pak Eko
__ADS_1