My Father Is A Guardian

My Father Is A Guardian
Grand Indonesia


__ADS_3

Alia berkumpul bersama keluarga tercintanya.


"Kak, aku kangeeeen banget sama kakak." Adel mulai bermanja manja ke kakaknya.


Alia adalah kakak perempuan, namanya adalah Alia Eka Kusuma Alfa Putria Devi. Walau usianya terpaut sepuluh tahun dengan adiknya, tak membuat Alia mengurangi rasa sayangnya.


"kakak juga kangen kamu, dell." Alia balas memeluk Adel.


"ehemmmm,," Jaya mendehem melihat kedua putrinya saling bermanja. Walau dari tampilan luar keduanya terlihat tomboy dan tangguh, tapi kenyataannya, mereka adalah seorang perempuan yang benar benar berhati perempuan.


"Bibir kamu kenapa?" tanya Alia penasaran


"kecelakaan tanding." Jawab Adel singkat.


Alia memegang dagu adiknya lalu memeriksa bagian yang luka.


"hmm,, lain kali jangan lengah." Alia menasihati adiknya. Karena kecerobohan nya dia bisa sampai terluka seperti ini.


"Kakak, aku menang kejurda loh." Adel memenangkan medali kepada kakanya.


"oiya!!! selamat kalau begitu." Alia begitu senang mendengar adiknya menang lomba. Dipelukanya adik kesayangannya erat erat.


"Kakaaaak,,, lepas,,!" teriak Adel.


Alia melepaskan pelukannya.


Adel lalu memberikan kado yang telah mereka siapkan. Alia membukanya satu satu.


"Waw!!!!" mata Alia berbinar ketika melihat kado pertama yang ia buka. Ini adalah jaket kulit yang sangat ia sukai.


"bagaimana? kamu suka?" tanya Bu Santi.

__ADS_1


"Alia sangat suka, Eyang, terima kasih." Adel memeluk Eyangnya erat.


Kado kedua adalah sebuah smart watch yang dihadiahkan oleh Pak Surya.


"Kamu suka, nak?" tanya Pak Surya.


"Makasih Eyang🥰🥰🥰." Alia tidak tahu harus bagaimana lagi.


Kado ketiga adalah sepatu basket impian Alia, kado kelima ada dirumah.


"Makasih semuanyaaa" Alia begitu girang dan memeluk keluarganya.


"Cepet kamu mandi, kita jalan jalan yuk." Ucap Bu Mona.


Alia bangkit lalu menyambar handuknya dan segera mandi.


Jam 2 siang, mereka menuju ke mall Grand Indonesia.



Sudah sangat lama Alia tidak bersenang senang bersama keluarganya seperti ini.


"ma,,," Ucap jaya tiba tiba membuat semua orang menoleh kepadanya.


"Ada apa?" Tanya bu Mona.


Jaya menggandeng tangan istrinya dan membawanya ke tepian.


" Papa lupa nggak olesin salep." ucap Jaya.


"Yaah,, mama jiga lupa ingetin Papa." ucap bu Mona

__ADS_1


" Ini rasanya perih." ucap Jaya.


"Ya sudah, papa ke kamar mandi, Papa olesin sendiri bisa kan?" Bu Mona memastikan.


Jaya mengangguk mantap.


Jaya lalu pergi ke kamar mandi. Mereka sepakat bertemu dibioskop saja.


"Papa kenapa, Ma?" Tanya Alia penasaran.


"Papa lupa nggak pake salep." jawab Bu Mona.


"Salep? Salep apa??" Alia semakin penasaran.


"Kakak nggak tau? Papa kan habis masuk rumah sakit, bqru pulang kemarin." ucap Adel.


"lho?? kok aku nggak dikasih tau??? " Alia terlihat begitu kesal.


"Mamq nggak mau kamu kepikiran. Kalo kamu pulang kita nggak jadi jalan jalan ke jakarta soalnya. Ini kan direncanain udah jauh jauh hari." Bu Mona mencoba ngeles.


"Kalian ini, mau kasih kejutan sampe segitunya, sampai sampai aku nggak dikasih tau kondisi Papa. " Kini Alia ngambek dan memonyongkan bibirnya.


"Sudah,, Papa kamu sekarang sudah sembuh kok, cuma tinggal tunggu lukanya mengelupas. Jangan diperdebatkan lagi." Pak Surya segera menengahi keduanya. Alia merangkul Eyangnya.


"Iya Eyang yang paling tampan sedunia." ledek Alia.


Adel ikut merangkul eyang kakungnya.


Tak terasa mereka telah sampai dibioskop. Mereka lalu masuk dan mencari tempat duduk.


Tak lama kemudaian Jaya menyusul.

__ADS_1


__ADS_2