My Father Is A Guardian

My Father Is A Guardian
Bantuan Datang


__ADS_3

"Hei!! kalian m, hadapi aku dulu!!! teriak pak Eko. para penyerang menengok kearahnya, menyeringai lalu mulai menyerang Kapten dan yang seorang lagi masih mendobrak pintu kamar.


Pintu berhasil didobrak, Kapten langsung mengejar penyerang yang masuk kamar.


"hei!!!!" teriak Kapten sambil mengarahkan tendangannya ke arah penjahat. Penjahat itu tidak dapat mengelak, terpaksa tendangan itu bersarang diperutnya.


"der!!!!" suara tembakan dan "slurpp"


"argh!!!" teriak Kapten yang punggungnya tertembak.


tiba tiba seorang bocah muncul dari arah kamar mandi, dan berlari ketakutan. Penyerang yang barusan menembak Kapten mengarahkan senjatanya ke si bocah dan bersiap menembak. Kapten melompat dan mendekap tubuh si bocah.


derr!! derr!! derr!! tiga peluru kembali bersarang di punggung kapten.


"klek" peluru habis.


"nak, kembali ke kakekmu ya,,," ucap Kapten lirih.


anak itu mengangguk dan berlari kearah kakeknya. seorang penyerang lainnya menghampiri gadis itu dan hampir menusuknya, tapi Kapten menggagalkannya.


"cepaat!!" teriak Kapten. Pak Wiratama menarik cucunya dan kembali mengunci pintu dari dalam.


Kapten tersenyum.


Kapten melayangkan sebuah tinju namun berhasil dijegal. tangan Kapten di pegang lalu "jleppp",, sebuah pisau menghujam perut Kapten.


BRAAAKK!! Kapten terhuyung dan menabrak meja rias. Dirinya merasakan sakit yang membuatnya hampir kehilangan akal.

__ADS_1


Kapten merayap kearah tasnya dengan susah payah, lalu dia mengambil ponselnya.


Entah kenapa para penyerang iba melihat Kapten dan membiarkan Kapten menelpon seseorang.


Kapten berusaha menelpon istrinya tapi tidak diangkat.


Kapten merasa sangat sedih karena takut tidak bisa meminta maaf kepada istrinya dan anaknya. Darah mengucur dari mulut Kapten.


Disaat Kapten mulai putus asa, tiba tiba


DERR!!DERRR DERRR DERRR.


Surya Yudha datang membawa beberapa pasukan Wira Yudha dan seorang Satya Yudha.


Penyerang sudah dibereskan, Komandan satya Yudha, yaitu Ucok menghampiri Kapten dan memangku kepalanya.


"argh,,," nafas Kapten mulai tidak beraturan, matanya merah karena menahan kesedihan yang mendalam.


"apakah ini akhir hidupnya? sungguh menyedihkan kalau dia sampai tidak bisa meminta maaf kepada keluarganya." batin pak Eko.


" Eko, dengar abang ya, jangan tidur, kamu pasti bisa!! eko!!!" teriak Komandan Ucok.


Pak Eko kembali membuka matanya lebar setelah komandan ucok memukul perutnya yang terluka.


***


Dirumah sakit khusus anak, bu Mona yang baru keluar dari kamar pasien melihat ponselnya dan kaget melihat panggilan tak terjawab dari suaminya. Dan saat di telpon balik, tudak ada jawaban.

__ADS_1


" mungkin ponselnya dalam keadaan hening." batin bu Mona


***


Pak Eko dibawa ke rumah sakit premier. Didalam ambulance Pak Eko mulai melemah karena kehilangan banyak darah.


Setibanya disana, pak Eko dibawa ke UGD.


Dokter mulai menangani, larena ini kasus tembakan dan pasien harus dalam kondisi sadar, maka ada satu orang yang boleh menemaninya. Komandan Ucok yang sekarang menemaninya.


"Arghhh" pekik pak Eko. Komandan ucok menggenggam erat tangan Pak Eko yang juga meremasnya kuat kuat.


posisi pelurunya sangat dalam, dokter sedikit kesulitan mengeluarkannya.


Keringat membanjiri tubuh Pak eko.


10 menit kemudian, 4 peluru sudah berhasil diangkat.


"Anda sekarang boleh keluar, kami sudah memberinya obat bius dan akan menangani lukanya yang lain" ucap suster.


Komandan Mengangguk lalu keluar dari ruangan perawatan.


Dan sesaat setelah diberi obat bius, Kondisi pak Eko menurun drastis. kini Pak Eko kritis dan membutuhkan banyak darah.


**mungkin diantara kawan kawan semua masih bingung, disini thor mau jelasin dikit walau diawal chapter udah ada.


Surya Yudha ada tiga kelas yaitu mulai dari yang terendah adalah Yudha Pratama, lalu ada Wira Yudha dan yang paling elite adalah Satya yudha. dan pak Eko atau kapten ini bagian dari yudha pratama.

__ADS_1


nantikan kelanjutan ceritanya, terima kasih😁😁**


__ADS_2