
Setengah jam telah berlalu, Jaya, Adel dan Alia sudah berganti menggunakan pakaian renang. Terlihat tubuh kekar Jaya yang dulunya penuh dengan bekas luka kini sudah hampir tak bersisa karena perawatan di Singapura kemarin.
"Wih, bekas lukanya udah pada ilang ya Pa." ucap Adel kagum.
"Nggak sia sia keluar ber M-M kalau hasilnya bisa kayak gini." tompal Alia tak kalah kagum.
"Sudah, ayo kita langsung." ajak Jaya.
Putaran pertama adalah antara Adel dan Papanya, putaran kedua baru Alia melawan papanya.
"Kalian pasti sudah bersekongkol biar Papa kalah kan?" ucap Jaya kesal.
"Enggak." jawab Adel dan Alia bersamaan.
Jaya sudah tidak bisa mengelak lagi. Dulu saja dirinya tidak bisa menang melawan putrinya, entah sekarang bisa menang atau tidak.
"Mama jadi wasit!" Seru Bu Mona bersemangat.
Ketiganya mengangguk setuju mendengar usulan Bu Mona.
Adel dan Jaya bersiap di tepi kolam, berseberangan dengan Bu Mona yang menjadi wasit.
Bu Mona sudah bersiap dengan stopwatch di tangan kanan dan peluit di tangan kirinya yang sudah ia siapkan didekat bibirnya.
__ADS_1
"Tiga!!! Dua!!! Satu!!priiiiiiiitttt!!!" Setelah Bu Mona meniup peluitnya Adel dan Jaya langsung mencebur ke kolam renang dan berusaha saling menyalip.
Tidak ada yang mau mengalah dari keduanya dan akhirnya Jaya keluar sebagai pemenang.
"Yeeeeaaa!!! Papa menang!" teriak Jaya. Adel tidak cemberut karena kekalahannya akan dibalaskan oleh kakaknya.
" Ayo Pa!" teriak Alia sambil melambaikan tangannya mengisyaratkan ke Jaya agar mendekat.
Jaya hanya mengangguk dan segera berjalan menuju Alia.
"Kalian sudah siap?!" teriak bu Mona lantang. Jaya mengacungkan jempolnya mengisyaratkan dirinya sudah siap. Begitu juga dengan Alia.
"Tiga! Dua! Satu! Priiiiiii!!!"
Setelah pluit berbunyi keduanya langsung mencebur. Kini perbedaan jarak sudah mulai terlihat dimana Alia terihat unggul. Jaya berusaha mengejar Alia namun usahanya sia sia. Alia sudah sampai di garis finish.
"Adel, hukumannya apa?" tanya Alia.
"Kok ada hukumannya?" tanya Jaya kesal karena sebelumnya tidak ada pemberitahuan akan ada hukuman.
"Game kejujuran. Nanti malam habis makan malam. okey?" Jelas Adel.
Mereka terus bermain air hingga sore hari. Santoso dan Pelayan lainnya menyiapkan perlengkapan untuk acara BBQ nanti malam.
__ADS_1
"Mas, udah beli daging belum?" tanya Alia.
"Belum, ini rencananya mau langsung ke supermarket habis ini." jawab Santoso.
"Beli yang premium ya. Bawa aja credit card ku." ucap Alia sembari menyodorkon kartu credit miliknya.
Santoso terkejut ketika Alia menyodorkan sebuah kartu dengan kapasitas 300 juta. Kalau dia orang yang tidak jujur maka bisa saja dirinya membeli mobil dengan kartu tersebut.
"Nggak ada yang lain non?" tanya Santoso.
"Nggak ada. Adanya debit." Jawab Alia.
"Ya sudah." jawab Santoso sembari menerima kartu milik Alia.
"Beli apel 2 kg juga ya. Aku mau jus apel." ucap Alia.
"Biasanya Tuan Muda suka jus kedondong mau dibeliin sekalian atau nggak?" tanya Santoso lagi
"Boleh. Kalo Mas Tosa mau beli apa juga jangan sungkan. Terus kalo ada yang kira kira aku suka dan bagus beliin sekalian ya." ucap Alia lagi.
Santoso hanya mengangguk.
Santoso lalu pergi ke supermarket untuk membeli daging dan lain lain.
__ADS_1
Selain pandai dalam senjata, pertarungan , bisnis, Santoso juga pandai masak dan berbelanja. Bahkan Alia mengaku kalah kalau harus belanja bersama Santoso.
Alia, Adel dan Jaya berkumpul diruang keluarga dan menghabiskan waktu untuk bercanda.