My Father Is A Guardian

My Father Is A Guardian
Perempat Final


__ADS_3

Setelah Freska dipapah keluar lapangan, Adel dinyatakan sebagai pemenang dan melaju ke babak berikutnya, jarak pertandingannya sekitar 30 menit.


Adel menggunakan waktunya untuk memperhatikan lawan lawannya.


“Adel, kamu siap dalam pertandingan selanjutnya?” tanya kepala sekolah.


“Sangat siap, Pak.” Jawab Adel tegas. Kepala sekolah mengangguk puas mendengar jawaban Adel.


“Lawan kamu nanti posturnya lebih tinggi dari kamu, jangan meremehkan lawan.” Ucap Rahmat


“Iya sabeum, aku tidak pernah meremehkan lawan, Sabeum" ucap Adel lalu ditenggaknya air mineral dalam botol minumnya.


Adel terus bergerak kasana kemari karena tidak ingin badannya kaku dan tidak panas lagi.


Adel kembaki mengenakan gum shield nya dan memasang body protector warna merah karena dirinya akan bertarung disudut merah, melawan Juliana Wong dari SMP Bina Bakti.


Adel bersiap disudutnya, wasit mempersilahkan keduanya masuk arena.


“Charyot!!! (Bersiap) jireugi junbi ( posisi bertarung) shijak!!!! Mulai!!! “ teriak wasit


“Haaa!!!” teriak keduanya bersamaan.


Keduanya lalu mulai saling memancing, Adel terus memepet lawannya karena postur tubuh lawan lebih tinggi, jadi pertarungan jarak dekat lebih menguntungkannya.

__ADS_1


Pertarungan berjalan alot karena kemampuan keduanya sama sam tinggi dalam bertahan dan menyerang menyebabkan poin sulit tercipta.


Satu kuarter telah berlalu, poin masih 3-2 untuk kemenangan di pihak lawan Adel. Pada saat waktu jeda, Sabeum Rahmat terus menyemangati Adel.


“Jangan khawatir, masih ada 2 kuarter lagi, selisih poin hanya satu, pertahankan tempo pertarungan saja. Ok?” jelas Sabeum Rahmat.


Adel hanya mengangguk paham.


Kuarter kedua dimulai, stamina lawan mulai menurun membuat Adel berada di pihak yang lebih menguntungkan.


“Adel!!!Adel!!!adel!!!”teriak para penonton menyemangati.


Adel bertarung menggebu gebu membuat lawan kualahan.


“Kamu tinggal memberi 1 tendangan lagi, ok?” ucap Sabeu taufik. Adel mengangguk paham dan mulai memikirkan cara agar pertandingannya cepat selesai.


“Adel paham.”ucap Adel tegas.


Pertandingan kembali dilanjutkan dan sudah memasuki kuarter terakhir. Rasa putus asa ssudah menyelimuti perasaan Juliana Wong.


Tidak ada harapan untuk menang karena dirinya sudah lemas sedangkan lawannya masih bersemangat. Akhirnya Liana memberi Adel kemenangan yang mudah. Adel sangat senang karena dirinya bisa menyimpan energinya untuk pertandingan berikutnya.


Kepala sekolah sangat senang karena perwakilan sekolahnya bisa menembus semi final. Setidaknya akan ada minimal satu medali perunggu kalau adel tidak bisa ke Final. Ada juga kemungkinan yang lebih baik yaitu perak bahkan emas.

__ADS_1


“Selamat Adel, kamu masuk semi final.” Ucap kepala sekolah kegirangan.


“Perjalanan saya masih panjang Pak, tapi terima kasih, saya akan berusaha semaksimal mungkin.” Ucap Adel.


Kini jarak dengan pertandingan selanjutnya lebih lama karena terpotong jam makan siang.


Adel hanya makan pisang dan minum air putih agar tidak begah saat pertandingan selanjutnya.


Kepala sekolah sebenarnya berniat untuk mengajak Adel makan diluar namun Adel menolaknya secara halus karena tidak mau nanti pertandingannya terganggu.


“Kalau dilihat dari drawing, lawan lawan yang akan kamu hadapi biasa saja karena beberapa peserta yang akan digadang gadang menjadi peserta unggulan malah sudah gugur.”ucap Sabeum Taufik.


Perasaan Adel kini sedikit lega karena mendengar ucapan sabeumnya.


******


Di RS. Premier ,pak Eko sedang bersedih karena belum diizinkan pulang. Dirinya tidak bisa melihat pertandingan putrinya, dan ini juga hari pelantikan Satya Yudha.


Ketika Pak Eko masih termenung, Pak Eko terkejut karena tiba tiba pintu kamarnya terbuka padahal belum saatnya minum obat, ganti perban, maupun jam besuk.


Ternyata yang datang adalah Pak Perwira, Komandan Ucok dan beberapa petinggi Satya Yudha.


**Maaf ya semuanya,,, kemarin Author nggak Up waktu malem minggu soalnya thor tepar kecapean ditempat kerja,,,

__ADS_1


Selamat membaca**


__ADS_2