
Jaya masih berusaha kaburdari cengkraman Geng Tornado, namun usahanya sia sia karena yang sedang dihadapinya adalah sekelompok orang yang masih segar bugar dan dirinya kini sudah penuh luka.
Pak Perwira tertembak dibahu dan pahanya membuat Pak Perwira terbaring tak berdaya dibahu jalan.
Pak Perwira juga sudah pasrah dan lebih fokus menghentikan pendarahan dibahunya.
Jaya diborgol kedua tangannya, lalu tubuhnya dilempar kedalam mobil SUV.
Pak Perwira ditinggal sendirian dalam keadaan terluka parah.
Jaya masih berusaha melawan namun salah satu anggota Gang Tornado menembakan peluru bius dan mengenai leher Jaya.
Dalam hitungan menit Jaya sudah tidak sadarkan diri.
*********
Anggota Satya Yudha yang menuju tempat terjadinya baku tembak.
Mereka melihat mobil Mercy hita yang mereka kenali sebagai mobil Jaya.
Satu persatu anggota Satya Yudha turun dari mobil masing masih dan mulai menyisir lapangan.
Mereka juga bisa mendengar sirine yang mulai mendekat.
__ADS_1
"Mario!!!! Ada disini!!!" Teriak Ilham.
Mario dan anggota Satya Yudha lainnya bergegas menuju ke arah Ilham.
Ilham menemukan Pak Perwira dalam kondisi hampir tak sadarkan diri.
"Diman Jaya, Pak?" tanya Mario cemas.
"Mobil SUV, 1504 UAE." jawab Pak Perwira lirih. Kini kesadarannya mulai menurun. Perlahan Pak Perwira memejamkan matanya.
"Satria, Panji, bawa Pak Perwira ke rumah sakit. Aku dan lainnya akan mencari Jaya." ucap Mario tegas.
Mario langsung terbayang saat saat dirinya di sekap dengan Awang dan Jaya, melihat Jaya yang terus menerus di siksa tanpa ampun. Mario ingin segera menemukan Jaya.
"Aku rasa tidak masalah. Kalau mereka meninggalkan Pak Perwira disini apalagi dalam kondisi masih sadar, artinya mereka tidak menginginkan Pak Perwira. Dan sekarang, Jaya malah mereka bawa." ujar Mario.
Teman temannya langsung mengangguk paham setelah mendengar penjelasan Mario.
Ilham, Satria, Mario, dan Panji membopong Pak Perwira dan mendudukannya di kursi belakang bersama Panji yang menjaganya sedangkan Satria bertugas untuk menyetir.
Setelah mobil yang dikendarai Satria mulai melaju, Mario dan kawan kawannya bergegas masuk ke mobil mereka masih masing dan melanjutkan pencarian Jaya.
"Jaya, bertahanlah,,,,." gumam Mario.
__ADS_1
Orang orang Pak Surya langsung mencoba menyusul Jaya.
Signal yang mereka lacak dari tubuh Jaya terus bergerak menandakan Jaya juga terus bergerak dan membuat mereka semakin khawatir.
"Suuuu!!! Jakarta muacet bangettt!!!" keluh Indro yang mengendarai kendaraannya ditengah kemacetan Jakarta.
"Jangan marah marah, tenang." ucap Santoso.
"Bagaimana mau tenang? kalau tuan muda sampai kenapa napa kita bakal kena juga imbasnya." celoteh sopir itu lagi dengan logat ngapaknya.
"Tuan nggak akan menghukum kita tanpa sebab. Kalau kita berusaha semaksimal mungkin Tuan Besar nggak akan kasih hukuman." ucap Santoso begitu yakin.
"Eh, curut,, Kamu ikut tuan besar itu baru kemarin sore, jangan sotoy " ucap Sopir lagi.
Pertengkaran kecil ini membuat mereka menghilangkan rasa takut dan gugup.
Pada akhirnya mereka tertawa terbahak bahak karena celoteh Indro si Sopir dan Santoso.
*******
Komandan Ucok sangat khawatir bercampur marah karena Pak Perwira ditemukan dalam kondisi terluka parah dan kritis. Ditambah lagi sampai saat ini Jaya belum juga ditemukan membuat Komandan Ucok hampir gila.
"Ya tuhan,,, mereka orang orang yang selalu menyemangatiku, lindungi mereka, ya tuhan. Hanya kepadamu aku meminta, hanya padamu aku memohon petunjuk. " batin Komandan Ucok. Tak terasa air matanya meleleh membasahi pipinya
__ADS_1