
Alia memerintahkan pengawalnya untuk tidak pulang ke kediaman Wijaya. Banyak yang bertanya tanya mengapa tapi tidak ada yang berani menolaknya.
Jam 11 siang, Adwp sudah sampai dikediaman Wijaya bersama Taufik. Namun karena ada urusan di Tangerang maka Taufik langsung pergi tanpa menunggu kepulangan Jaya.
Adel duduk di ruang keluarga sambil bermain ponsel. Pelayan mengambil beberapa macam cemilan untuk Adel tapi Adel tidak bergeming sedikitpun.
Adel masih menatap layar Hp nya yang ternyata sedang bimbel online.
Adel mendapat tugas yang lumayan banyak dari gurunya. Walaupun dia sekarang di Jakarta tapi karena Adel juga seorang siswi home schooling maka dia tetap mendapat tugas dari gurunya secara online.
"Maaf non, apa non mau cemilan yang lain?" tanya pelayan yang tak enak hati karena Adel tak menyentuh makanannya sedikitpun. Si pelayan takutnya Adel tidak suka dengan yang dia sediakan.
"Oh, tidak mba, makasih,"jawab Adel.
"Saya masih belajar, nanti saja kalau ada yang lain saya minta." Lanjutnya.
Si pelayan pun pergi dengan perasaan lega setelah mendapat jawaban dari Adel. Adel kembali fokus menatap layar ponselnya.
Tak berapa lama kemudian, terdengar suara pintu garasi dibuka dan suara mobil masuk.
Tak berselang lama terdengar langkah kaki mulai mendekat. Terlihat sosok lelaki yang sangat Adel rindukan.
"Papa!!!" teriak Adel sembari menghambur ke arah papanya.
Adel langsung memeluk Papanya erat.
__ADS_1
"Papa sudah sembuh?" tanya Adel.
"Lihat, Papa sudah sangat sehat." jawab Jaya.
Tak berselang lama Alia dan Bu Mona muncul bersama Santoso yang sibuk membawa barang barang Alia dan orang tuanya.
Adel tertawa melihat Santoso yang nampak kesulitan saat membawa banyak sekali barang.
Adel berganti memeluk mamanya.
"Adel kangen." ucap Adel manja.
Alia langsung membawa barang bawaan orang tuanya ke kamar utama, sedangkan Jaya dan Bu Mona langsung menuju ke ruang keluarga.
Alia menelpon pelayannya untuk mengeluarkan makan siang yang sudah disiapkan.
"okey." jawab Jaya.
Mereka berempat beranjak dari tempat duduk menuju ke meja makan.
Sudah terlihat berbagai macam makanan mulai dari opor ayam, cah kangkung, mendoan, sambal terasi, dan kerupuk udang.
Jaya duduk di kursi kepala keluarga, Bu Mona di samping kanannya, sedangkan Alia dan Adel di sisi kiri.
Bu Mona mengambilkan nasi untuk Suami dan anak anaknya.
__ADS_1
Mereka makan dengan begitu lahap karena memang lapar dan makanannya enak.
"Habis ini ada yang mau berenang?" tanya Alia.
"Mauuuu!" seru Adel bersemangat.
"Setengah jam lagi ya." ucap Alia.
Adel mengangguk paham dan menyetujui ucapan kakaknya. Karena kalau habis makan langsung berenang akibatnya akan fatal.
"Adel sekarang home schooling ya?" tanya Jaya.
"Iya Pa."jawab Adel.
"Enakan sekolah atau Home Schooling?" tanya Jaya lagi.
"Enakan sekolah biasa, soalnya banyak temen, tapi kalau aku home schooling aku bisa ikut latihan Taekwondo, memanah, juga menembak." Adel menjelaskan dengan antusias.
"Coba kita kapan kapan adu skill menembak." ajak Alia. Dengan sepenuh hati Adel menyetujui ajakan dari kakaknya.
"Papa sudah boleh berenang?" tanya Alia.
"Sudah." jawab Jaya.
"Aku pengen adu kecepatan sama Papa. Dulu aku menang apa sekarang masih?" ucap Alia dengan nada mengejek.
__ADS_1
"Siapa takut???" jiwa laki Jaya tergugah karena mendapat ejekan dari putrinya. Jaya pun langsung menyetujui duel renang antara dirinya dan Alia.
Maaf ya kalo ada typo