
Jaya membereskan barang barang yang ada dalam bagasi mobilnya. Adel membawa barang barangnya ke dalam kamar. Adel lalu mandi dan, tidur.
Sore harinya Pak Surya dan Bu Santi pulang bersama Rahmat dan Taufik. Adel bangun lalu menuju ke meja makan karena sudah kelaparan.
"Bibi masak apa?" tanya Adel ke bi inem.
"Masak sop, sama ayam semur." jawab Bi Inem.
Adel mengambil piring lalu duduk dimeja makan.
Adel makan dengan perlahan karena bibirnya masih perih. Bu Mona menyusul Adel di meja makan lalu ikut makan juga. Jaya menyusul tak lama kemudian.
"Masakan bibi tumben nggak pedes?" tanya Jaya.
"Non kan nggak bisa makan pedes, Tuan." Jawab Bi Inem.
"Papa ini,," ucap Adel.
"Papa lupa, Del."
Tak lama kemudian, mereka selesai makan. Adel menuju kamarnya untuk mengerjakan tugas tugas.
Beberapa jam yang lalu kepala sekolah mengirim email berupa tugas yang tertinggal. Adel mengerjakannya dengan teliti.
Bu Mona dan suaminya ada dikamar. Mereka membahas suatu hal.
" Ma, Papa 3 hari lagi mulai nginep di asrama. Kalau nggak ada tugas sabtu minggu Papa pulang." Ucap Jaya.
"Papa nggak mau istirahat lebih lama?" Tanya Bu Mona
"Papa nggak enak, udah terlalu lama dirumah." Jawab Jaya.
__ADS_1
"Ya udah, biar nanti mama Pack baju papa secukupnya." jawab Bu Mona.
"Iya. Mama nggak papa, kan??" tanya Jaya.
"Iya, cuma Mama sedikit khawatir." jawab Bu Mona cemas.
"Tentang?" tanya Jaya lagi.
Bu Mona mengehela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan suaminya.
"Pa,, Mama cemas akan pekerjaan Papa. Mama nggak bisa liat Papa terluka." ucap Bu Mona.
"Ma, setiap pekerjaan itu ada resikonya. Ini sudah menjadi pilihan Papa." jawab Jaya.
"Pa,,, apa Papa nggak cukup sudah buat Mama khawatir." Tanya Bu Mona. Matanya mulai berkaca kaca. Air matanya kini sudah tidak dapat ditahan lagi, Bu Mona menangis.
Jaya merasa iba melihat istrinya menangis.
" Mama jangan nangis." ucap Jaya sambil memeluk istrinya. Jaya merasa bersalah karena dirinya istrinya sampai menangis.
"Tapi Papa harus janji, jangan sampai terluka kaya kemarin." ucap Bo Mona masih terus menangis.
Jaya membelai lembut rambut isterinya. Jam 10 malam mereka berdua memutuskan untuk tidur.
*********
Tiga hari berlalu dengan cepat. Jaya berangkat menuju ke asramanya bersama Petir.
Dia belum mempunyai teman sekamar, jadi kamarnya masih digunakan oleh dirinya seorang.
Jaya merapikan baju bajunya didalam lemari yang ada dikamarnya.
__ADS_1
Ada sebuah map jadwal yang harus ia pelajari. Mulai dari jam makan, latihan, tugas, dll.
Untuk hari sabtu minggu mereka diberi kebebasan, kecuali jika ada tugas penting. Jaya segera mempelajari semuanya. Tugas pertamanya sebagai satya Yudha tiga hari lagi. Mulai besok ia akan mengikuti kegiatan kegiatan yang sudah dijadwalkan.
"Ternyata ada kelas menembak dan beladiri."Jaya membaca jurnal tersebut sambil senyum senyum.
Tok,,tok,,tok,,
Jaya bangkit dari tempat tidurnya, ternyata yang datang komandan ucok.
"Kamu udah pack semua barangnya?" tanya komandan ucok.
"udah, ndan."jawab Jaya.
"Kalo kamu sudah siap nanti bisa ikut kelas menembak." ucap komandan ucok.
"Beneran???" tanya Jaya antusias.
" Beneran lah." jawab komandan ucok tak kalah antusias.
"Dan semua jadwal yang ada di map tersebut sebenarnya boleh kamu ikuti mulai hari ini." jelas komandan ucok.
"Berarti lima belas menit lagi ada jadwal beladiri, dan hari ini taekwondo?" tanya Jaya penasaran.
"yupss,, betul sekali." jawab komandan ucok. Jaya bangkit dari posisi duduknya.
"Aku mau ikut." ucap Jaya senang.
" yah,,,, aku ngga bawa dobok." ucap Jaya menyesal.
"Pakai pakaian training saja." Komandan ucok memberi solusi.
__ADS_1
"oiya,, ya sudah. Aku akan bersiap." ucap Jaya.
Komandan ucok pamit karena mau ikut kelas beladiri juga.