My Father Is A Guardian

My Father Is A Guardian
Rencana Penculikan


__ADS_3

Bunyi alarm ponselnya segwra membangunkan pak Eko. Pak Eko melirik ke arah jam dinding di sudut ruangan.


"huft,, baru jam setengah enam." keluh pak Eko. padahal dirinya berharap kalau sudah agak siang dan jam besuk.


Pak Eko mencoba merubah posisinya dari tiduran menjadi duduk.


"arghhhhhh" rintih pak Eko.


"memang benar benar sakit. Untung semalam aku tidak mendebat mona. Kalau sampai dia melihatku begini dia pasti akan ngomel ngomel." gerutu pak Eko.


Pak Eko tersenyum melihat sebuah jaket di samping tempat tidurnya. Istrinya tau kalau dia tidak akan mau menggunakan baju atasannya karena tidak mau repot buka lepas baju.


Pak Eko berjalan menuju sofa, lalu dirinya duduk disofa dan membuka jendelanya.


Pemandangan pagi hari yang masih sejuk. Pak Eko rindu santai santai seperti ini karena tugasnya yang sangat numpuk membuatnya kesulitan menikmati hidup.


Suster datang membawa sebaskom air hangat dan meminta izin untuk mengompres Pak Eko. Pak Eko secara halus menolak suster tersebut dengan dalih istrinya segera datang.


Pak Eko mengambil ponselnya dan mulai membuka youtube. Akhirnya setelah beberapa menit searching, Pak Eko menemukan film yang ia cari cari.


****


"Jadi bagaimana keputusan bapak? saya pasti akan mendukung." tanya komandan ucok.

__ADS_1


"Aku sudah melihat bagaimana ia bekerja. Aku suka cara kerjanya. " jawab pak Perwira


"jadi??" Komandan Ucok masih belum mengerti.


"kita langsung saja mengambilnya menjadi anggota satya yudha. Aku melihat data dirinya di map pendaftaran, ini tidak akan baik untuk kondisinya. Dia pasti akan terluka, atau tidak lolos menjadi satya yudha." jelas Pak Perwira


"Apa tidak akan bermasalah pada yang lain?" tanya komandan ucok lagi.


"kalau ada yang protes atau tidak mau Eko menjadi Satya Yudha, bilang padanya kalo dia kutembak 4 kali dan masih berdiri, Eko tidak akan MENJADI SATYA YUDHAAA!!!" teriak Pak Perwira kesal


"baik baik, saya akan lakukan semuanya" ucap Komandan ucok takut.


"baiklah, sekarang bagaimana keaadaan semua anggota kita yang ada di Rumah Sakit?" tanya Pak Perwira


Pak Perwira hanya mengangguk pelan lalu berdiri dan berjalan menuju cangkir kopinya. Diseruput pelan kopi tersebut dan,,,.


"aghhhhh,,,, nikmat"


*****


Jam sudah menunjukkan pukul 14.00, tapi adel masih ada disekolah. Tiba tiba ada orang yang menghampirinya.


Orang itu adalah seorang pria yang menggunakana baju hitam hitam seperti yang digu nakan Papany.

__ADS_1


"Kamu benar Adelia putrinya Eko Wijaya?" tanya orang itu.


" iya benar, ada apa ya om?" jawaban adel kini sekaligus menjadi pertanyaan untuk orang tersebut.


"saya temen papa kamu." orang tersebut kini menunjukkan sebuah lencana. Lencana yang sama dengan milik papanya.


"ada apa, om??" tanya adel lagi


" Papa kamu kemarin ditembak orang kamu tau?


adel mengangguk.


"sekarang Papa kamu drop karena pendarahan, dia lagi dirujuk ke Rumah sakit di Semarang. Mama kamu nggak sempat jemput jadi nyuruh om jemput kamu." jelas orang tersebut. Adel percaya saja dengan perkataan orang tersebut.


Adel panik seketika.


"Sekarang ayo kita susul papa kamu" ucap orang itu lagi.


Adel mengangguk lalu segera berlari ke kelasnya untuk mengambil tas sedangkan orang tersebut memberikan surat izin kepada guru piket.


Adel kini telah berada bersama orang itu dan iapun pergi dengan sebuah mobil alpard hitam.


"pa,, tunggu aku..."

__ADS_1


CERITANYA MASIH PENDEK PENDEK KARENA THOR MASIH BELAJAR YA TEMEN TEMEN, NANTI KALO KALIAN PADA SUKA KOMEN AJA BIAR THOR CRAZY UP. UDAH NYIAPIN NASKAH TAPI BELUM ADA YANG MINTA HEHEHEH🤣🤣sombong padahal penulis lain sebel banget kalo diminta crazy up


__ADS_2