My Father Is A Guardian

My Father Is A Guardian
Santoso Berdeabar


__ADS_3

Alia mulai menjalani kehidupannya sebagai seorang pebisnis dengan bimbingan dari kedua omnya.


Alia tidak menyangka kedua omnya pandai berbisnis karena selama ini mereka hanya menunjukan bakat beladiri.


Sesekali Alia juga meminta bantuan Santoso untuk membantu pekerjaannya karena Santoso dulu juga membantu Eyangnya menjalankan bisnis.


Hanya dalam dua minggu Alia bisa memahami hal hal sulit tentang bisnis dan ternyata dia cukuo berbakat juga. Pak Surya juga tidak menyangka cucunya se pandai ini dalam bisnis.


Alia tinggal di Kelapa Gading, dikediaman keluarga Wijaya yang ada disana bersama dengan Santoso dan beberapa orang pekerja yang mengusrus rumahnya.


Siang itu hari minggu, Alia sedang libur dan memilih menghabiskan waktunya di rumah.


Alia cukup terkejut ketika Santoso menghampirinya dengan buru buru dan menyampaikan ada seseorang yang mengatakan dia adalah anak buah Om Alia.


Santoso yang tidak mengetahui latar belakang Alia, terkejut karena yang ia tahu om Alia hanya Rahmat dan Taufik.


"Hmm,,, Mas Tosa, tolong jaga diruang tengah ya, aku takut orang ini berbahaya dan membutuhkan bantuan." ucap Alia.


Santoso mengangguk paham dan segera mengekor nonanya yang sudah terlebih dahulu menuju ruang tamu sedangkan dirinya berjaga diruang tengah.


Santoso yang melihat Rich langsung gemetaran.


Rich adalah ketua utama Gang Tornado yang selama ini mengincar nyawa Jaya.

__ADS_1


"Kenapa orang itu mencari Nona?" tanya Santoso dalam hati.


Alia menyapa Rich dengan senyum menawannya.


"Selamat siang, Nona. Nama saya Richard." ucap Richard memperkenalkan diri dan mengulurkan tangannya. Namun Alia berpura pura seolah dia tidak melihat uluran tangan Richard dan langsung duduk.


Richard sebenarnya sangat marah namun dirinya menutupinya karena perintah dari tuannya.


"Nona, anda ingat om anda yang bernama frederick?" tanya Richard.


"Iya, aku masih ingat." jawab Alia yang masih tersenyum menawan membuat Richard melupakan amarahnya.


"Jadi Tuan Fred sangat ingin bertemu dengan anda setelah sekian lama." jelas Richard.


"Sungguh, nanti saya akan menyiapkan jadwal pertemuannya ya." ucap Rich senang. Dia tidak mengira tugasnya akan semudah ini.


Disisi lain Santoso menghubungi teman temannya untuk segera datang karena ada musuh datang namun meminta mereka tidak gegabah dalam mengambil tindakan.


Alia mengetahui Santoso merasa gelisah dan mencoba mengusir Richard dengan halus.


"Maaf, Saya ingin melanjutkan pekerjaan, disini juga sedang tidak ada orang jadi tidak enak." ucap Alia.


Richard lalu mengangguk paham dan beranjak dari tempat duduknya.

__ADS_1


Alia mengantar Richard hingga ke pintu gerbang dan memastikan Richard benar benar pergi.


Santoso menghela nafas lega setelah melihat Rich pergi.


"Nona, ada hal penting yang ingin saya sampaikan." ucap Santoso.


"Ada apa?" tanya Alia bingung.


"Orang itu adalah orang yang melukai tuan muda. Dia adalah anak buah tuan Fred." jelas Santoso.


"oh." jawab Alia singkat.


Santoso begitu terkejut melihat Alia tidak terkejut.


"Jangan kaget. Kamu belum tau semua tentang diriku, akan ada banyak kejutan di masa depan. Semoga aku bisa melaluinya walau dia tidak berada disini. " ucap Alia.


Jantung Santoso berdebar. Dia merasa lemas ketika Alia menyebut ada seseorang yang kini sedang berada jauh darinya dan Alia sebenarnya berharap orang itu berada disisinya.


Alia melenggang masuk kedalam rumahnya meninggalkan Santoso sendirian.


Hallo temen temen semuanya, Apa kabar?


Semoga kalian baik baik saja dimanapun kalian berada

__ADS_1


__ADS_2