My Father Is A Guardian

My Father Is A Guardian
Kembali ke Sekolah


__ADS_3

"Jadi kemarin sebenarnya Adel diculik.,," ucap Pak Eko


"Kok bisa?" Kepala sekolah terheran heran


"Jadi, kemarin memang saya dirawat di rumah sakit, tapi sebenarnya tidak terlalu parah, Adel kemarin dijemput beberapa orang yang mengaku sebagai teman kerja saya, dia dibawa ke Semarang, jadi saya susul ke Semarang. Kemarin kami tidak bisa langsung pulang karena Adel juga mengalami trauma, jadi mohon dimaklumi."Jelas Pak Eko.


Kepala sekolah mengangguk angguk sedang mengimajinasikan perkataan Pak Eko.


"Ya sudah, Adel kembali ke kelas, saya bawakan surat keterangan dulu, nanti diserahkan ke pengajar yang sedang dikelas." ucap Pak Kepsek.


Kepsek lalu masuk keruangannya dan kembali beberapa saat kemudian sambil membawa sebuah surat.


"Ini adalah surat keterangan bahwa kamu telat dengan sepengetahuan saya." ucap Kepsek.


Adel menerima surat tersebut lalu menyalimi kepala sekolah serta dua orang tuanya.


"Makasih pak" ucap Adel sebelum meninggalkan ruang tunggu menuju ke ruang kelasnya.


Setelah Adel tidak terlihat, Kepala sekolah memulai pembicaraan baru bersama Pak Eko.

__ADS_1


"Pak, saya mau membicarakan sesuatu, ini tentang Adel." ucap Kepsek


"Iya pak, apa Adel nakal?" tanya Pak Eko khawatir.


"Kita sudah mengetahui bahwa Adel adalah petarung hebat, namun saya melihat ada suatu kejanggalan." ucap kepala sekolah lagi, membuat Pak Eko dan Bu Mona semakin bingung.


"Saya beberapa waktu melihat Adel bertanding. Awalnya saya melihat Adel sangat percaya diri, itu sangat saya kagumi, tapi setelah melihat beberapa pertandingan sampai akhirnya partai final, ada yang terlihat aneh." ucap kepsek lagi


"Aneh bagaimana,pak?" tanya pak Eko semakin bingung bercampur khawatir.


" biasanya saya melihat rasa takut walaupun sedikit dimata anak anak saat pertandingan. Namun Adel ini berbeda, dia terlihat sangat menikmati pertarungannya bahkan kegirangan. Dan anehnya lagi saat mendapat gelar juara dia biasa saja." Ucap kepala sekolah.


"Oohh,,, jadi seperti itu, jangan khawatir, Pak." ucap Pak Eko santai


Bu Mona juga lega karena ternyata masalah seperti ini yang membuat kepala sekolah khawatir.


"Baiklah, jadi kan pertandingan Adel hanya tinggal 10 hari, apa dia sudah persiapan matang matang?" tanya kepala sekolah.


" Kalau fisiknya saya sudah tidak meragukan lagi, tinggal kita berdoa dan selalu memberi semangat. Kalau saya tidak memasang target terlalu tinggi karena tahu pasti Adel berusaha mencapainya dan semakin sulit membagi waktu belajar. Sekarang saja dia sedang dalam masa sulit pembagian waktu belajarnya." ucap Pak Eko

__ADS_1


"Apa perlu tambahan jam pelajaran? kalau perlu dari saya juga tidak masalah" ucap Pak Kepsek


"Maaf pak, mungkin setelah pertandingan jika bapak mau memberi jam pelajaran tambahan tidak masalah, tapi kalau sekarang takutnya membuat Adel semakin tidak konsen." jawab Pak Eko.


Obrolan ini mereka lanjutkan sampai jam 10.00 pagi sebelum akhirnya Pak Eko dan Bu Mona pamit pulang.


*****


"Kamu habis diculik, del?" tanya Amanda dengan wajah keponya


"Iya,, untung papa cepet cepet dateng jemput aku." jawab Adel


"Katanya Papa kamu dirujuk ke semarang?" tanya Amanda lagi.


Adel menghela nafas sebelum menjawab pertanyan temannya ini


"Enggak, ternyata kemarin itu cuma buat jebakan, akhirnya Papaku jemput aku." jawab Adel


"Katanya Papa kamu sakit?" tanya Amanda lagi. Banyak sekali pertanyaan yang Amanda lontarkan namun dengan sabar Adel menjawabnya satu persatu.

__ADS_1


"Papa Aku emang lagi sakit, tapi demi aku Papa aku maksain diri dan akhirnya tambah parah. Jadi kemarin Papa sekalian pengobatan disemarang sampai baikan, Aku juga masih trauma jadi nggak berani pulang sendiri." jawab Adel panjanggggg


UNTUK PARA READER, TERIMA KASIH BUAT YANG UDAH KASIH LIKE, UNTUK SEMUA KOMEN AUTHOR USAHAIN BALES KOMEN KOMEN KALIAN, JANGAN LUPA JADIIN CERITA INI SEBAGAI NOVEL FAVORIT KALIAN,,, TERIMA KASIH😁😁😁😁


__ADS_2