My Father Is A Guardian

My Father Is A Guardian
Sebuah Bukti


__ADS_3

"Bagaimana dengan yang lainnya?" tanya komandan Ucok yang masih berusaha menahan rasa sakitnya.


"Kami tidak tahu. Suamiku tidak mengatakannya yang jelas dia baik baik saja." ucap Mona. Mona tidak memberitahu kebenarannya karena takut akan membuat kondisi Komandan Ucok kembali drop.


"Apa sudah lebih baik?" tanya Mona.


Komandan Ucok mengangguk pelan.


"Apa,,, Pak Perwira sudah kesini?" tanya Komandan Ucok lagi.


"Belum. Kamu dipindahkan dari rumah sakit Margono ke sini itu sampai jam sembilan malam jadi mungkin Pak Perwira belum sempat." Ujar Mona.


"Pa, Papa tidak lapar?" Tanya Indri Ke Komandan Ucok.


"Papa belum lapar,,,," jawab Komandan Ucok lirih.


"Bagaimana dengan Pak Broto?" tanya Komandan Ucok lagi.


"Siapa Pak Broto?" tanya Indri.


"Orang yang harusnya aku jaga." ucap Komandan Ucok.


Komandan Ucok baru ingat tentang rekaman Pak Broto yang berada di ponselnya.


"Ma, handphone Papa mana?" tanya komandan Ucok cemas. Rekaman itu begitu berharga.


Isterinya mengambil Ponsel suaminya yang ia taruh di laci kecil dekat ranjang suaminya.

__ADS_1


"Ini Pa." Ucap Indri seraya mengulurkan ponsel milik suaminya.


Komandan Ucok menerimanya dengan tangan kirinya. Walaupun sakita karena ada selang infus yang tertancap, tapi itu lebih baik dari tangan kanannya yang terkena sabetan clurit anggota Gang Tornado di lengan kanan.


Untung saja tangannya tidak putus karena baju yang digunakannya cukup tebal.


"Syukurlah ponselnya tidak bermasalah." gumam komandan Ucok. Dirinya lalu mengirim salinan video tersebut ke Jaya.


"Kenapa kalian tidak tidur?" tanya Komandan Ucok.


"Awalnya kami berniat mau tidur tapi Abang bangun jadi kami tidak ngantuk lagi." ucap Mona.


Komandan Ucok mengangguk tak curiga sedikitpun.


"Aku ingin menghubungi Pak Perwira." ucap Komandan Ucok. Indri langsung merebut ponsel dari tangan suaminya.


"Iya juga yah,,," gumam Komandan Ucok.


Mona dan Indri begitu lega karena Komandan Ucok masih bisa mereka handle.


Mereka tidak bisa membayangkan kalau banyak anggotanya yang gugur dalam tugas kemarin. Komandan Ucok pasti gila karena mendengarnya.


*****


Jaya membuka matanya jam 4 Pagi. Dia lalu mandi dan Sholat subuh.


Jaya lalu membuka ponselnya dan mendapati sebuah video baru kiriman dari Komandan Ucok.

__ADS_1


Jaya begitu terkejut setelah melihat vidwo tersebut.


"Artinya hard disk yang ada ditanganku adalah bukti bukti kejahatan beberapa orang yang belum terselesaikan oleh Pak Broto??" ucap Jaya. Dirinya begitu khawatir karena tidak tau harus percaya ke siapa.


Jalan satu satunya adalah men-copy isi dari hard disk tersebut dan menelitinya lebih jauh.


Bahkan Pak Broto tidak percaya terhadap polisi karena banyak polisi yang telah disuap oleh beberapa mafia.


Jaya segera mengabari Pak Perwira.


Pak Perwira tak kalah terkejutnya saat mendengar penjelasan dari Jaya.


Pak Perwira meminta Jaya segera meluncur ke markas dan pergi keruang kendali.


Jaya lalu pamit ke Adel yang masih tlsetengah tidur.


Jaya pergi bersama Petir, sepeda motor kesayangannya.


Seperti yang diperintah oleh Pak Perwira, Jaya pergi ke ruang kendali dan menunggu Pak Perwira disana.


**Hmmmm,,,, author lagi susah bagi waktu nih antara kerja, nulis, dan istirahat.


Perubahan cuaca yang nggak nentu bikin author juga kadang jadi kurang mood apalagi beberapa hari terakhir ada sedikit kendala waktu up.


Dan kalau masih banyak Typo harap maklum yah, komen aja biar author revisi.


thanks🤣🤣🤣🤣**

__ADS_1


__ADS_2