
Pak eko memainkan spiner ditangannya agar tidak mengantuk. Tapi apa daya, kesunyian malam dan rasa lelah yang menerpa membuat Pak Eko mulai tertidur.
pukul 02.00, ada mobil pick up datang. Sigit dan Susilo langsung memberi informasi ke dalam.
Mendengar HT nya menyala, serta panggilan di earphone, membuat Kapten bergegas bangun.
" Kapten, ada orang datang." ucap Sigit.
" awasi terus, aku melakukan pengamanan". Perintah Kapten.
Kapten langsung bergegas.
****
Keadaan diluar mulai mencekam, satu persatu orang bersenjata laras panjang mulai turun dari mobil box. jumlahnya ada sekitar tujuh orang yang baru turun, sepertinya masih banyak yang belum keluar.
"status AWAS, tolong kirim bantuan." ucap susilo saat mengabari markas utama.
Sigit dan Susilo mulai berkeringat dingin, pasalnya mereka tidak diberi amunisi tambahan oleh satuan. peluru yang mereka bawa hanya yang ada didalam pistol yang mereka bawa saat ini.
***
__ADS_1
Disebuah kamar, sepasang suami istri sedang tudur terlelap, ketika tiba tiba pintu kamar tersebut digedor dari luar. Segera saja mereka bangun dan bergegas membuka pinta.
Ternyata yang menggedor adalah kapten dari bodyguard yang ia sewa, Eko Wijaya. Terlihat muka Pak Eko sedikit cemas. Melihat kapten cemas membuat pak Wiratama juga ikut cemas.
"Ada apa?" tanya pak Wiratama dengan nada cemas.
" Kita diserang, jumlahnya cukup banyak, ayo kita sembunyi." jawab Kapten cemas.
setelah itu, mereka membangunkan kedua cucu pak Wiratama.
Pak Eko mengumpulkan seluruh keluarga Hartanto menjadi saymtu ruangan. Totalnya ada empat orang, yaitu pak Wiratama, Istrinya, dan dua cucunya yang masih balita.
" saya akan mengalihkan perhatian mereka, dalam 15 menit ada bantuan, anda harus bertahan. Jaga keluarga anda. kami akan berusaha dengan nyawa kami." ucap pak Eko mantap.
***
Dihalaman rumah mulai terjadi baku tembak yang melibatkan sigit, Susilo, dan para penyerang. Sigit terkena tembakan di kedua pahanya, kini dirinya sedang menggeliat kesakitan ditanah. Rekannya tidak kalah buruk, pergelangan tangan kanan serta bahunya tertembak hingga dia tidak mampu memegang senjatanya.
Mereka ditinggalkan begitu saja karena dianggap sudah tidak berdaya.
Kapten melihat dua rekannya tergeletak ditanah segera menghubungi kantor pusat.
__ADS_1
"Eko disini, dua penjaga terluka, penyerang mulao memasuki kawasan, kapan bantuan tiba?" tanya pak Eko.
" sedang dalam perjalanan, bantuan utama akan tiba dala 7 menit, sedangkan polisi akan tiba dalam 10 menit waktu perkiraan" jawab sang operator.
Pintu rumah mulai didobrak, Kapten sudah bersiap dengan senjatanya dan menghadang ditangga.
Sisa pelurunya tinggal 9 butir saja.
Pak Eko segera melumpuhkan penyerang yang berhasil masuk. jumlahnya sekitar 12 orang, dan pak eko hanya berhasil melumpuhkan 7 orang saja. Orang orang mulai memberondong Pak Eko namun dengan lincah kapten yang satu ini menghindari tembakan tembakan dari para penyerang.
Hingga tinggal satu orang yang masih tersisa pelurunya, namun mereka sekarang berganti melakukan pertarungan jarak dekat. Tiga orang menghadapi kapten dan satu dua orang mulai mencari target. Kapten sedikit panik dan bertindak gegabah.
dua tendangan masuk ke perut pak Eko membuat pak Eko mundur tiga langkah dan memegangi perutnya.
kini Kapten sudah bersiap dan fokus. Tiga orang ia libas dalam sekejap.
"Ini hampir sepuluh menit tak ada tanda tanda bantuan". batin pak Eko.
***
Karena mendengar suara tembalan, cucu dari pak Wiratama menangis ketakutan, dan membuat para penyerang mengetahui posisi mereka. Penjahat penjahat ini mulai mendobrak pinti kamar.
__ADS_1
"Hei!!!kalian, hadapi aku dulu!!!"teriak pak Eko