My Father Is A Guardian

My Father Is A Guardian
Sampai di rumah Wijaya


__ADS_3

pagi pagi sekali, Alia sudah rapi karena rencananya hari ini ia akan ikut pulang ke Semarang.Alia sengaja tidak membawa satupun baju karena di Kediaman Wijaya ada banyak sekali bajunya.


Santoso berangkat ke kantor lebih pagi karena sebenarnya hari ini ada banyak sekali pekerjaan namun dirinya tidak berani mengeluh, lebih tepatnya tidak ingin mengeluh dan ingin mengerjakan tugasnya sebaik mungkin agar nonanya terkesan.


Alia menunggu keluarganya diruang makan, pukul 06.30 keluarganya turun untuk sarapan.


Para pelayan sudah menyiapkan beberapa menu antara lain nasi goreng,ayam,tumis kangkung, telur dadar, dan jus jambu.


Mereka berempat makan bersama sebelum menempuh perjalanan jauh menggunakan kereta. Awalnya mereka berencana menggunakan helikopter, namun Alia mengusulkan untuk menggunakan kereta saja karena dirinya lebih bisa istirahatmenggunakan kereta.


Akhirnya Jaya hanya bisa setuju karen dirinya juga mengakui jika menggunakan helikopter tidak terlalu nyaman walau lebih cepat.


Setelah selasai mereka bergegas menuju stasiun pasar senen. Disana sudah ada beberapa pengawal keluarga Wijaya yang mereka kenal. Tiket dan beberapa urusan lainnya sudah mereka selesaikan.


Pukul 08.15, kereta mulai melaju meninggalkan kepadatan pagi hari pasar senen. Tak butuh waktu lama sampai Alia terlelap kembali karena pada dasarnya ia masih sangat mengantuk.


Disisi lain, Tuan Fred mengabarkan kepada anak buahnya tentang kedatangan Alia nanti malam dan meminta mereka menyambutnya.

__ADS_1


Tuan Fred tidak tau keponakannya berniat membalas dendam atau tidak, sudah tau tentang kecelakaannya atau tidak, mau memaafkannya atau tidak, tapi tetap saja Tuan Fred harus waspada.


"Rich, nanti jangan ada yang mengangkat senjata apabila sewaktu waktu Alia mengamuk." ucap Tuan Fred mengingatkan.


"Baik Tuan." jawab Rich.


Rich lalu pergi dari ruangan Tuan Fred untuk menjalĂ nkan tugas tugasnya.


"Alia mempunyai sifat kedua orang tuanya,,," gumam Tuan Fred.


Tak terasa ternyata Tuan Fred ternyata tidak sabar untuk menemui keponakannya.


Walaupun Alia dikenalkan sebagai penerus bisnis keluarga Wiyatama, tetapi pengaruh bisnisnya juga membuat keluarga Wijaya semakin naik pamor. Tidak ada yang mengira bahwa cucunya yang dulu hobi bertarung ternyata sangat bakat bisnis.


Buah jatuh memang tak jauh dari pohonnya. Itulah kata yang cocok disematkan untuk Alia. Dulunya, Papa kandung Alia yang bernama Alfa Kusuma Wiyatama juga seorang pebisnis muda yang sukses, namun kesuksesannya tidak bertahan lama karena harus meninggal dalam kecelakaan yang melibatkan Alia juga waktu itu. Namun kecelakaan itu tidak melukai Alia sedikitpun.


Waktu berjalan cukup cepat. Iring iringan mobil suv memasuki halaman keluarga wijaya. Jumlahnya ada tiga mobil Suv hitam yang digunakan. Alia keluar dengan mata sembab karena terus terusan tidur saat di kereta tadi. Adel langsung berlari ke arah eyangnya dan cium tangan.

__ADS_1


Jaya langsung memeluk Pak Surya dan menanyakan kabarnya.


"Ayah apa kabar?" tanya Jaya.


"Ayah baik, selalu baik." jawab Pak Surya bersemangat.


Mereka lalu masuk ke kamar masing masing.


Jaya lalu ke taman belakang mentusul Ayahnya yang sedang melihat ikan koi peliharaannya.


"Ayah sedang apa?" tanya Jaya.


"Ayah sedang lihat ikan. Ada apa?" tanya pak Surya.


"Nanti malam Alia akan menemui Fred." ucap Jaya.


"Secepat inikah waktu itu tiba?" gumam pak Surya.

__ADS_1


Ini adalah saat yang ia nantikan, dimana waktu ini adalah waktu perdamaian antara keluarga Wijaya dan keluarga Wiyatama.


__ADS_2