My Father Is A Guardian

My Father Is A Guardian
kembali


__ADS_3

Pukul 7 malam dikediaman Wijaya, Pak Eko sedang makan malam bersama ayah, Ibu, dan juga Adel. Ruang makan begitu hening memang karena adab makan dirumah ini begitu dijunjung tinggi. Tidak ada yang berani bicara saat makan.


Setelah selesai makan, pak Eko meletakkan sendok garpunya dalam posisi tertutup.


"Adel, besok kita harus pulang, Papa sudah baikan, kamu juga harus sekolah." ucap Pak Eko ke Adel.


"Besok Ayah tidak bisa ikut." ucap Pak Surya. Pak Eko langsung mengerutkan dahinya.


"Ada apa Ayah?" tanya Pak Eko cemas. dirinya tidak mau kalau sampai Ayahnya marah akan keputusannya.


"Ada beberapa obat yang harus Ayah cari dulu, itu juga buat kamu, lusa Ayah akan menyusul setelah mendapat semua obat obatannya." jawab Pak Surya.


Kini senyum menyungging di bibir Pak Eko.


"Kamu sudah yakin, Eko?" tanya bu Santi pada putranya. Dirinya cemas karena sudah jelas terlihat bahwa putranya belum sembuh namun memaksakan diri.


"Aku sudah siap, Ibu." jawab Pak Eko menyakinkan.


"Baiklah, besok kamu pulang sama Adel, lusa Ayah akan nyusul dan liat perkembangan kamu. Tapi satu pesan Ayah, jangan dipaksakan, kalau kamu memaksakan dan fisikmu rusak, bukan tidak mungkin kamu akan dikeluarkan dari Surya Yudha." ucap pak Surya mengingatkan.


"Baik, Ayah, aku akan mengingatnya." ucap Pak Eko.


Pak Eko bangkit dari tempat duduknya lalu pergi menunu kamarnya.


Adel juga akan mengemas barang barangnya karena besok dia pulang naik kereta.

__ADS_1


*****


"Pak, apa tidak apa apa kalau kita membiarkan putra kita ikut seleksi?"Tanya bu Santi ke suaminya.


"Bapak juga nggak yakin, bu. Tapi mau bagaimana lagi? Eko itu menuruni sifat keras kepala bapak. Dia begitu kekeh." ucap Pak Surya


"ya begitulah,, bapak sekarang sadar. Ibu khawatir ke dia. Kenapa dia tidak seperti dua adiknya saja?" bu Santi mulai ngedumel.


*****


"Ma, besok Papa pulang pake kereta." ucap pak Eko. Kini pak Eko sedang video call dengan bu Mona.


"Iya besok mama jemput dari stasiun" ucap Bu Mona


"Ya udah ya ma, papa mau istirahat dulu." ucap Pak Eko lagi.


*****


Pagi pagi sekali Adel dan Pak Eko keluar dari kediaman wijaya. Mereka pulang dengan menggunakan kereta jadi mereka menuju stasiun.


setelah melakukan chek in mereka duduk didalam kereta.


Pukul 07.15, mereka sudah sampai dikota tujuan, Pak Eko dan Adel turun. Terlihat Bu Mona yang sedang menunggu mereka. Pak Eko memeluk istrinya erat, lupa kalau dirinya sedang terluka.


"Maafin papa tiba tiba menghilang." ucap pak Eko.

__ADS_1


Bu Mona mengangguk sambil menyeka air matanya yang tiba tiba menetes.


Ketiganya lalu pergi menuju parkiran mobil. Pak Eko duduk dibelakang bersama Bu Mona sedangkan Adel duduk disamping Mas No yang menyetir.


"Hari ini Adel mau langsung sekolah. Kalau papa mama nganterin pasti nggak akan masalah." celetuk Adel.


"Ya udah, nanti begitu sampai kamu langsung siap siap, biar Papa sama Mama nganterin kamu ke sekolah." jawab pak Eko.


Jarak antara rumah dan stasiun tidak begitu jauh sehingga dalam 10 menit mereka telah sampai dirumah.


Adel bergegas bersiap, sementara Pak Eko dan Bu Mona membereskan barang barang yang Adel bawa.


Adel lalu pergi ke sekolah diantar oleh kedua orang tuanya.


Jam pelajaran sudah dimulai, gerbang sekolah sudah di tutup namun karena melihat Pak Eko dan Bu Mona security segera membukakan pintu.


Pak Eko, Bu Mona, dan Adel menuju ruang guru untuk menemui wali kelas Adel.


Oleh seorang guru piket mereka dipersilahkan duduk diruang tunggu.


Kepala sekolah keluar menemui Pak Eko. Beliau sangat senang Adel baik baik saja dan sudah bisa kembali sekolah.


"Jadi sebenarnya apa yang terjadi, Pak Eko? Kemarin saya dengar anda dirujuk ke Semarang." tanya Pak KepSek bingung.


pak Eko tersenyum, lalu menjawab pertanyaan kepsek.

__ADS_1


"Adel kemarin diculik,," belum selesai Pak Eko berkata, Kepsek sudah memotong perkataannya.


"Kok bisa??!"


__ADS_2