
Jaya berusaha istirahat walaupun tangannya masih nyut nyutan. Dia tidak pernah berfikir bahawa penyamarannya terbongkoar begitu cepat. Walaupun sudah mendapatkan banyak informasi berharga, namun Jaya belum puas mengorek informasi.
Adel ingin sekali menemui Papanya namun Mona melarangnya karena Jaya terlihat begitu lelah.
"Papa butuh istirahat, kita bisa menemaninya nanti kalau kira kira Papa sudah cukup istirahat." ucap Bu Mona.
Adel hanya bisa pasrah menuruti perintah Mamanya yang sudah tidak bisa diganggu gugat lagi.
Dia hanya bisa menunggu dan menunggu.
kriiiiinggg,,,, ponsel Alia berbunyi, Alia lalu melihat ponselnya, Om Fred.
Alia mengangkat panggilan dari omnya tersebut.
"Hallo om, " sapa Alia.
"Hallo Al, om mau sampaikan sesuatu ke kamu, ada pergerakan di Gang Tengkorak Iblis, kamu sebaiknya pulang dulu ke Semarang." ucap Tuan Fred.
Alia langsung mengernyitkan dahinya karena tak paham.
"Kamu pulang saja dulu, lindungi keluarga kamu. Om bisa meenggerakan anak buah om untuk menjagamu tapi lain cerita dengan menjaga keluarga Wijaya." jelas Tuan Fred.
__ADS_1
Alia mulai paham.
"Sekarang kamu bersiap, om sudah siapkan helikopter untuk kamu pulang." tukas Fred.
"Makasih Om, infonya." ucap Alia. Dirinya tidak menyangka omnya begitu peduli kepadanya.
Alia langsung menghubungi Santoso.
"Santoso, aku mau pulang ke Semarang untuk beberapa hari, tolong urus semua pekerjaanku." Alia memerintahkan Santoso untuk mengambil alih tugasnya karena dia adalah orang yang paling Alia percaya .
"Maaf nona, anda terlihat sangat buru buru, apa ada masalah?" tanya Santoso.
"Tidak, orang orang Gang Tornado sudah ada yang menjemput, begitu juga dengan punggawa Wijaya, percayalah aku baik baik saja." Alia meyakinkan Santoso bahwa sedang tidak terjadi apa apa.
Alia bersiap dengan membawa ID card, dompet, ponsel, serta laptopnya.
Ia lalu berangkat menuju Helipad yang berlokasi tak jauh dari rumahnya diantar oleh seorang punggawa Wijaya yang bertugas mengawal Alia saat diluar.
Alia langsung ditujukan ke Helikopter pribadi milik keluarga Wiyatama.
Perasaan cemas dan was was, Alia lalu menghubungi semua punggawa Wijaya yang berada diluar agar segera kembali ke kediaman Wijaya.
__ADS_1
"Untuk semua anggota Punggawa Wijaya, ada pergerakan dari Gang tengkorak iblis, segera amankan kediaman Wijaya sekarang juga." Alia memberi komando agar semua punggawa wijaya mengamankan Kediaman Wijaya.
Ada satu hal yang Alia lupakan, dan itu adalah sebuah kesalahan fatal.
Alia terus memantau pergerakan Gang Tengkorak Iblis lewat laptop dan data yang omnya berikan.
"Mereka begitu banyak, ya tuhan, tapi kenapa mereka bersembunyi di hutan? padahal mereka tahu kediaman Wijaya sedang kosong." gumam Alia
Walau perjalanan hanya akan memakan waktu sekitar dua jam, tapi Alia merasa waktu berjalan dengan begitu lambat.
"Pilot, berapa lama lagi kita akan sampai?" tanya Alia.
"Tidak sampai 30 menit nona, kita sudah memasuki wilayah jawa tengah." jelas si pilot.
Alia mengangguk paham.
Alia lalu menenangkan diri dan melihat oemandangan yang ada di bawah sana, berharap pikirannya jernih dan semuanya akan baik baik saja, dan semoga saja dugaan omnya salah.
Alia menghela nafas panjang, semuanya terjadi dalam waktu yang relatif singkat sehingga ia tak mempersiapkan apapun selain mentalnya, karena dia percaya, orang nekad pasti akan menang jika melawan orang yang kuat saja.
Hallo para reader semua, maaf kalo sekarang plotnya semakin kacau, tapi suatu saat Al pasti akan betulin. Entah itu berupa karya baru atau hanya sekedar revisi. Yang Al tau revisi itu lebih rumit dan memeras tenaga yang lebih banyak.
__ADS_1
Salam hangat dari Al ya, sehat selalu, stay at home.😀🥰