
Pukul 03.15 pagi, dikediaman keluarga Wijaya
"Arghhhh,,," rintih Pak Eko yang mulai membuka matanya.
Ayahnya segera mendekat dan menggenggam tangannya erat.
"Ada ayah, tenang." ucap Pak surya agar putranya tenang.
"aiirrrr,,," lirih pak Eko. Pak Surya membantunya minum.
"Kalian semua keluar, Putraku sudah sadar kalian istirahatlah." perintah Pak Surya.
"maaf Tuan, apa tuan perlu salah satu dari kami untuk membantu tuan?" tanya salah satu pegawainya.
"tidak perlu, kalian istirahat saja, ini sudah hampir pagi. Terima kasih kalian sudah menemaninya." ucap Pak Surya.
"Terima kasih juga tuan. Baiklah, kami akan pergi istirahat." ucap seorang pegawainya lagi.
Diruangan itu hanya tersisa Pak Eko dan Ayahnya, karena semua pegawai yang dari semalam mendampingi Pak Eko diperintah untuk istirahat.
__ADS_1
"Ayah sudah mendengar semuanya dari Adel. Tapi kenapa kamu nggak kasih tau Ayah tentang lukamu?" tanya Pak Surya.
"Ayah, aku tidak ingin Ayah khawatir. Dan rencananya besok mau kesini biar dirawat sama Ayah. Itulah mengapa tidak ada kabar karena aku yang mau kesini." jelas Pak Eko.
"Tetap saja, Ayah tau kamu terluka malah dari Ayah mertua kamu. Itu membuat ayah kecewa. Karena apa? Karena Ayah yang orang tua kandungmu malah tidak tau kondisi kamu." kini kata kata Pak Surya terdengar seperti luapan kekecewaan.
Pak Eko berusaha untuk merubah posisinya menjadi duduk.
"Kamu jangan duduk, Kamu ini lagi telanjang. Tiduran saja yang anteng." perintah Pak Surya.
"Ayah, maafin Eko. Tidak ada maksud membuat ayah sama ibu kecewa." lirih pak Eko.
"Sudahlah, tidak ada gunanya dibahas terus terusan." Pak Surya menyudahi obrolannya yang mulai tidak enak dilakukan.
"Yang terbaik?" tanya Pak Eko.
"Ya getah ganga ini." jawab Pak Surya.
" Apa efek penyembuhannya luar biasa?" tanya pak Eko.
__ADS_1
"sangat cepat, Luka yang awalnya terbuka akan segera menutup kalau menggunakan getah ganga. Tapi tidak mudah kalau mau menggunakan getah ganga" ucap pak Surya.
"maksudnya?" Pak eko tidak paham perkataan Ayahnya.
"Memakai getah ganga memang cepat, tapi rasa sakitnya tidak main main, dan kamu juga harus terjaga." jelas pak Surya dengan begitu antusias.
"Ayah, kalau harus terjaga aku benar benar tidak sanggup. Aku sudah benar benar mengantuk dan kelelahan, apakan bisa ditunda sampai pagi?" tanya pak Eko. Dirinya merasa benar benar kelelahan dan jika tidak bukan karena dia dibangunkan terus, mungkin dia baru bangun pagi harinya.
****
Di RS Premier
"fiurghhhh,,," Sigit masih menahan rasa sakit di kedua pahanya.
"Malam ini benar benar terasa panjang." keluh Susilo
"Bagaimana keadaan kapten, ya?" tanya sigit ke Susilo. Mereka dirawat dalam satu ruangan yang sama
" Keadaannya sangat buruk, namun ada kabar kalau kapten keluar dari rumah sakit." jawab susilo. Keduanya sama sama tidak bisa tidur karena penghilang rasa sakit di lukanya sudah habis.
__ADS_1
"Kapten memang hebat. Mungkin kalau kita dalam kondisinya kita tidak akan mampu melakukannya." ucap sigit yang sangat kagum pada kaptennya. Tapi ada rasa iba dalam hati Sigit.
"Dengan kondisinya seperti ini, Kapten tidak bisa ikut seleksi pasukan Elite. Padahal dengan kemampuannya seperti saat ini kapten mempunyai posisi bagus di Satya Yudha. Sayang sekali" ucap Sigit dengan rasa iba menyelimuti hatinya karena kaptennya benar benar malang