My Father Is A Guardian

My Father Is A Guardian
Bingung


__ADS_3

"Bagaimana kondisinya Dok?" tanya Jaya cemas.


"Maaf,, apa hubungan saudara dengan pasien?" tanya Dokter.


"Saya Adik ipar pasien, Juga rekan kerjanya." ucap Jaya. Dokter mempercayainya.


"Begini, pasien kekurangan cukup banyak darah, kami memiliki stok darahnya namun tidak cukup." Ucap Dokter. Jaya langsung dapat menebak bahwa Dokter meminta Jaya mencari donor darah untuk Abangnya.


"Apa golongan darahnya, Dok?" Tanya Jaya lagi.


" Golongan darahnya A" Jawab dokter.


"Saya akan carikan segera." Jawab Jaya mantap.


Jaya lalu pergi ke kantin menemui teman temannya untuk meminta bantuan.


Nampak dikantin mereka sedang makan siang.


Melihat Jaya datang mereka langsung berdiri dan menanyakan kondisi komamdan mereka.


" Bagaimana kondisi komandan, Jay?" tanya teguh cemas. Dirinya adalah satu satunya anggota utama yang selamat.


" Tidak baik. Komandan perlu banyak darah golongan A. Kalau ada diantara kita yang sama maka kita harus mendonorkannya.


" Aku golongan darahnya A." ucap Andri sembari mengangkat tangannya.


" Baguslah. Ada lagi?" Tanya Jaya.

__ADS_1


" Aku tidak bisa memberikannya walau aku mau." ucap Erwin sedih.


"Tidak masalah, kita harus pergi ke PMI secepatnya." Ucap Jaya.


"Jay, kamu disini saja. Aku pergi dengan Ervan, Indra, Kaseng, Gio, dan Aldi." Ucap Teguh.


"Ya udah. Kalian kabari terus ya perkembangannya." Ucap Jaya.


Teman teman yang sudah disebut oleh Teguh langsung beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan Jaya.


Andri pergi ke ruang donor darah, sementara Jaya kembali ke ruang penanganan Komandan Ucok.


Ternyata komandan ucok sedang melakukan transfusi darah dan masih belum sadar Juga.


Tubuhnya sudah dibalut dengan perban.


Dirinya begitu bingung akan situasi yang sedang dihadapinya.


Dirinya harus kembali ke markas pusat Satya Yudha untuk memberikan laporan namun dirinya juga tidak dapat meninggalkan abangnya yang sedang kritis.


********


Pak Perwira langsung menghubungi pihak keluarga Pak Broto. Anak anaknya sangat syok namun ikhlas menerima kenyataannya.


Istri Pak Broto meninggal 3 tahun yang lalu, dan Pak Broto sering bercerita ingin cepat menyusulnya. Kini keinginan Pak Broto sudah terwujud. Pihak keluarga hanya bisa mendoakan agar Pak Broto diterima disisi tuhan yang maha esa.


Keluarga Pak Broto juga mengucapkan belasungkawa karena Pihak Satya Yudha juga kehilangan banyak anggotanya.

__ADS_1


Pak Perwira yang biasanya selalu tersenyum ramah kepada client client nya, sekarang terlihat murung karena tidak dapat menahan kesedihannya.


Selain nama Satya Yudha yang tercoreng, dirinya juga kehilangan anggota terbaik yang juga seorang sahabatnya, yaitu kepala sniper yabg kemarin ikut gugur.


Pak Agung adalah anggota Satya Yudha yang sudah lama bergabung. Dia sudah menjadi kepala Sniper selama 7 yahun. Ia adalah salah satu anggota yang masih bertahan di Satya Yudha selama lebih dari 10 tahun bergabung.


Bisa dibilang Pak Agung dan Pak Perwira hanya beda 4 tahun.


Pak Perwira juga pergi ke rumah duka Pak Agung.


Hanya ada isterinya dirumah karena anak semata wayang mereka sedang bertugas di perbatasan Papua.


Isterinya begitu terpukul atas kematian Pak Agung. Anaknya pun tidak bisa pulang dan ikut memakamkannya karena belum bisa ambi cuti.


Akhirnya Pak Perwira mengurus semua pemakaman Pak Agung dari awal hingga selesai.


*******


Setelah mendapat banyak transfusi darah, Komandan Ucok mulai stabil, melewati masa kritis, namun masih belum sadar.


Jaya lalu memutuskan untuk memindahkan Komandan Ucok ke rumah sakit Premier.


Dalam perjalanan menuju rumah sakit premier Jaya menemani Komandan ucok.


Ada tujuh ambulance yang mereka gunakan untuk membawa anggota Satya Yudha yang terluka.


Jam 9 malam mereka sampai di Rumah sakit Premier.

__ADS_1


Keluarga Komandan Ucok sudah menunggu di rumah sakit. Ada mona juga disana yang mendampingi Indri.


__ADS_2