
Mereka sampai di rumah keluarga Wijaya yang berada di Kelapa Gading sekitar pukul 3 pagi.
Mereka memutuskan untuk mengisi perut dahulu sebelum tidur karena mereka juga dari kemarin belum makan.
Santoso memanggang daging sapi yang mereka beli menggunakan butter dan memasak tumis brokoli sedangkan Panji memasak nasi.
Mario dan anggota Satya Yudha yang lain membersihkan diri dan berganti pakaian menggunakan pakaian yang telah mereka beli sebelumnya.
Masakan sudah siap, kini giliran Panji dan Santoso yang membersihkan diri. Mereka lalu menyantap makanan tersebut bersama sama.
"Mario, kapan kamu sama Satya Yudha pulang?" tanya Santoso.
"Entahlah. Kondisinya saat ini sedang tidak aman. Pak Perwira juga butuh penjagaan. Mungkin kita akan pulang setelah mendapat perintah." jawab Mario.
"Baiklah, kalian bisa tinggal dulu disini. Dirumah ini ada banyak kamar, kalo yang ada namanya jangan ditempati, Ada Eko Wijaya, Alia Wijaya, Adelia Wijaya, sama kamar utama keluarga Wijaya. " jelas Santoso.
"Baiklah, kami akan menempati kamar tamu saja." jawab Mario.
Mereka selesai makan dengan cepat karena memang sudah kelaparan.
Santoso bergegas ke ruang tamu dan memilih tidur di sofa karena jam 8 nanti harus sudah bangun dan kembali ke rumah sakit.
******
__ADS_1
Jam 12 malam, Pak Surya dan rombongan sampai di rumah sakit Duta Medika.
Mereka langsung menuju ruang perawatan Jaya dimana Santoso sudah berjaga di depannya.
"Alia didalam?" tanya Pak Perwira.
"Iya, Nona Alia didalam," jawab Santoso.
Pak Surya lalu masuk ke dalam ruangan. Ruangan yang begitu luas, terdapat ruang tamu dan tambahan kasur dan sofa.
Terlihat Alia tertidur begitu pulas di sofa. Pak Surya maupun Bu Mona tidak tega kalau harus membangunkan Alia.
Pak Surya kembali memanggil Santoso ke dalam ruangan dan mrnyerahkan sebuah kunci.
" Ada berapa orang yang selamat dari pihak kita dan Satya Yudha?" tanya Pak Surya.
"Lainnya dirawat?" tanya Pak Surya lagi.
"Iya, Tuan Besar." jawab Santoso.
Pak Surya memberikan kunci ke Santoso.
" Itu rumah keluarga Wijaya yang berada di Kelapa Gading, kamu kesana istirahat sama orang orang dari Satya Yudha. Ada banyak kamar disana tapi kalau ada namanya jangan di tempatin. Ada punya Eko, Rahmat, Taufik, Alia, Adel, jangan ditempati." Ucap Pak Surya..
__ADS_1
"Tapi tuan,disini tidak ada penjagaan." ucap Santoso mrngelak. Dirinya tidak mau kalau sampai terjadi apa apa dengan Tuannya.
"Kamu istirahat yang cukup. Besok jam sepuluh kalau bisa sudah disini. Ini perintah!" tegas Pak Surya.
"Uang buat makan sama beli pakaian sudah saya transfer. Jangan memakai sesuatu yang mencolok disini" lanjut Pak Surya.
"Baik Tuan Besar. Terima kasih." Santoso membungkuk memberi salam lalu pergi menemui Mario dan mengajaknya serta beberapa orang Satya Yudha lainnya untuk pergi ke kediaman keluarga Wijaya yang berada di Kelapa Gading.
Setelah Santoso keluar, Pak Surya meminta Mona untuk tidur di kasur tambahan tapi menolak karena ingin menemani Jaya.
Akhirnya Bu Santi dan Pak Surya yang menempati kasur tambahan.
Perjalanan dari Jawa menuju Jakarta cukup melelahkan karena semuanya tanpa persiapan.
Mona yang didera kelelahan tak kuasa menahan kantuk hingga tertidur disamping suaminya.
Pak Surya yang belum bisa tidur merasa iba melihat menantunya tidur dalam kondisi terduduk akhirnya mengambil selimut dan menyelimuti Mona.
*Untuk Para reader semuanya, maaf ya kalo akhir akhir ini up nya agak ngaco.
Karena virus corona mulai mewabah, di real life nya author malah tambah sibuk jadi mohon dimaklumi ya,,
Maunya si author konsisten setiap hari up tapi apa daya kadang badai kantuk yang menerjang nggak bisa Author hindari.
__ADS_1
Kalian juga jangan lupa jaga kondisi, makan dan istirahat yang teratur, jaga kebersihan, berdoa semoga Virus Corona bisa segera di atasi.
Amiiiiiiinnnnn*