My Father Is A Guardian

My Father Is A Guardian
Perjalanan Dimulai


__ADS_3

Hari yang dinanti tiba. Komandan ucok memimpin 6 orang lainnya untuk mengawal seorang saksi kunci yang bernama Pak Broto Winarno.


Beliau adalah seorang saksi dalam kasus penyelundupan ganja seberat 79 kg.


Dirinya sedang diincar oleh Mafia kelas tinggi bernama Arjun dengan geng nya yang bernama Tornado.


Pak Broto sebenarnya adalah mantan detektif polisi yang mundur karena gagal menyelidiki kasus beberapa mafia juga. Salah satunya Arjun yang sekarang sedang mengincarnya.


Pihak Satya Yudha akan mengawalnya sampai Jakarta. Setelah nanti ada di Jakarta maka keamannya terjamin.


Kini komandan ucok sedang melakukan persiapan.


"Selamat pagi saudaraku semua!


Hari ini adalah hari yang sangat penting bagi kita semua. Bagi Satya Yudha, bagi Surya Yudha.


Hari ini kita bekerja sama dengan pemerintahan untuk melindungi seseorang yang telah berhasil menggagalkan penyelundupan ganja dengan jumlah yang tidak main main.


Kita akan mencari rute yang seramai mungkin.


Pasukan pengamat akan bertugas di depan dan belakang kita, jumlahnya sekitar 30 anggota dengan 10 sniper andalan.


Apa ada pertanyaan?"


komandan Ucok memberikan pengarahan dan penjelasan tentang misi yang akan dijalankan.


"Komandan, saya dengar tim pelapis akan dipimpin oleh Jaya. Jaya akan berada di depan atau belakang?" Tanya Andi.


"Kita menempatkan Jaya di pelapis bagian belakang. Jaraknya sekitar 5 km dari kita." Jawab Komandan Ucok.

__ADS_1


"Apa ada pertanyaan lagi?" tanya komandan ucok.


Semua anggotanya kompak menggelengkan kepalanya.


Komandan Ucok meminta seluruh anggotanya untuk memeriksa kembali kondisi senjata karena lawan mereka adalah geng Tornado.


Mereka terkenal dengan senjata senjata canggih yang bisa menandingi militer.


Senjata yang dimiliki oleh Satya Yudha memang termasuk canggih tapi jika dibandingkan dengan gengbTornado maka mereka akan kalah telak.


Komandan Ucok memimpin do'a semua anggota Satya Yudha yang akan ikut ke dalam misi.


Sesungguhnya jantung komandan Ucok berdebar kencang. Ini adalah perasaan wajar yang biasa dirasakan olehs setiap anggota.


Komandan Ucok N Team berangkat menggunakan 2 mobil SUV, mereka mengawali perjalanan dengan menjemput client seperti biasa.


"Kami banyak orang." Jawab Komandan Ucok.


"Iya ada berapa?"


"Banyak Pak pastinya." jawab komandan ucok


"Perkenalkan, nama saya Ahmad, anda bisa memanggil saya Ucok, dan saya selaku kapten dalam misi ini."


Komandan Ucok memperkenalkan dirinya kepada client nya


Tidak seperti irang orang yang biasa ia jaga, Pak Broto tergolong orang yang sangat ramah. Senyumnya hampir selalu mengembang di bibirnya.


Pak Broto menghela nafas sambil memandangi pemandangan di sepanjang jalan kenangan.

__ADS_1


"Ada apa, Pak?" tanya Komandan Ucok yang melihat Pak Broto menghela nafas.


"Aku minta kalian merekam aku." ucap Pak Broto.


"Untuk apa, Pak?" tanya komandan ucok penasaran.


"Kita harus mengirimkannya, atau setidaknya menyiapkannya, takut semuanya ada diluar dugaan kita." ucap Pak Broto terlihat sedih.


"Tenang saja, Pak. Kita akaƱ sampai di Jakarta dengan aman." ucap Komandan ucok.


"Kalau saya sampai Jakarta aman, belum tentu setelah di Jakarta saya aman. Sudahlah, jangan melawan." ucap Pak Broto tegas.


Komandan Ucok lalu menyiapkan ponselnya bersiap untuk merekam.


"Tiga,, duaa,, satu,," rekaman dimula, Pak Broto mulai bicara.


" Hallo, selamat siang, salam sejahtera untuk kita semua. Perkenalkam, nama saya Broto Winarno, saya disini bertugas sebagai saksi ,,,,,," Pak Broto menjelaskan beberapa hal yang ia ketahui tentang kasus tersebut.


Tiba tiba Pak Broto mengeluarkan hard disk.


"Didalam hard disk ini ada beberapa bukti kuat untuk beberapa kasus penting."


Video lalu ditutup.


Mereka sudah sampai di kawasan banyumas, Di jembatan sungai serayu tepatnya.


Ciiitt jbred!!!


Sebuah mobil SUV menabrak mobil pengawal depan

__ADS_1


__ADS_2