
Mereka makan malam dengan khidmat tanpa obrolan sedikitpun. Setelah selesai mereka baru membicarakan beberapa hal.
"Ada hal yang harus Papa selidiki, Al." ucap Jaya.
" Tentang?" tanya Alia, sedangkan Bu Mona dan Adel hanya menyimak.
" Masalah Satya Yudha yang beberapa bulan lalu diserang habis habisan." jawab Jaya.
" Bukannya sekarang Satya Yudha menutup diri dan membatalkan tugas ya?" tanya Alia lagi.
Jaya menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan putrinya.
" Memang kita menutup diri, tapi dibelakangnya kita sedang menyelidiki siapa saja yang terlibat dalam penyerangan ini. Papa juga sudah mendapat sedikit titik terang." Jaya lalu menjelaskan apa yang telah diketahuinya tentang penyerang Satya Yudha yang dilakukan oleh Gang Tornado.
Tapi belum lama ini diketahui bahwa ada satu kelompok kuat lainnya yang menyerang Satya Yudha dengan menyamar sebagai Gang Tornado. Gang ini bernama Gang Tengkorak Iblis.
Selama ini Gang Tengkorak Iblis belum pernah berurusan dengan Satya Yudha, namun ketika tahu bahwa Gang Tornado juga melakukan penyerangan maka Gang Tengkorak Iblis tidak menyia nyiakan kesempatan. Tapi motif dibalik penyerangan tersebut belum diketahui.
"Sekarang Papa mau minta bantuan kamu, Al." ucap Jaya yang kini terlihat sangat serius.
"Bantuan apa, Pa?" tanya Alia dengan wajah tak kalah serius.
__ADS_1
"Om kamu, Frederick Wiyatama, adalah pemilik dari Gang Tornado. Jalin hubungan baik dengan dia, itu akan baik buat kamu dan kamu juga harus ekstra hati hati karena orang itu penuh siasat. " jelas Jaya.
" Papa mau menyelidiki Gang Tengkorak Hitam?" tanya Alia.
Jaya hanya mengangguk.
Kini Adel yang menunjukkan reaksi tidak setuju.
"Papa kan udah janji buat berhenti?" ucap Adel dengan nada agak tinggi.
"Papa tau, tapi kalau behenti sekarang mereka akan semakin menghancurkan Satya Yudha dan Papa tidak mau itu terjadi." jelas Jaya lagi.
"Baiklah, aku bantu Papa." ucap Alia.
Alia juga merasa kalau menjalin hubungan dengan om kandungnya akan berdampak baik karena omnya ini adalah satu satunya keluarga kandung yang tersisa dan Alia akan membutuhkannya ketika akan menikah.
Alia segera menghubungi omnya untuk meminta bertemu dan Fred pun langsung setuju.
"Besok aku ikuf ke Semarang untuk menemui Om Fred." ucap Alia.
Jaya hanya mengangguk pelan
__ADS_1
"Pa, maaf aku harus ngerjain kerjaanada yang belum selesai." ucap Alia.Dirinya sangat menyesal karena harus mengerjakan tugasnya lagi dan meninggalkan keluarganya.
"Iya." jawab Jaya.
Alia mencium pipi Adeldan Bu Mona sebelum melangkahkan kaki ke ruang kerjanya.
Santoso ternyata sudah berada diruang kerja Alia.
"Kenapa kamu belum istirahat?" tanya Alia.
"Maaf nona saya tidak bisa istirahat sebelum anda istirahat." jawab Santoso.
" Tidak masalah, aku masih bisa mengurus semuanya. " ucap Alia lagi.
"Maaf nona, saya tidak bisa." Santoso bersikeras untuk menemani Alia bekerja.
"Baiklah, oiya besok aku ke Semarang, kamu urus pekerjaanku saja ya, Eyang sudah menyiapkan orang untuk mengawasiku dan pekerjaan disini belum ada yang mampu mengurus selain dirimu." ucap Alia.
Santoso menyanggupi tugas yang nonanya berikan dan duduk dihadapa Alia untuk mulai mengerjakan tugas.
Keduanya bekerja dengan begitu fokus hingga larut malam. Jam 2 malam Alia kembali ke kamarnya dan istirahat karena esok hari dirinya harus bangun pagi dan ke Semarang.
__ADS_1