My Father Is A Guardian

My Father Is A Guardian
Proses pemulihan


__ADS_3

Jaya tidak bisa tidur malam itu karena menahan sakit dari sekujur tubuhnya. Entah sampai kapan dirinya harus tersiksa seperti ini.


"Kenapa waktu berjalan sangat lama? Rasa ini,,,, baru seminggu aku pulih,,,," lirih Jaya.


Dirinya sungguh kesal akan kondisinya.


Jaya lalu mengambil ponselnya.


"Aku biasanya tidak tahan membaca lama, dia mencoba membaca novel online agar bisa tidur. Hmmm,,,, waktu itu Alia bilang novel pendekar apa ya? Ada naga naganya." ucap Jaya.


Dirinya lalu meng instal aplikasi bernama noveltoon. Dirinya membuka genre lalu berpikir kembali.


"Penulisnya namanya siapa ya??? shu,,, shujin,,,"


ucap Jaya.


Jaya lalu mengetik kata "Shujin" dan munculah beberapa nama,,,


"Aku coba yang shujinkouron saja ah." ucap Jaya sambil menekan nama shujinkouron.


Ada beberapa novel yang ada dalam karyanya antara lain:


Somniator


Legenda Pendekar Naga.


"Hmmm,,, aku pilih yang nomer dua saja ah." ucap Jaya.


Dirinya lalu mulai membaca novel yang berjudul Legenda Pendekar Naga.


Bukannya bisa langsung tidur Jaya malah begadang sampai pagi karena ceritanya begitu seru.

__ADS_1


Jam 4 Pagi Jaya memutuskan untuk menutup Novelnya. Baru sembilan chapter yang ia baca tapi seru juga. Jaya lalu menelpon Alia.


Alia mengangkatnya karena memang dirinya sudah bangun.


"Hallo, Alia." ucap Jaya


"Iya pa, Hallo, tumben pagi pagi Papa telpon." balas Alia.


"Papa dari semalam nggak bisa tidur. Well cerita yang kamu bilang waktu itu bagus banget." Ucap Jaya


Alia mengubah panggilannya dari audio menjadi video call.


"Oh tuhan, Papa?!" tanya Alia terkejut.


"Papa nggak papa. Kamu apa kabar?" Tanya Jaya.


"Nggak papa bagaimana? Papa bonyok kayak gitu." ucap Alia.


"Baik. Maaf ya Pa aku belum bisa pulang." ucap Alia sedih.


"Nggak papa,, Ya sudah, kamu mau siap siapkan?" ucap Jaya. Dirinya berniat mengakhiri panggilan tersebut.


"Iya, ya sudah ya, Pa. Love you." ucap Alia.


Panggilan video berakhir.


Jaya kini mulai mengantuk dan akhirnya tidur. Dirinya masih lemah jadi belum bisa mengikuti jadwal Satya Yudha dan itu tidak dipermasalahkan juga oleh Satya Yudha. Sepuluh hari lagi dia ada tugas jadi harus memulihkan kondisinya secepat mungkin.


Jam sembilan pagi Jaya bangun dan menuju kamar mandinya.


Jaya melepas kimononya lalu menyalakan shower.

__ADS_1


Tangan kirinya yang terluka ia angkat agar tidak terkena air.


Karena kedua tangannya sedang cidera menyebabkan Jaya membutuhkan waktu lebih lama.


Setelah 20 menit, dengan menggunakan jubah mandinya Jaya keluar dari kamar mandi. Jaya duduk di tempat tidurnya lalu mulai melihat kondisi luka di tangan kanannya yang terbakar..


"errrfff,,, kenapa selalu lengket,,," gerutu Jaya. Dia terpaksa membasahi perban yang membalut lukanya dengan cairan infus.


Setelah semua perbannya terlepas, Jaya membasuh lukanya dan langsung mengeringannya dengan tissu.


Jaya kembali mengolesi tangannya dengan getah ganga yang di campur dengan minyak kelapa.


Lukanya dibiarkan terbuka agar cepat kering.


tok,,tok,,tok,,


Pintu kamar Jaya kembali diketuk. Jaya membuka pintunya, ternyata Pak Perwira dan disampingnya ada Awang dan seorang wanita.


"Sebentar ya, Pak. Saya berpakaian terlebih dahulu." Ucap Jaya.


Jika diantara mereka bertiga tidak ada perempuan maka Jaya akan langsung mempersilahkan masuk.


Jaya kembali menutup pintu kamarnya dan langsung berpakaian.


Pintu kembali ia buka, lalu ketiganya dipersilahkan masuk.


"Hmm,,, maaf Pak Perwira, mengapa anda tidak memanggil saya saja?" tanya Jaya dengan grogi.


"Awalnya seperti itu yang aku inginkan, tapi Tuan awang ingin menemui kamu di kamar." ucap Pak perwira.


" Tuan, apa anda memerlukan sesuatu?" tanya Jaya.

__ADS_1


"Kamu ini bicara apa? panggil aku Abang. Kamu sekarang adalah bagian dari Perkasa Project


__ADS_2