My Father Is A Guardian

My Father Is A Guardian
Kegagalan


__ADS_3

Pak Eko kembali terbaring tak berdaya dirumah sakit. Sebenarnya kemarin panitia sudah mengingatkan Pak Eko, jangan terlalu memaksakan karena Pak Eko sudah terpilih menjadi anggota Satya Yudha. Namun Pak Eko tidak percaya dan takutnya itu hanya untuk membuat Pak Eko istirahat.


Alhasil, ketika Pak Eko sedang seleksi hari kedua, Penguji yang berasal dari luar Surya Yudha menendang perut pak Eko yang terluka dan memberi beberapa pukulan. Pak Eko sempat pingsan selama satu setengah jam namun kini kondisinya sudah pulih.


Pak Surya menggenggam erat tangan putra sulungnya yang sedang terisak.


"Ayah, aku gagall" Pak Eko masih terus menangis sedih.


Ayahnya berusaha menyemangatinya.


"Masih ada lain kesempatan, sekarang kamu harus sembuh dulu, Jangan menyerah." Ucap Pak Surya.


"Arhhh,,,"rintih Pak Eko.


"Jangan seperti ini, malu kalau Adel nanti sampai lihat. Kamu mau diketawain sama anak kamu?" Pak Surya berusaha menenangkan putranya dengan berbagai ledekan.


Pak Eko menghapus air matanya lalu tersenyum. Ia sudah puas menangis dan tidak ingin membuang air matanya lagi.

__ADS_1


"Ayah,,,," ucap Pak Eko lirih.


"Ada apa? Tanya pak Surya.


"Tidak, terima kasih Ayah selalu memberiku suport." ucap Pak Eko.


******


"Ma, gimana keadaan Papa?" tanya Adel cemas. Sepulang sekolah ia ingin sekali ke rumah sakit namun ada jadwal latihan dan pertandingan hanya tinggal seminggu.


"Papa cuma syok, kamu latihan aja, buat Papa sama Mama bangga, jangan khawatir berlebih ya." ucap Bu Mona menenangkan Adel.


"Kok gitu? Emang gapapa ma?" Adel begitu terkejut saat mengetahuinya.


"Sabeum kamu disekolah kan sabuk hitamnya baru, terus juga pengalaman tarungnya nggak sebanyak om Kamu. Kemarin Mama sama Papa udah rundingan sama kepala sekolah, kamu sama jafits biar Om Rahmat sama Om Taufik." jelas Bu Mona.


Adel menghela nafas panjang. Dirinya tau kalau kedua omnya yang melatih pasti akan serius. Selama ini latihan yang Adel jalani seperti main main karena hanya latihan dasar. Namun kalau kedua omnya yang melatih pasti porsi latihannya bertambah.

__ADS_1


"Iya Ma. Salam buat Papa ya, Papa cepet sembuh dan liat aku tanding. Aku pasti berusaha bikin Mama Papa bangga." Ucap Adel.


Adel lalu mulai menyantap makan siangnya dengan lahap.


*****


Dimarkas Surya Yudha, orang orang sedang hangat membicarakan Pak Eko. Orang yang digadang gadang sebagai salah satu kandidat terkuat yang akan masuk Satya Yudha, justru malah harus gugur di seleksi tahap dua.


Banyak orang yang menyayangkan, terutama orang orang yang sering satu tim dengannya, tapi untuk orang orang yang ikut seleksi ini sebuah jackpot karena satu posisi kosong sangat menguntungkan.


Dan kalau mereka tidak lolos pun untuk para 20 besar maka akan masuk ke Wira Yudha atau naik pangkat kalau sudah ada di Wira Yudha.


"Sayang sekali kapten tidak bisa lanjut. Padahal dirinya sangat mumpuni dibidang ini. Tidak diragukan lagi. kalau waktu itu Kapten tidak terluka pasti hari ini Kapten lolos" ucap Sigit.


Sigit sangat sering dipasangkan dengan Kaptennya yaitu Pak Eko. Sebelumnya dia tidak pernah lecet sedikitpun saat bertugas dengan Kapten. Insiden penembakan kemarin juga karena mereka kalah jumlah.


Sebuah pengumuman kembali terpasang.

__ADS_1


"HANYA ENAM ORANG TERPILIH YANG AKAN MENJADI ANGGOTA SATYA YUDHA." semua orang terkejut melihat pengumuman ini. Mereka pun mulai merencanakan strategi untuk menjalankan seleksi tahap 3.


__ADS_2