My Father Is A Guardian

My Father Is A Guardian
Pertemuan singkat


__ADS_3

Jaya langsung refleks menoleh kearah ayahnya saat bilang mau membelikan Putrinya mobil.


"hmm,,, Al sebenernya udah mulai nabung buat beli mobil." ucap Alia malu malu.


"ya sudah nanti kalau kamu butuh bantuan tinggal bilang Eyang." Ucap Pak Surya


"Ayah serius? Kalau Alia mau BMW dan tabungan nya baru 10 juta nggak papa?" Jaya bertanya ke Ayahnya dengan antusias. Pak Surya terdiam seketika.


"Tentu saja tidak masalah." jawab Bu Santi cepat. Dirinya tau kalau suaminya tidak akan bisa memutuskan.


Pipi Alia langsung memerah.


Jalanan begitu lengang karena ini sudah tengah malam menyebabkan Alia menyetir dengan begitu leluasa.


jam setengah dua belas malam mereka sampai di asrama Alia.


Alia turun lalu Jaya yang menggantikan posisi menyetir.


Alia melambaikan tangannya, mobil segera melaju menuju sebuah hotel.


"Hari ini takkan terlupakan."Ucap Adel.


Letak hotel dan asrama Alia tidak begitu jauh, tak berapa lama kemudian mereka sampai di hotel.


Barang barang seperti pakaian dan sepatu yang baru mereka beli tidak dikeluarkan lagi dari dalam bagasi.


Adel tidur satu kamar dengan orang tuanya karena memesan kamar dua ranjang.


******><********


Alia mengambil jubah mandinya, dirinya lalu segera membersihkan diri.


"Sangat menyenangkan, sayang hanya sehari." ucap Alia pelan.

__ADS_1


Alia menggunakan pyamanya lalu tidur dengan nyenyak.


Jam lima pagi dirinya bangun karena harus jogging.


"Ayo yang habis jalan jalan harusnya semangat." ledek master J.


Alia terus mengayunkan kakinya hingga sesi jogging berakhir. Udara dingin pagi hari tak begitu terasa. keringatnya mengucur deras membasahi pakaiannya.


Alia minum air mineral dari dalam botol yang dibawanya.


Setelah sepuluh menit melepas penat, Alia kembali ke kamarnya untuk mandi. Sehabis mandi Alia langsung menuju ruang makan. Disana ternyata sudah ada Jaseth.


"Hei Al!!" Sapa Jaseth.


"iya,," Alia membalas sapaan Jaseth dengan senyuman. Menu pagi ini bubur ayam dan telur rebus.


"Al, keluarga kamu udah balik?" tanya jaseth kepo.


"kok cuma sehari disini?" tanya Jaseth lagi.


"Papa aku kerja, mama aku dokter, adik aku sekolah, aku juga harus latihan. Sehari sudah cukup kok." ucap Alia lagi.


"oooo,,, benar benar keluarga karir." celutuk Jaseth. Alia langsung meliriknya sesaat, lalu pandanganntmya kembali ke makanannya lagi.


"Papa kamu sudah lama sekali nggak dateng?"tanya Alia pada Jaseth. Jaseth langsung merubah ekspresinya.


"Papaku pindah tugas, kini di ambon. Nanti kita sama sama pulang waktu idul fitri saja." ucap Jaseth agak murung.


"Kenapa kamu sedih? kamu masih bisa ketemu keluarga kok. Kita ini sudah berteman lama, Jaseth. Kamu nggak bisa bohong ke aku." ucap Alia sembari memakan buburnya.


Jaseth kembali tersenyum.


"gitu dong senyum, kalo senyum kan keliatan manis." goda Alia pada temannya ini.

__ADS_1


*******


"Pa, semua barangku udah masuk." ucap Adel ke Papanya.


"Barang barang ayah sama ibu juga sudah." Ucap Pak Surya.


Semua orang masuk ke mobil, Jaya mulai mengendarai mobilnya.


"Ayah juga mau langsung pulang ya." Ucap Pak Surya.


" Nggak nginep dulu?" tanya Bu Mona ke mertuanya.


"Nggak, Mon, ibu besok pagi ada acara." Jawab Bu Santi.


"Ya udah nanti pulang sama Taufik aja ya bu." ucap Jaya ke ibunya.


"iya."Jawab Bu Santi singkat.


Mobil terus melaju.


Jam 2 siang mereka telah sampai di rumah Jaya. Disana sudah ada Taufik dan Rahmat.


Mas No segera membuka gerbang rumah.


"om!!!" teriak Adel.


"Wah ada yang habis jalan jalan nih..



jeng jeng jeng!!!!


Guys kemarin ada yang penasaran sama komandan ucok, maaf kalo komandan ucok agak narsis ya. Author belum nemu foto yang lain soalnya.

__ADS_1


__ADS_2